Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pengobatan Tradisional Terhadap Masuk Angin Pada Masyarakat Desa Kota Agung Anggun Dwi Rahma; Fenny Yunita
Jurnal Medika Nusantara Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v1i3.401

Abstract

Colds are considered a "common" disease in Indonesia, despite the fact that they can affect various aspects of life and can be fatal. The cure for colds generally uses traditional medicine where scrapings are usually chosen as the first cure, besides herbal medicine, especially those made from ginger extract so that air can get out of the body. This study aims to describe the level of knowledge about traditional medicine for scraping and the consumption of red ginger extract against colds in the people of Kota Agung Bengkulu Village in South Bengkulu in 2021. This study used a descriptive approach with a research sample of 86 people. Data collection techniques using closed questionnaires and data analysis techniques using descriptive analysis and simple statistics. The results showed that the characteristics of the people of Kota Agung Village, Seginim District, South Bengkulu Regency, Bengkulu Province who utilized traditional medicine for scrapings and consumed red ginger extract as a treatment for colds were dominated by female sex as much as 59%, 66% aged ? 45 years, 67% high school education. and have other jobs as much as 53%. The level of knowledge about kerokan traditional medicine and the consumption of red ginger extract against colds in the people of Kota Agung Village, Seginim District, South Bengkulu Regency, Bengkulu Province has a high level of knowledge, namely 87% for the level of knowledge of kerokan and consumption of red ginger extract, and 93% for the level of knowledge of kerokan and red ginger extract consumption. cold knowledge.
Korelasi TyG dan TyG dimodifikasi dengan Kadar HbA1c pada Masyarakat Kelurahan Kota Bambu: Correlation between the TyG Index and Modified TyG Index with HbA1c Levels among Residents of Kota Bambu Subdistrict Fenny Yunita; Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.262

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) terus meningkat secara global dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada populasi urban dengan prevalensi obesitas abdominal yang tinggi. Indeks Triglyceride-Glucose (TyG) dan variannya yang dimodifikasi telah berkembang sebagai biomarker sederhana namun sensitif untuk mendeteksi resistensi insulin dan risiko gangguan metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antara TyG dan TyG yang dimodifikasi dengan kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) pada masyarakat dewasa di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan total 135 responden berusia 18–65 tahun. Pemeriksaan glukosa puasa, profil lipid, dan HbA1c dilakukan sesuai prosedur standar, sementara indeks TyG dan variannya dihitung menggunakan formula baku yang mengombinasikan parameter laboratorium dan antropometri.  Hasil: Menunjukkan adanya korelasi positif bermakna antara TyG dan HbA1c (r = 0,170; p = 0,048), serta korelasi positif pada TyG×IMT (r = 0,169; p = 0,050) dan TyG×WC (r = 0,199; p = 0,021), sedangkan TyG×WHtR menunjukkan hubungan searah namun tidak signifikan. Kesimpulan: Konsistensi arah hubungan ini menggambarkan bahwa peningkatan indeks berbasis glukosa dan trigliserida selaras dengan peningkatan risiko glikemik, meskipun perubahan HbA1c masih berada pada rentang normal. Temuan ini menegaskan potensi TyG sebagai marker skrining dini untuk mendeteksi disfungsi metabolik subklinis pada populasi perkotaan. Diperlukan penelitian longitudinal untuk mengevaluasi nilai prediktif TyG terhadap kejadian diabetes serta memastikan perannya dalam strategi skrining komunitas yang cost-effective.