Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Pertanian Rumah Tangga (Pekarangan Rumah) Dengan Teknik Budidaya Tanaman Sayuran Pada Kelompok Wanita Tani Al-Barokah Herjan Haryadi; Mukminah Mukminah
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v1i2.101

Abstract

Permintaan sayuran yang dikonsumsi sebagai bahan pelengkap makanan pokok akan terus berfluktuasi seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk. Program pengabdian kepada masyarakat ini di laksanakan di desa Mertak Tombok Kecamatan Praya kabupaten Lombok Tengah bertujuan meningkatkan pemanfaatan pertanian (pekarangan) rumah tangga, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan gotong royong, memenuhi kebutuhan gizi, dan mengurangi biaya pengeluaran. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Dari hasil kegiatan pengabdian yang sudah dilakukan masyarakat bisa memanfaatkan lahan pekarangan yang sempit untuk menanam berbagai jenis sayuran/tanaman. Dengan memanfaatkan pekarangan yang sempit, masyarakat tidak lagi menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada hasil pasar/pedangang keliling disamping itu juga bisa meminimalisir pengeluaran keuangan rumah tangga. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepda masyarakat ini, masyarakat belajar melakukan wirausaha dari hasil pekarangan yang mereka kelola.
Pelatihan Jurnalistik Dalam Meningkatkan Mutu Pengelolaan Berita dan Menumbuhkan Budaya Literasi Milenial Pengurus Karang Taruna Kelurahan Dasan Geres Herjan Haryadi; Mukminah Mukminah; Abdul Aziz; Falia Anjani
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v1i2.109

Abstract

tujuan agar orang lain mengetahui hal-hal yang terjadi pada saat itu. Berita dapat memberikan informasi secara transparan, terbuka dan akan meredupkan hal-hal pemikiran yang bersifat negative bagi suatu wilayah. Berita juga merupakan bagian terpenting dari Jurnalistik karena berita merupakan produk utama jurnalistik. Seorang jurnalistik harus memiliki keahlian utama yaitu menulis dan berita tidak bisa terlepas dari kata “ Menulis”. Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan potensi skill yang dimilikinya, bukan hanya kemampuan baca tulis saja.Kegiatan pelatihan jurnalistik merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk membudayakan literasi pemuda dikalangan milenial, membudayakan budaya menulis yang terus menurun dikalangan pemuda. Dalam kegiatan pengabdian mayarakat ini juga memberikan teknik atau cara dalam menulis kata-kata yang tidak dapat menimbulkan unsur sara atau melakukan kebencian terutama dalam memberikan kritikan atau masukan kepada pemerintah. pokok dalam penulisan literasi atau jurnalistik agar dapat menulis berita dengan baik, meningkatkan minat literasi yang tinggi dan berkualitas yang berpedoman pada kunci 5W + H. dengan rincian sebagai berikut :W pertama adalah Who: siapa yang terlibat dalam peristiwa itu? W kedua adalah What: apa yang terjadi? W ketiga adalah Where: dimana peristiwa itu terjadi? W ke empat adalah When: kapan peristiwa itu terjadi? W kelima adalah why: mengapa hal tersebut bisa terjadi? H atau How adalah bagaimana peristiwa itu bisa terjadi?
Kegiatan Belajar Masyarakat Dalam Mengurangi Buta Aksara dan Buta Huruf Al-Qur’an Mukminah Mukminah; Uswatun Hasanah; Ahlan Maulana
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.240

Abstract

Mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah salah satu cita-cita bangsa Indonesia. Untuk itu pemerintah melakukan berbagai kegiatan yang mengarah pada tujuan dan cita-cita bersama yakni melalui pendidikan. Pendidikan merupakan hal yang utama di era globalisasi sekarang ini. Pendidikan dapat diperoleh baik melalui jalur formal ataupun non formal. Di lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung Kabupaten Lombok Tengah tingkat buta aksara dan buta huruf Al-Qur’an masih tergolong tinggi. Di zaman yang serba modern kemampuan membaca dan menulis (aksara dan huruf Al-Qur’an) wajib dikuasai oleh semua elemen masyarakat, mengidentifikasi data tentang permasalahan, potensi, dan kebutuhan dalam pembelajaran buta aksara dan buta huruf Al-Qur’an. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat baik dari segi sosial dan ekonomi, pemberdayaan masyarakat agar mampu mandiri (berdaya), dan merancang pembelajaran keaksaraan yang praktis dan efektif bagi masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan melakukan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Adapun luaran Pengabdian Kepada Masyarakat berupa publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi sinta/Nasional tidak terakreditasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa adanya penurunan tingkat buta aksara dan huruf Al-Qur’an pada Masyarakat Dusun Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung Kabupaten Lombok Tengah, selain itu juga adanya peningkatan nilai-nilai karakter dan kedisiplinan dalam pembelajaran.
Integration of Local Wisdom in IPAS Learning for Islamic Awareness, Environment, and Sasak Culture Mukminah Mukminah; Hirlan Hirlan
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 3: July 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i3.20911

Abstract

This study examined how Sasak local wisdom was integrated into Natural and Social Sciences (IPAS) learning and how this integration supported students’ awareness of Islamic values, environmental responsibility, and Sasak cultural preservation. A qualitative case study was conducted at a public elementary school implementing the Merdeka Curriculum in Central Lombok, Indonesia. The case involved one principal, two classroom teachers, and 24 fifth-grade students. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with the principal, teachers, and selected students, and document analysis. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicated that Sasak local wisdom had not been integrated systematically into IPAS learning. Teachers experienced difficulties in mapping IPAS learning outcomes onto local cultural practices, relied mainly on textbooks and general examples, and had limited access to relevant learning resources and sustained professional support. Nevertheless, locally grounded practices such as besiru and awig-awig were perceived as making learning more contextual and supporting the internalization of religious, social, cultural, and ecological values. Based on these findings, the study proposes a contextual implementation framework that connects scientific concepts, social phenomena, Islamic values, and Sasak local wisdom through inquiry-based learning, project-based learning, ethnopedagogy, reflection, and holistic assessment. The framework may guide adaptation in elementary schools with similar cultural contexts, although further validation is required before broader implementation.