Novena Ade Fredyarini Soedjiwo
Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Mutu Pendidikan TPQ Al-Hidayah Gatsu Dengan Pengembangan Sosial Media Septiana Anggraini; Ismi Nur Azizah; Hanun Azizah Ramadhani Ramadhani; Novena Ade Fredyarini Soedjiwo
Rahmah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Rahmah : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Jaanur ElBarik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65065/amfzsp07

Abstract

Tujuan dari Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di TPQ Al-Hidayah Gatsu melalui pemanfaatan dan pengembangan media sosial sebagai sarana pendukung pembelajaran dan komunikasi pendidikan. Permasalahan yang dihadapi TPQ meliputi keterbatasan media pembelajaran, kurangnya publikasi kegiatan, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses pendidikan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, pelatihan pengelolaan media sosial, pendampingan pembuatan konten edukatif, serta evaluasi penggunaan media sosial dalam kegiatan TPQ. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pengelola dan tenaga pendidik dalam memanfaatkan media sosial sebagai media informasi, promosi, dan pembelajaran. Selain itu, media sosial terbukti mampu meningkatkan partisipasi santri dan keterlibatan orang tua dalam kegiatan pendidikan TPQ. Dengan demikian, pengembangan media sosial memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di TPQ Al-Hidayah Gatsu baik dari aspek manajemen, pembelajaran, maupun komunikasi lembaga.
Wana Kerthi as Lived Religion: Ecological Practice and Social Cohesion in Balinese Hinduism Ervantia Restulita L. Sigai; Suroyo Suroyo; Novena Ade Fredyarini Soedjiwo; Bima Maulana Putra; Saida Kheira Benammar; Joachim Baaden
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 22 No 2 (2026): JURNAL STUDI AGAMA DAN MASYARAKAT
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jsam.v22i2.10643

Abstract

Environmental degradation, biodiversity loss, and climate change have become urgent global challenges, prompting renewed attention to the role of cultural and religious frameworks in shaping sustainable human–nature relationships. The study examined Wana Kerthi, a Balinese Hindu principle of forest preservation, as an indigenous eco-theology integrating religious devotion, environmental ethics, and social solidarity. Drawing on qualitative methods, including in-depth interviews, participant observation, and document analysis in selected Balinese communities, the particular study explored how Wana Kerthi is understood and practiced within everyday religious and social life. The findings found out that Wana Kerthi functions not only as a theological concept but also as a lived moral system in which forests are regarded as sacred entities and ecological care is expressed as an act of devotion (bhakti). At the same time, communal practices such as rituals, ngayah, and customary law (awig-awig) reinforce social cohesion and collective responsibility for environmental stewardship. Moreover, this study contributed to the growing discourse on religion and ecology by demonstrating how local belief systems serve as practical frameworks for sustainability. It offers a synthesis between Eco-theological and sociological perspectives, positioning Wana Kerthi as a model of moral ecology. Therefore, the findings provide insights for global discussions on community-based environmental governance rooted in spiritual values.