Arief Fadhilah
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau pada Koridor Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat Ristya Arinta Safitri; Arief Fadhilah; Ardilla Jefri Karista
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.697 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.15880

Abstract

Koridor Kyai Tapa merupakan koridor jalan yang berpotensi sebagai koridor unggulan Jakarta Barat, karena posisinya yang strategis menghubungkan wilayah Jakarta Barat dengan Jakarta Pusat. Pada kondisi eksisting koridor Kyai Tapa, terdapat beberapa titik ruang terbuka hijau yang bersifat pasif dan minim fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga perlu dilakukan evaluasi pemanfaatan RTH pada koridor Kyai Tapa untuk mendukung peningkatan kualitas RTH Kota Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Data dan analisis menunjukan pemanfaatan RTH Kyai Tapa masih rendah. 60% responden yang berkegiatan di RTH hanya sekedar lewat saja. Hal ini dipicu karena sangat minim atraksi dan penerangan pada malam hari sedangkan pengguna mulai aktif disekitar RTH pada sore hari. Pemanfaatan RTH pada koridor Kyai Tapa sangat perlu ditingkatkan mengingat potensi yang dimiliki dengan Penambahan fasilitas, atraksi dan peningkatan keamanan.
Surveyor training for housing backlog data collection using location intelligence technology in Krendang Village, West Jakarta Wahyu Sejati; Agung Sediyono; Arief Fadhilah; Ryan Faza Prasetyo
Community Empowerment Vol 7 No 10 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.8042

Abstract

One of the problems of population density is the lack of adequate housing. Krendang Village is one of the most densely populated urban areas with a population density of 76,124 inhabitants/km2. Surveyor training is needed to provide understanding and knowledge to avoid errors in housing backlog data collection during field surveys. The housing backlog data collection process is carried out using the data collection method directly to residents' homes using the MAPID form to facilitate filling out questionnaires based on location intelligence technology. The results of this housing backlog survey can be used as a policy basis for structuring slum areas and also identifying the demographic map of the Krendang Village area. This surveyor training also produces a housing backlog module that can be used as a reference for surveyors.
PENDAMPINGAN RANCANGAN TATA ATUR RUANG DAN LANSEKAP DALAM HUNIAN TEMPAT TINGGAL DI KRENDANG, JAKARTA BARAT Ardilla Jefri Karista; Arief Fadhilah; Ratih Budiarti; Reza Fauzi
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i1.14681

Abstract

The design of the arrangement needs to be pursued to get the impression of harmony in the residential space. The design of this regulation is also intended to minimize the occurrence of cabin fever for residents during the Covid-19 pandemic. Residential housing for residents of RW 02 Krendang Village is a building in a densely inhabited area where on average the living space is relatively narrow and coincides with one building with another. Residential adaptation was carried out by residents by arranging furniture, but there was a buildup of furniture which resulted in irregularities and an uncomfortable impression. These feelings have the potential to be the cause of cabin fever symptoms. Assistance in Spatial and Landscape Arrangements is intended to increase the understanding of the residents of RW 02 Krendang on the importance of arrangement and regulation in order to achieve a comfortable living space to minimize the occurrence of cabin fever. Implementation of activities through counseling on pilot homes for residents and assistance in designing residential and landscape arrangements for residents who ask about conditions in their respective homes. The success indicators of this Community Service activity will be confirmed and measured through pre-test and post-test. The result of this activity is that residents gain an understanding of the principles of good spatial and landscape management that can be applied in their respective dwellings. The conclusion of this activity is that the residents of RW 02 Krendang Village are paying more attention to the quality of the living space in their respective residences
Peran Connectivity Dalam Meningkatkan Kualitas Kawasan Tod Juanda Alfian Arief Rachman; Hadi Prabowo; Arief Fadhilah
Metrik Serial Teknologi dan Sains Vol. 7 No. 2 (2026): agustus
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transit Oriented Development (TOD) merupakan model pengembangan kawasan perkotaan yang mengutamakan hubungan antara sistem sarana transportasi umum dan tata guna lahan. Pendekatan ini diterapkan yang diarahkan untuk membentuk kawasan yang memiliki aksesibilitas tinggi, pemanfaatan ruang yang efisien, serta mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Konsep ini bertujuan membentuk kawasan yang lebih padat, memiliki aksesibilitas yang tinggi, serta mampu mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Salah satu aspek yang menentukan keberhasilan penerapan TOD adalah connectivity, yaitu tingkat keterhubungan antar elemen kawasan yang mendukung kemudahan mobilitas, orientasi ruang, serta interaksi sosial. Kawasan TOD Juanda di Jakarta Pusat memiliki potensi sebagai simpul transportasi strategis karena terhubung dengan Stasiun Juanda dan berbagai fasilitas perkotaan. Namun, kondisi eksisting kawasan masih menunjukkan adanya fragmentasi fungsi, jalur pedestrian yang belum terintegrasi secara optimal, minimnya ruang publik, serta dominasi fungsi transit sehingga kawasan lebih berperan sebagai tempat perpindahan moda dibandingkan sebagai pusat aktivitas perkotaan. Melalui penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengkaji peranan connectivity dalam meningkatkan kualitas Kawasan TOD Juanda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Proses analisis dilakukan melalui kajian terhadap berbagai sumber pustaka yang membahas konsep Transit Oriented Development (TOD), teori connectivity, standar dan prinsip pengembangan kawasan berbasis TOD, serta temuan dari penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik penelitian.. Seluruh referensi tersebut dijadikan landasan dalam menganalisis dan mengevaluasi kondisi kawasan yang menjadi objek penelitian. Hasil kajian kemudian dianalisis dan dihubungkan dengan kondisi eksisting Kawasan TOD Juanda untuk mengidentifikasi peran connectivity dalam mendukung kualitas kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa connectivity memiliki tiga peran utama dalam meningkatkan kualitas Kawasan TOD Juanda. Physical connectivity berperan meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan mobilitas melalui integrasi jaringan pedestrian, skybridge, serta hubungan antar fungsi bangunan. Visual connectivity berperan memperkuat orientasi ruang dan identitas kawasan melalui pembentukan landmark dan keterhubungan visual antar elemen kawasan. Social connectivity berperan meningkatkan interaksi sosial dan vitalitas kawasan melalui penyediaan ruang publik serta integrasi fungsi mixed-use. Ketiga aspek tersebut saling mendukung dalam mewujudkan Kawasan TOD Juanda yang lebih terintegrasi, nyaman, aktif, dan berkelanjutan.