Citra Amelia Putri
Program Studi Akuntansi, Universitas Alma Ata Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU SEBAGAI PENDEKATAN HOLISTIK INTEGRAL PENURUNAN ANGKA STUNTING DI BANJARNEGORO Effatul Afifah; Citra Amelia Putri; Putra Panglima Perkasa; Fina Syafeti; Siti Maspufah; Dian Wijayanti; Riska Audia Putri; Afidatul Latifah; Wahyunita Okta Fahlevi; Sir Rocky Muyamman; Muhammad Jamalludin; Ela Parena; Naila 'Ainaya Sholihati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19302

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan bersama 28 kader posyandu Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan kader mengenai stunting dan praktik pengukuran antropometri yang belum tepat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan peran kader dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan pencegahannya sebagai upaya pendekatan holistik integral penurunan angka stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan model pentaheliks yaitu model perumusan kegiatan dengan melibatkan pemerintah, akademisi, mitra terkait, masyarakat dan media masa. Pemberdayaan kader posyandu dilakukan melalui dua metode yaitu pendekatan edukatif dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dan terus menerus selama masa pengabdian masyarakat. Pendekatan edukatif dan pendampingan dilaksanakan di tujuh posko posyandu. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan sebesar 44,6% pemahaman kader baik dalam teori maupun praktiknya, dari 59,28% menjadi 85,71%.Abstract: Community service activities were carried out with 28 posyandu cadres in Banjarnegoro Village, Mertoyudan District, Magelang Regency, Central Java. The implementation of this activity was motivated by the low knowledge of cadres about stunting and the inappropriate practice of anthropometric measurements. The purpose of this community service activity is to empower the role of cadres in order to increase knowledge about stunting and its prevention as an integral holistic approach to reducing stunting rates. This community service activity is designed with a pentaheliks model, namely an activity formulation model involving the government, academics, related partners, the community and the mass media. Empowerment of posyandu cadres is carried out through two methods, namely educational and mentoring approaches. The educational approach and mentoring were carried out in seven posyandu posts. The result of this activity was an increase of 44,6% in cadre understanding both in cadres’ understanding both in theory and practice, from 59,28% to 85,71%.