Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : KOPEMAS

PEMANFAATAN DAUN SIRIH DI DESA JEMBUL MOJOKERTO SEBAGAI HAND SANITIZER PADA MASA PANDEMI COVID-19 Arista Wahyu Ningsih; Nindy Sylvia; Jalaludin Rachmad
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa jembul merupakan salah satu desa yang terletak paling selatan di kecamatan jatirejo kabupaten mojokerto. Pembuatan hand sanitizer dari air rebusan daun sirih sebagai pembunuh kuman dan bakteri pada saat pandemic covid-19. Daun sirih biasanya digunakan sebagai bahan dalam masakan rumah tangga dan juga obat herbal. Daun sirih memiliki kandungan alkohol. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan praktek secara langsung kepada ibu rumah tangga. Pelatihan tersebut dimulai dengan kegiatan sosialisasi manfaathand sanitizer, pelatihan cara membuat hand sanitizer dan penyajianya. Tujuan yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah terciptanya produk berupa hand sanitizer bahan dasar air rebusan daun sirih yang mudah di temukan di desa dan dapat digunakan sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19,terbentuknya peluang bisnis bagi masyarakat mitra,terbentuknya masyarakat yang hemat dan dapat membuat produk rumahan sehingga menguragi pengeluaran harian.
PENYULUHAN DAN WORKSHOP PEMBUATAN TEH KELOR PADA DESA JATIKALANG Arista Wahyu Ningsih; Salsabilah Arifianti Putri; Wulan Amaliyah; Vieolitha Dhebira; Mochamad Nur Mashuda
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa kelor memiliki banyak manfaat antara lain mengurangi berat tubuh, menurunkan kadar gula, menghindari penyakit jantung, membuat rambut lebih sehat, membuat mata lebih sehat, menyembuhkan rematik, menyembuhkan herpes serta penyakit kulit, menyembuhkan penyakit semacam gangguan perut, gangguan usus, serta batu ginjal, meningkatkan daya tahan tubuh, antioksidan, antivirus dan dapat mengobati kanker. Dengan pembuatan teh   kelor, diharapkanpkan dapat membantu masyrakat menjaga sistem kekebalan tubuh bagi warga sekitar di Desa Jatikalang Krian Sidoarjo. Program penyuluhan dan pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan buat membagikan solusi alternatif bagi masyarakat untuk miningkatkan dorongan warga supaya lebih produktif serta inovatif dalam memanfaatkan daun kelor, mengetahui ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan minuman teh yang terbuat dari daun kelor, Terampil dalam membuat teh yang terbuat dari daun kelor, Meningkatkan wawasan bisnis bagi warga Desa Jatikalang. Mitra program adalah ibu-ibu warga sekitar RT di Desa Jatikalang.  Adapun metode yang kami gunakan, yaitu offline dengan tujuan agar masyarakat dapat melihat dan mempraktikkan diri di rumah dengan sosialisasi yang kami jelaskan, kemudian setelah itu kami membagikan produk minuman teh dari daun kelor kepada masyarakat sekitar RT di Desa Jatikalang. Dengan pembuatan teh kelor diharapkan agar masyarakat Desa Jatikalang lebih memahami dan lebih memanfaatkan teh kelor untuk meningkatkan gaya hidup yang lebih sehat
PEMBUATAN MIE KELOR PADA DESA JATIKALANG MAKE A KELOR LEAF MIE IN JATIKALANG VILLAGE Salsabillah Arifianti Putri; Arista Wahyu Ningsih; Wulan Amaliyah; Vieolitha Dhebira; Mochamad Nur Mashuda
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelor adalah tanaman yang banyak ditemukan dan mudah untuk didapat. Dengan umur kelor yang Panjang dan tahan dengan cuaca panas sehingga mudah untuk dikembangbiakan. Kelor juga dikenal sebagai tanaman obat yang dapat dimanfaatkan dari akar, kulit batang hingga daun. Program pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan solusi alternatif yang ingin dicapai yaitu: 1) Meningkatnya motivasi masyarakat untuk lebih produktif dan kreatif dalam mengelola daun kelor, 2) Mengetahui IPTEK memproduksi mie berbahan dasar daun kelor, 3) Terampil membuat mie berbahan dasar daun kelor, 4) Meningkatnya referensi peluang usaha bagi masyarakat Desa Jatikalang. Mitra program adalah para ibu-ibu warga sekitar RT di Desa Jatikalang. Telah di lakukan penelitian sebelumnya tentang kelor dan mie kelor memiliki kandungan dan manfaat lebih baik jika dibandingkan dengan produk mie biasa. Hal tersebut dikarenakan produk mie kelor terbukti mengandung vitamin A yang tinggi dibandingkan produk mie biasa. Mie kelor juga mengandung vitamin C, sedangkan pada produk mie biasa tidak mengandung vitamin C. Kandungan kalsium pada mie kelor 2 – 3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan produk mie biasa. Selain itu, mie kelor juga terbukti mengandung senyawa bioaktif flavonoid, yaitu myrecyetin, quercetin, dan kaempferol yang sangat berguna sebagai antioksidan, manfaat lain dari daun kelor yaitu dapat menambah daya tahan tubuh karena memiliki senyawa antioksidan dan juga dapat digunakan sebagai antivirus. Adapun metode yang kami gunakan yaitu secara luring dengan tujuan agar masyarakat bisa melihat dan mempraktikan sendiri dirumah dengan sosialisasi yang kami paparkan, kemudian setelah itu kami membagikan produk mie dari daun kelor untuk masyarakat sekitar RT di Desa Jatikalang. Dengan dibuatnya mie kelor diharapkan dapat membangun sistem kekebalan tubuh bagi warga sekitar di Desa Jatikalang Krian Sidoarjo. Kemudian tujuan dari kami melakukan pengabdian agar masyarakat Desa Jatikalang lebih paham dan lebih memanfaatkan mie kelor untuk meningkatkan pola hidup yang lebih sehat
BUDIDAYA DAN PEMANFAATAN JAHE MERAH SEBAGAI IMMUNODULATOR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA PULOREJO, KECAMATAN DAWARBLANDONG, KABUPATEN MOJOKERTO Devi Ratna Yulianti; Ghina Malikah Malik; Niken Dwi Putri Anggraeni; Fajar Zakaria Rasenja; Widya Putri Purnamasari; Arista Wahyu Ningsih
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunitas menjadi modal yang penting bagi tubuh agar seseorang dapat terhindar dari infeksi virus Covid-19, terlebih masyrakat sudah harus menjalani aktivitas diluar rumah. Tanaman obat herbal jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) merupakan salah satu tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat tumbuh hampir di semua wilayah terutama pulau jawa. Jahe merah memiliki aktivitas farmakologi salah satunya sebagai imunomodulator. Tujuan dari program kerja pengabdian masyarakat yang dilakukan ini untuk memajukan perekonomian, dan peningkatan produktivitas warga desa Pulorejo dalam menggunakan lahan yang telah tersedia dengan memanfaatkan budidaya jahe merah yang kemudian akan diolah menjadi serbuk jahe merah yang dapat memberikan efek imunostimulator pada masa pandemi Covid-19 saat ini, hasil dari hal tersebut yang nantinya bisa menjadi peluang mereka untuk memajukan perekonomian warga desa. Desa Pulorejo terletak di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ini memiliki struktur tanah yang subur dan humus. Pada budidaya dan pemanfaatan jahe merah dalam rangka pengabdian masyarakat penelitian ini dilakukan dengan penanaman toga jahe merah dan pemberian pelatihan pembuatan serbuk jahe kepada warga desa. Budidaya jahe merah harus memperhatikan secara betul dalam pemilihan lahan tanah yang sesuai, dan harus mempersiapkan alat dan bahan yang memang dibutuhkan untuk perawatan jahe merah. Pemanfaatan rimpang jahe merah dapat dibuat menjadi suatu produk minuman home industry yang memiliki nilai ekonomis bagi warga desa dan bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam era pandemi Covid-19. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan mendapat apresiasi dari warga desa Pulorejo.