Chairun Nisa
Program Studi DIII Radiologi Fakultas Vokasi Universitas Baiturrahmah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI KESAMAAN BERKAS CAHAYA KOLIMATOR PESAWAT SINAR-X Chairun Nisa; Untoro Heri Saputro; Noviardi Prima Putra; Dipnola Dipnola; Safira Annazifa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21746

Abstract

Kendali mutu adalah bagian program jaminan mutu yang berhubungan dengan teknik yang digunakan dalam pemantauan dan pemeliharaan unsur-unsur teknis dari sistem yang mempengaruhi kualitas gambar. Salah satu kegiatan kendali mutu pada pesawat sinar-X adalah uji kesamaan berkas cahaya kolimator. Uji ini bertujuan untuk menentukan akurasi kesamaan berkas sinar-X dan berkas cahaya. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.1250 tahun 2009 tentang pedoman kendali mutu Peralatan Radiologi, frekuensi uji kesamaan berkas sinar-X dan berkas cahaya adalah satu bulan sekali atau setelah perbaikan, perawatan rumah tabung dan kolimator dengan toleransi pergeseran sebesar 2 cm. Mengingat pentingnya kendali mutu Pesawat Sinar-X maka pengujian ini perlu dilakukan secara berkala. Rumah sakit dapat menggunakan hasil pengujian ini sebagai referensi akurasi kesamaan berkas agar dapat melindungi pasien dari penambahan dosis yang tidak diinginkan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menempatkan kaset sinar-X, collimator aligment test tool di atas meja pemeriksaan kemudian dilakukan eksposi dengan tegangan tabung 60 kV, arus tabung 100 mA dan waktu 0,05 s. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pergeseran luas lapangan kolimasi dengan berkas radiasi yang dihasilkan (X1) berkurang 1,4 cm, pada sisi katoda (X2) bertambah 0,8 cm. Sedangkan pergeseran pada sisi lengan tabung (Y1) bertambah 0,8 cm, pada sisi operator (Y2) berkurang 2 cm. Simpulan penelitian ini adalah terjadi pergeseran berkas sinar-X dan berkas cahaya pada sumbu X sebesar 2,2 cm dan pada sumbu Y sebesar 2,8 cm.
ANALISA KARAKTERISTIK MAHASISWA DIII RADIOLOGI TERHADAP PENGETAHUAN PROTEKSI RADIASI PADA IMPLEMENTASI KESELAMATAN KERJA SAAT PRAKTIKUM/MAGANG Oktavia Puspita Sari; Santa Mareta; Chairun Nisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21762

Abstract

Pengetahuan proteksi radiasi yang kurang, cenderung kurang peduli dan lalai terhadap penerapan proteksi radiasi baik di laboratorium maupun di tempat praktek di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan proteksi radiasi dengan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, umur, dan tahun masuk Kuliah. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan design cross sectional, dilakukan di Prodi D III Radiologi Fakultas Vokasi Universitas Baiturrahmah. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi D III Radiologi Fakultas Vokasi di Universitas Baiturrahmah sebanyak 182 orang, pengambilan sampel  menggunakan purposive sampling. Seluruh sampel di berikan pertanyaan kuisoner, kemudian data di olah menggunakan analisa bivariate untuk pengujian hipotesa. Berdasarkan pengujian hipotesa di peroleh tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tahun masuk kuliah dan umur. Hasil selanjutnya menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan jenis kelamin, sejalan dengan Zahroh (2008), bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan jenis kelamin, hal tersebut terjadi karena perempuan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar daripada laki-laki yang cenderung memiliki sikap acuh terhadap motivasi dan cenderung malas, dan  Gracia & Jenkins (2003), menyatakan bahwa perempuan cenderung lebih kuat dalam akademik dibandingkan laki-laki. namun tidak sejalan dengan penelitian Kumurur (2008), bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan jenis kelamin.