Muhammad Muslim Nasution
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Medan Area

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN BUDAYA SADAR BERSIH SUNGAI UNTUK PENINGKATAN LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT Mahliza Nasution; Muhammad Muslim Nasution
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17874

Abstract

Abstrak: Pencemaran Sungai Deli terlihat dari airnya yang berwarna kecoklatan, sampah-sampah berserakan yang menumpuk, mulai dari pinggir hingga aliran sungai terlihat dari pendangkalannya, terjadi di beberapa titik, 70% pencemaran Sungai Deli disebabkan oleh limbah padat dan cair, limbah domestik, limbah industri, dan di sepanjang Sungai Deli mempengaruhi kualitas air sungai. Menurunnya kualitas air ditandai dengan warna air yang berubah menjadi kecoklatan dan berbau, padahal sebagian masyarakat bantaran sungai masih memanfaatkan air sungai Deli untuk kebutuhan sehari-hari dan aktivitas mencari ikan. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan hidup membuang sampah ke sungai. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran Masyarakat untuk menjaga kebersihan Sungai. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat sekitar Sungai Deli Medan dengan membudayakan kesadaran bersih Sungai/susur Sungai. Kegiatan ini telah berjalan efektif atau lancar yang diikuti oleh mitra dan paserta keseluruhan 32 orang dengan persentase peningkatan kesadaran mitra 90%.Abstract: The pollution of the Deli River can be seen from the brownish water, the scattered rubbish that has piled up, from the edge to the river flow, visible from its shallowing, occurs at several points, 70% of the Deli River pollution is caused by solid and liquid waste, domestic waste, industrial waste, and along the Deli River affects river water quality. The decline in water quality is indicated by the color of the water turning brownish and smelly, even though some people along the river still use the Deli river water for their daily needs and fishing activities. This is caused by the habit of throwing rubbish into the river. Therefore, public awareness is needed to keep the river clean. This activity aims to provide understanding and knowledge to the community around the Deli River in Medan by cultivating awareness of clean rivers/rivers. This activity has run effectively or smoothly and was attended by partners and a total of 32 participants with a percentage increase in partner awareness of 90%.
AKSI BERSIH-BERSIH PANTAI DAN SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI PANTAI MANGROVE Rahma Afwina; Mahliza Nasution; Hermansyah Hermansyah; Muhammad Muslim Nasution; Sri Frapanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35195

Abstract

Abstrak: Permasalahan sampah plastik di kawasan pesisir merupakan isu mendesak yang berdampak pada ekosistem laut, kesehatan masyarakat, dan daya tarik wisata. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Pantai Cemara Kembar, Kabupaten Serdang Bedagai, dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam pengelolaan sampah plastik berbasis partisipasi warga. Metode yang digunakan meliputi aksi bersih pantai, sosialisasi, ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari nelayan dan warga sekitar. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket dua minggu pasca kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kesadaran masyarakat, di mana 80% warga mulai melakukan pemilahan sampah rumah tangga, 60% memanfaatkan komposter, serta terjadi penurunan volume sampah plastik di pesisir sebesar 20% dari total 85 kg sampah yang terkumpul. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan teknis dan partisipatif mampu membangun kesadaran kolektif dan memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.Abstract: Plastic waste in coastal areas is an urgent issue affecting marine ecosystems, public health, and tourism sustainability. This Community Service Program (PKM) was implemented at Cemara Kembar Beach, Serdang Bedagai Regency, aiming to strengthen community capacity in managing plastic waste through participatory approaches. The methods included beach clean-up, socialization, lectures, interactive discussions, and hands-on practice involving 20 participants consisting of fishermen and local residents. Evaluation was carried out through observation, interviews, and questionnaires two weeks after implementation. The results showed a significant improvement in community awareness, with 80% of residents practicing household waste separation, 60% utilizing household composters, and a 20% reduction in plastic waste volume from an initial 85 kg collected. This program demonstrates that technical and participatory approaches are effective in fostering collective awareness and strengthening community-based environmental management.