Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknik Penggarapan Ragam Hias Pada Kompleks Makam Raja-Raja Binamu di Jeneponto Nurul Khumairah; Muhammad Basir; Yahya Yahya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6197

Abstract

Bangunan makam merupakan salah satu aspek dalam bagian sistem religi yang berlaku dalam suatu masyarakat sebagai bentuk ritual kepercayaan, sehingga bangunan makam menjadi salah satu wujud peninggalan budaya Islam. Wujud peninggalan budaya Islam tersebut merupakan bagian dari akulturasi kebudayaan dari budaya lokal dan budaya Islam yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Teknik Penggarapan Ragam Hias Kompleks Makam Raja-Raja Binamu, dijelaskan pula bentuk ragam hias makam pada Kompleks Makam Raja-Raja Binamu. Semua itu bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya lokal dan budaya luar dalam proses penggarapan ragam hias Kompleks Makam Raja-Raja Binamu. Untuk dapat mengetahui teknik penggarapan ragam hias tersebut, dipergunakan metode pengumpulan data pustaka dan data lapangan, pengolahan data yang menggunakan analisis teknologi, dan analisis statistic serta penafsiran data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggarapan ragam hias menggunakan empat teknik seperti teknik pahat, teknisk gores, teknik cungkil/cukil, dan teknik ukir. Selain itu penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk ragam hias di Kompleks Makam Raja-Raja Binamu merupakan pengaruh wujud akulturasi budaya antara budaya lokal dan budaya luar seperti budaya China dan Persia. Hal ini membuktikan bahwa pengaruh budaya luar di Kompleks Makam Raja-Raja Binamu lebih cepat berkembang di kalangan masyarakat.
COVID dan Budaya Pedagang Pasar Tradisional di Makassar Muhammad Arsyad Rahman; Muhammad Basir; Yahya Yahya
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 1 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i1.11014

Abstract

COVID is a disease from a medical point of view, while COVID as a disease associated with causes is a cultural study. The objective of this research is to explore the knowledge, beliefs, norms, habits, values, experiences, and fatalistic attitudes of traders in traditional markets that can influence traders' behavior in COVID-19 prevention in the traditional market of Power, Makassar. Ethnography becomes this method of research, and it observes traders in their surroundings. The results of the research showed that knowledge traders could not recognize the characteristics of people exposed to COVID except for symptoms of cough and fever, and COVID is a common but deadly disease. From the point of view of belief, COVID-19 originates from God and the cause-and-effect relationship between human beings and the environment, as well as human actions. From the point of view of the norm, there are sanctions, both for the discipline and prevention of COVID-19, and traders adhere to the old norms. Experienced aspects of disease prevention in the past are more real, and experiences during pandemics are more abstract. The culture of traders in social life is a diachronic and synchronous combination of the relationship between COVID-19, traditional markets, and public health.