Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI INOVATIF DALAM BK: MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN SISWA DI ERA MERDEKA BELAJAR MELALUI CYBERCOUNSELING Alivia Eka Arianti; Muh. Nur Alamsyah
Prosiding Seminar Nasional Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia Vol. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia (OPPSI) 20
Publisher : Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digitalisasi saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, salah satunya pada bidang pendidikan. Sebagai respon dari perkembangan IPTEK tersebut, diperlukan peningkatan mutu pendidikan melalui berbagai inovasi. Konsep kurikulum merdeka belajar menjadi alternatif solusi yang diimplementasikan untuk menjawab tantangan dan peluang pendidikan di era saat ini. Dalam era merdeka belajar, orientasi pembelajaran berpusat pada siswa (student centered) sehingga siswa diharapkan memiliki kemandirian dalam belajar. Dengan merdeka belajar juga diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan psikologis dalam diri siswa (student well being). Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mewujudkan student well being yaitu dengan mengoptimalkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah melalui cybercounseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis strategi cybercounseling dalam mewujudkan kemandirian belajar dan kesejahteraan psikologis siswa di era merdeka belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kajian literatur dengan mengumpulkan data melalui berbagai jenis referensi seperti buku, jurnal, artikel, dan sumber informasi lainnya yang relevan dan komprehensif. Berdasarkan hasil kajian literatur, menunjukkan bahwa layanan cybercounseling dalam kurikulum merdeka belajar dapat mewujudkan kemandirian siswa serta memfasilitasi siswa untuk mencapai kesejahteraan psikologis sehingga dapat mengaktualisasikan potensi diri siswa secara optimal. Penelitian ini dapat memberikan refleksi bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah yang perlu disesuaikan dengan perkembangan kurikulum pendidikan dan tuntutan zaman.