Harnina Samantha Aisyah
Faculty Of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Lamongan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Pengetahuan Gizi Ibu dan Pemberian ASI Ekslusif Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Lilis Maghfuroh; Indy Pradita; Harnina Samantha Aisyah
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v16i2.614

Abstract

Stunting occurs when toddler has length or height less than minus two standard deviations below the median child growth standard. This condition caused by chronic malnutrition that occurs since baby the womb and the early period after baby born which only appears when child is 2 years old. This study aims to determine relationship between maternal knowledge about nutrition and exclusive breastfeeding with incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months. Research design used analytic correlation with a cross sectional approach. Population was 140 mothers and toddlers aged 24-59 months, using simple random sampling technique obtained as many 104 respondents. Research instrument used a questionnaire, stadiometer and height growth chart according to age. Based on results of study using Spearman Rank test, value of p=0,000 (<0,05) means that there is relationship between maternal knowledge and incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months and results of Contingency Coefficient test obtained value of p=0,000 (<0,05) means that there is relationship between exclusive breastfeeding with incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months. It is hoped that role of health workers such as midwives and nutritionists to provide education to mothers of toddlers about importance of exclusive breastfeeding and knowledge about nutrition.
Relationship Between Parenting Styles, Posyandu Visit Compliance, and Stunting in Toddlers: A Cross-Sectional Study Anis Dwi Kristianingrum; Lilis Maghfuroh; Harnina Samantha Aisyah
Media Keperawatan Indonesia Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.9.2.2026.128-140

Abstract

Stunting is a chronic growth disorder in children under five years old caused by prolonged malnutrition and inadequate nutritional intake. Several factors contribute to stunting, including poor parenting practices, low maternal education, limited family income, and irregular attendance at community health services such as Posyandu. This study aimed to analyze the relationship between parenting patterns and adherence to Posyandu visits with the incidence of stunting among children aged 12–59 months in Putatkumpul Village, Turi District, Lamongan Regency. This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 127 parents with toddlers selected using simple random sampling. Data were collected using questionnaires assessing parenting patterns and adherence to Posyandu visits, while stunting status was determined using child growth charts. Data analysis was performed using the Spearman rho test in SPSS version 22.0 with a significance level of p < 0.05. The findings revealed that 14.5% of respondents with an authoritative parenting style had stunted children. Statistical analysis showed a significant relationship between parenting patterns and stunting incidence (p = 0.010; rs = 0.228), indicating a weak correlation. Furthermore, all respondents with high adherence to Posyandu visits had non-stunted children. A significant relationship was also found between adherence to Posyandu visits and stunting incidence (p = 0.009; rs = 0.230), indicating a weak correlation. Although parenting practices and Posyandu attendance are not direct causes of stunting, both contribute to early detection of growth problems and support optimal child nutrition. Therefore, health education regarding appropriate parenting and the importance of regular Posyandu visits is essential to improve stunting prevention efforts at the community level.
Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Kejang Demam Pada Anak Usia 0-5 Tahun Siti Zulia Vironika; Lilis Maghfuroh; Harnina Samantha Aisyah
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6227

Abstract

Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang masih menjadi permasalahan yang serius dan menjadi perhatian petugas kesehatan dan juga orang tua. Pengetahuan orang tua tentang kejang demam merupakan suatu pemahaman yang dimiliki oleh orang tua tentang demam antara 38,9°C-40°C yang dapat menyebabkan terjadinya kejang demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Kejang Demam Pada Anak Usia 0-5 Tahun di Desa Bulu Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian ini penggunaan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test design. Populasi 46 responden, menggunakan teknik Simple Random Sampling didapatkan sebanyak 42 responden. Data penelitian ini diambil menggunakan kueisioner tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam. Setelah ditabulasi data yang dianalisis dengan menggunakan uji wilcoxon sign rank test dengan tingkat kemaknaan p=<0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan perlakuan dari 42 ibu, 27 ibu hampir sebagian (47,4%) mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup. Setelah diberikan perlakuan 38 ibu sebagian besar (66,7%) memiliki tingkat pengetahuan baik. Berdasarkan hasil diatas dengan nilai signifikasi p sign = 0,000. Artinya ada pengaruh yang signifikan pada pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam sesudah diberikan metode video edukasi. Media video edukasi ini dapat menjadi salah satu media yang efektif dalam melakukan penyuluhan. Media video edukasi ini terbukti dapat mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap penanganan demam yang benar sehingga dapat mencegah terjadinya kejang demam.