Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Manajemen Kesehatan Reproduksi Pada Remaja di SMP Negeri 18 Mataram Amnan Amnan; Dian Neni Naelasari
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.526

Abstract

Salah satu ruang lingkup dalam pelayanan kesehatan reproduksi adalah kesehatan reproduksi remaja. Permasalahan seksualitas merupakan satu dari beberapa perilaku berisiko yang menjadi sorotan pada remaja. Mengingat umur ketertarikan terhadap lawan jenis biasanya dimulai dari masa SMP maka remaja perlu menambah wawasan serta informasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bagaimana manajemen kesehatan reproduksi. Managemen kesehatan reproduksi pada remaja dapat menjadi salah satu solusi agar para remaja dapat membentuk fondasi dan berhati-hati dalam menanggapi perilaku seksual berisiko dan permasalahan lainnya serta lebih menerapkan perilaku sehat dalam kesehariannya. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat yaitu metode penyuluhan dan pemberian leaflet. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan (Tahap Persiapan, Pelaksanaan, dan Tahap Akhir). Hasil dari pengabdian yaitu Penyampaian materi dilakukan di Aula SMPN 18 Mataram menggunakan metode ceramah. Peserta aktif dalam diskusi dan dengan antusias yang tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama pelaksanaan kegiatan serta pemateri juga memberikan pertanyaan untuk peserta. Semua peserta dapat menjawab pertanyaan yang diberikan. Dari 5 peserta yang diberikan pertanyaan, 4 orang (90%) dapat menjawab dengan benar. Hal ini dikarenakan pengabdi menggunakan 2 media dalam penyamaian materi (Media Powerpoint (PPT) dan leaflet Kesehatan Reproduksi Remaja). Remaja dengan pengetahuan yang baik cenderung akan menghasilkan sikap dan tindakan yang baik pula.
Edukasi Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) Pada Remaja di SMP Negeri 18 Mataram Dian Neni Naelasari; Amnan Amnan
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.664

Abstract

Remaja pada saat ini cenderung membangun hubungan antar pribadi dengan lawan jenis. Mengingat umur ketertarikan terhadap lawan jenis biasanya dimulai dari masa SMP maka remaja perlu menambah wawasan serta informasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Edukasi pada remaja dapat menjadi salah satu solusi agar para remaja lebih bijak dan berhati-hati dalam menanggapi perilaku seksual berisiko sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit menular seksual. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai penyakit Infeksi Menular Seksual (PMS) serta menerapkan praktek baik dalam menjaga kesehatan reproduksi dalam kesehariannya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pembagian leafleat mengenai infeksi menular seksual (PMS). Sasarannya yaitu siswa-siswi SMPN 18 Mataram kelas VII dan kelas VIII yang berjumlah 25 orang. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu tahap awal, tahap pelaksanaan, tahap akhir. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa responden remaja mengalami peningkatan pengetahuan dilihat dari hasil skor pre-test dan post-tesnya. Respon dan antusias semua peserta remaja yang tinggi, dilihat juga dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada pemateri dan remaja dapat menjawab pertanyaan dari pemateri mengenai bagaimana praktek yang baik dalam menjaga kesehatan reproduksinya.
Hubungan Kualitas Pelayanan Petugas di Posyandu Dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Banyumulek Kabupaten Lombok Barat Tahun 2023 Amnan Amnan
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v3i1.450

Abstract

Tujuan Umum Untuk Mengetahui Hubungan Kualitas Pelayanan Petugas di Posyandu Dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Banyumulek Kabupaten Lombok Barat Tahun 2023. Rancangan penelitian adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional dan dianalisis secara kuantitatif. Penelitian ini dilakukan secara Cross Sectional dimana data yang dikumpulkan sekaligus pada periode waktu yang bersamaan dengan menggunakan metode kuantitatif, untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan petugas di posyandu dengan Status Gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Banyumulek Kabupaten Lombok Barat Tahun 2023. Populasi pada penelitian ini adalah balita yang terdaftar di Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Banyumulek pada bulan Februari tahun 2023 sebesar 2104 balita dan jumlah Sampel dalam penelitian ini sebagian dari balita yang terdaftar di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Banyumulek pada bulan Februari tahun 2023 sebanyak 95 sample (notoatmodjo) dan sebagai responden adalah ibu-ibu balita. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa (1) Kualitas pelayanan petugas di Posyandu Wilayah kerja Puskesmas Banyumulek Kabupaten Lombok Barat tahun 2023 didapatkan hasil tertinggi persepsi cukup tentang kualitas pelayanan sebanyak 55 orang (57,9%) kemudian persepsi kurang sebanyak 22 orang (23,2) dan terendah persepsi baik sebanyak 18 orang (18,9%). Dari kelima dimensi yang digunakan untuk menilai kualitas pelayanan, tertinggi pada dimensi bukti fisik(tangible) responden sebanyak 43 orang (45,3%) yang diteliti masih merasakan kurangnya kualitas pelayanan yang diberikan seperti peralatan penimbangan dan pengukuran belum tersedia dan terlihat rapi. (2) Status gizi balita pada penelitian ini didapatkan hasil tertinggi yaitu gizi kurang sebanyak 58 balita(61,1%), gizi baik sebanyak 28 balita (29,5%) dan terendah BGM(Bawah Garis Merah) sebanyak 9(9,5%). (3) Terdapat hubungan antara kualitas pelayanan petugas di posyandu dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Banyumulek Kabupaten Lombok Barat tahun 2020 (p= 0,002 < 0,05). Nilai Koefisen 0,291, berarti keeratan hubungan antara kualitas pelayanan petugas di Posyandu dengan status gizi balita termasuk lemah dengan arah positip.Rekomendasi bagi institusi yankes agar selalu meningkatkan kualitas pelayanan petugas di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Banyumulek kabupaten Lombok Barat terutama pada dimensi bukti fisik(tangible) seperti peralatan penimbangan dan pengukuran belum tersedia dan terlihat rapi.
Analisis Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Balita ISPA Instalasi Rawat Jalan di Puskesmas Cakranegara Kota Mataram Tahun 2023 Amnan Amnan; Munawir Munawir; B. Fitria Maharani; Indri Wulansari
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i1.651

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme yang menyerang saluran pernafasan bagian atas dan bawah. Angka kejadian ISPA di Indonesia masih tinggi, terutama pada anak-anak dan balita. Menurut Kementerian Kesehatan RI, hampir 17 % kematian setiap tahunnya disebabkan oleh ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien balita ISPA Instalasi Rawat Jalan di Puskesmas Cakranegara Tahun 2023.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data secara retrospektif terhadap pasien balita ISPA di Puskesmas Cakranegara tahun 2023.Hasil penelitian menunjukkan Penggunaan antibiotik pada responden balita ISPA secara tepat diagnosis (100%), tepat indikasi (99 %), tepat dosis (100%), tepat interval waktu pemberian (100%), dan waspada efek samping (100%). Rekomendasi: Bagi Puskesmas Cakranegara, diharapkan untuk tetap mempertahankan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien balita ISPA, secara tepat diagnosis, tepat dosis, tepat interval waktu pemberian dan waspada efek samping dan yang belum memenuhi peningkatan pengobatan secara rasional adalah tepat indikasi.