Hadi Prabowo
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA PERANCANGAN SURAKARTA CONVENTION EXHIBITION CENTER Hezky Leo Muhammad; Hadi Prabowo; Sri Tundono; Etty R Kridarso
METRIK SERIAL HUMANIORA DAN SAINS (E) ISSN: 2774-2377 Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Bekasi: Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surakarta Conference Exhibition Center merupakan pusat pertemuan atau pameran yang berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah. 57126. Situs ini seluas 52.000 m2. Surakarta Exhibition Center merupakan gedung yang dapat mewadahi berbagai kegiatan bertaraf nasional dan internasional. Messukeskus merupakan tempat pertukaran informasi dan juga pusat pameran atau konvensi. Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam membangun ruang pameran yang berfungsi: Misalnya, terkait dengan pembangunan stand pameran, salah satu topik dalam pembangunan stand pameran adalah topik arsitektur kontemporer, dengan arsitektur kontemporer. disajikan oleh Ogin Schirmbeck memiliki 7 aspek . , termasuk: 1. Bangunan masif, 2. Komposisi massa Ekspresif dan dinamis 3. Konsep ruang terbuka 4. Harmonisasi ruang yang menyatu dengan ruang luar 5. Fasad transparan 6. Kenyamanan esensial 7. Eksplorasi elemen lansekap. Metode yang digunakan penulis adalah metode kualitatif, yaitu metode yang mana mengumpulkan informasi dari studi literatur dan juga objek dari praktik, dan menganalisis penerapan arsitektur kontemporer pada bangunan ini.
Penerapan Biofilik Yang Meningkatkan Wellness Pada Bangunan Komersil Muhammad Rifky; Hadi Prabowo; G. Oka Sindhu Pribadi
Metrik Serial Teknologi dan Sains Vol. 7 No. 2 (2026): agustus
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia dan alam adalah bagian yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Alam dalam hidup manusia sangat penting dan berdampak besar pada rutinitas sehari-hari. alam berperan sebagai media terapi yang bisa memberikan pengobatan alami. kesehatan mental kepada manusia. Namun dewasa ini, pemenuhan atas ruang hijau masih sangat sedikit di kota, seperti yang terjadi di Indonesia. Dimana, Menurut laporan data Kementerian PUPR pada tahun 2019, hanya 13 kota yang memiliki ruang terbuka hijau dari 172 kota yang berpartisipasi dalam program penanaman pohon. Upaya nyata di butuhkan di bidang arsitektur agar dapat. meningkatkan kawasan hijau melalui pengimplementasian pendekatan arsitektur hijau, contohnya seperti pendekatan biofilik. Dimana, pendekatan ini menekankan Hubungan yang saling tergantung antara manusia dan alam memungkinkan tercapainya keseimbangan yang harmonis antara kehidupan manusia dengan lingkungan alam. yang baik. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hal tersebut. Desain biofilik, yang mengintegrasikan elemen alam seperti visual connection with nature, presence of water, dan dynamic light pada bangunan komersial, terbukti meningkatkan kualitas wellness penghuni dan efisiensi operasional. Bangunan komersil menerapkan pendekatan arsitektur biofilik tersebut Mengingat bangunan komersil berperan sebagai sarana bagi masyarakat untuk berlibur atau melakukan kegiatan rekreasi. pekerjaan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan sumber data berasal dari beberapa institusi pendidikan serta lembaga terkait.data diperoleh melalui pengamatan digital serta beberapa referensi yang relevan. Hal tersebut terbukti dengan adanya penerapan prinsip biofilik dalam bangunan tersebut.
Peran Connectivity Dalam Meningkatkan Kualitas Kawasan Tod Juanda Alfian Arief Rachman; Hadi Prabowo; Arief Fadhilah
Metrik Serial Teknologi dan Sains Vol. 7 No. 2 (2026): agustus
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transit Oriented Development (TOD) merupakan model pengembangan kawasan perkotaan yang mengutamakan hubungan antara sistem sarana transportasi umum dan tata guna lahan. Pendekatan ini diterapkan yang diarahkan untuk membentuk kawasan yang memiliki aksesibilitas tinggi, pemanfaatan ruang yang efisien, serta mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Konsep ini bertujuan membentuk kawasan yang lebih padat, memiliki aksesibilitas yang tinggi, serta mampu mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Salah satu aspek yang menentukan keberhasilan penerapan TOD adalah connectivity, yaitu tingkat keterhubungan antar elemen kawasan yang mendukung kemudahan mobilitas, orientasi ruang, serta interaksi sosial. Kawasan TOD Juanda di Jakarta Pusat memiliki potensi sebagai simpul transportasi strategis karena terhubung dengan Stasiun Juanda dan berbagai fasilitas perkotaan. Namun, kondisi eksisting kawasan masih menunjukkan adanya fragmentasi fungsi, jalur pedestrian yang belum terintegrasi secara optimal, minimnya ruang publik, serta dominasi fungsi transit sehingga kawasan lebih berperan sebagai tempat perpindahan moda dibandingkan sebagai pusat aktivitas perkotaan. Melalui penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengkaji peranan connectivity dalam meningkatkan kualitas Kawasan TOD Juanda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Proses analisis dilakukan melalui kajian terhadap berbagai sumber pustaka yang membahas konsep Transit Oriented Development (TOD), teori connectivity, standar dan prinsip pengembangan kawasan berbasis TOD, serta temuan dari penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik penelitian.. Seluruh referensi tersebut dijadikan landasan dalam menganalisis dan mengevaluasi kondisi kawasan yang menjadi objek penelitian. Hasil kajian kemudian dianalisis dan dihubungkan dengan kondisi eksisting Kawasan TOD Juanda untuk mengidentifikasi peran connectivity dalam mendukung kualitas kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa connectivity memiliki tiga peran utama dalam meningkatkan kualitas Kawasan TOD Juanda. Physical connectivity berperan meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan mobilitas melalui integrasi jaringan pedestrian, skybridge, serta hubungan antar fungsi bangunan. Visual connectivity berperan memperkuat orientasi ruang dan identitas kawasan melalui pembentukan landmark dan keterhubungan visual antar elemen kawasan. Social connectivity berperan meningkatkan interaksi sosial dan vitalitas kawasan melalui penyediaan ruang publik serta integrasi fungsi mixed-use. Ketiga aspek tersebut saling mendukung dalam mewujudkan Kawasan TOD Juanda yang lebih terintegrasi, nyaman, aktif, dan berkelanjutan.