Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Detection of Enterobacteriaceae producing Extended Spectrum -Lactamases (ESBL) in Beef Cattle Sold at the Animal Market in Central Lombok Dian Neni Naelasari; Febrina Sulistiawati
Budapest International Research in Exact Sciences (BirEx) Journal Vol 4, No 2 (2022): Budapest International Research in Exact Sciences, April
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birex.v4i2.4595

Abstract

The Province of West Nusa Tenggara Province (NTB) is known as a source of beef cattle in eastern Indonesia. The use of antibiotics in animal foods can threaten health and cause antibiotic resistance to the normal flora of the animal and humans. One of the causes of antibiotic resistance is extended spectrum β-lactamase (ESBL). The purpose of the study was to detect the prevalence of ESBL-producing Enterobacteriaceae in beef cattle sold in the central Lombok animal market. The faecal samples were collected from beef cattle to 65. Cultured on MacConkey agar supplemented with cefotaxim 1 mg/L, incubated at 37oC for 24 hours. Then the growing colony were tested for ESBL producer by Double Disk Synergy Test (DDST). Identify the type of bacteria by biochemical testing. Identify the type of bacteria by biochemical testing and gram staining. Results: identified showed 1 (1.5%) sample of ESBL positive beef cattle the faecal samples with Escherichia coli bacteria (100%). Through feces, resistant bacteria contained in animal faecal can migrate to the environment and cross-transmission of genetic material between bacteria through water, soil, air, plants, food, humans and food-producing animals.
PENGARUH SALURAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH (SPAL) TERHADAP KUALITAS FISIK AIR SUMUR GALI DI DESA TELAGAWARU WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABUAPI Amnan Amnan; Dian Neni Naelasari
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.18364

Abstract

Air sumur merupakan sumber air yang paling sering digunakan masyarakat namun air sumur perlu dilakukan pengawasan terhadap kualitas fisik, kimia maupun mikrobiologinya. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang pengaruh Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) terhadap kualitas fisik air sumur gali. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh saluran pembuangan air limbah terhadap kualitas fisik air sumur gali di Desa Telagawaru. Metode yang digunakan yaitu observasional analitik  dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua sumur gali yang digunakan sebagai sarana sumber air bersih keluarga. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan besar sampel sebanyak 69 sumur gali. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Parameter SPAL yang diukur dalam penelitian ini diantaranya saluran yang dibuat dari batu bata dan semen, atau paralon, jarak dari sumber pencemar 10-15 meter, tidak retak. Hasil penelitian yaitu kondisi sumur gali memenuhi syarat sebanyak 69 (100%) namun kondisi SPAL sumur gali tidak memenuhi syarat sebanyak 69 (100%). Parameter kualitas fisik air sumur gali (bau, rasa warna) menunjukkan dari 69 Sumur Gali (SGL) yang kualitas airnya berbau sebanyak 20 SGL (29%) sedangkan 49 SGL (71%) kualitas air tidak berbau. Kualitas air yang memiliki rasa yaitu 21 SGL (30,4%) sedangkan 48 SGL (69,6%) kualitas airnya tidak berasa. Kualitas air berwarna dari 69 SGL terdapat 37 SGL (53,6%) berwarna dan 32 SGL (46,4%) tidak berwarna. Kesimpulan Ada Pengaruh Bermakna Tidak Tersedianya Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) terhadap kualitas fisik air sumur gali di Desa Telagawaru.
The Effect of Nutritional Education and Healthy Food Processing Training Local Food Materials on Knowledge and Behavior of Mothers in Feeding for Toddlers Sulistiawati, Febrina; Naelasari, Dian Neni
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.3275

Abstract

Nutrition education and training on healthy food processing made from local food is one of the efforts to increase knowledge and improve mother's behavior in processing healthy foods that are diverse, nutritious and balanced and safe for toddlers to consume. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition education and training on healthy food processing made from local food on mother's knowledge and behavior in feeding toddlers. The method used in this study is a quasi-experimental with non-equivalent control group design. The sample in this study was 60 mothers of children under five who were divided into 2 groups, namely the control group and the intervention group.
KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI PENATAGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KELOMPOK TERNAK SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN RESISTENSI MIKROBA DAN LINGKUNGAN Naelasari, Dian Neni; Harmoni, Dewi Natalia Sri; Nurmaningsih, Nurmaningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27047

Abstract

Abstrak: Pangan masih sangat mendapatkan perhatian terbesar adalah komoditas (daging) sapi. Meningkatnya kebutuhan konsumsi daging sapi di masyarakat menyebabkan peternak sapi harus memperhatikan kualitas sapinya. Ternak dan Produk yang dihasilkan harus berstandar aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Kunjungan pendahuluan didapatkan informasi dari beberapa anggota peternak bahwa jika ternak sakit maka ternak akan di biarkan sembuh sendiri, namun jika keadaan ternaknya tidak kunjung sembuh maka diberikan obat oleh dokter hewan setempat serta kelompok ternak belum pernah mendapatkan edukasi dan informasi mengenai penggunan antibiotik untuk ternak dan peternak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peternak terhadap penggunaan antibiotik secara bijak serta mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah kotoran sapi. Mitra pada pengabdian ini yaitu Kelompok Ternak Reyan Baru. Metode pengabdian terdiri dari ceramah dan praktik secara langsung. pengabdian terdiri dari 3 tahapan rangkaian kegiatan yaitu tahap awal atau persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap evaluasi menggunakan pretest dan postest untuk mengukur Tingkat pengetahuan peternak serta melakukan diskusi atau tanya jawab antara tim pengabdi dan peserta. Hasil pengabdian didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan tentang penatagunaan antibiotik sebesar 82,5% pada kategori baik. Kelompok Ternak Reyan Baru sangat komunikatif dan mengapresiasi program ini.Abstract: Food that still gets the biggest attention is the commodity (meat) beef. The increasing need for beef consumption in society causes cattle breeders to pay attention to the quality of their cattle. Livestock and products produced must be of safe, healthy, intact and halal (ASUH) standards. Preliminary visits obtained information from several farmer members that if the livestock was sick then the livestock would be left to heal on its own, but if the condition of the livestock did not improve then medication would be given by the local veterinarian and livestock groups have never received education and information regarding the use of antibiotics for livestock and breeders. This service aims to increase farmers' understanding and knowledge of the wise use of antibiotics and reduce environmental pollution due to cow feses. The service method consists of 3 stages of a series of activities, namely the initial or preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The results of the service showed that there was an increase in knowledge about antibiotic stewardship by 82.5% in the good category. The Reyan Baru Livestock Group is very communicative and appreciates this program.
The Prevalence of Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) Producing Gut Bacterial Flora Among Patients in Dr. Soetomo Hospital and Primary Health Centre in Surabaya Naelasari, Dian Neni; Koendhori, Eko Budi; Dewanti, Linda; Sarassari, Rosantia; Kuntaman, K
Folia Medica Indonesiana Vol. 54, No. 4
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The extended-spectrum b-lactamase (ESBL) producer bacteria until now were mostly identified in hospital environment. The aim of this study was to analyze the prevalence of ESBL-producing gut flora and distribution of ESBL encoding genes between hospitalized patient in Tropical Wards of Dr. Soetomo Hospital and patient from a primary health centre (PHC) as community environment in Surabaya. Thiry rectal swab samples from hospital of Dr. Soetomo patients and from PHC (60 samples in total) were collected for this study. Samples were screened in MacConkey agar supplemented with 2 mg/L of cefotaxim, incubated at 37ºC for 24 hours. Then the growing colony were confirmed with Disk Diffusion Synergy test (DDST) for diagnosis of ESBL producer. The identified ESBL producers were then identified the bacteria species by biochemical method. ESBL gene were detected by PCR with specific primers. The results showed that there was not difference of positif nuber of ESBL-producing bacteria gut floral between patients of Dr.Soetomo Hospital, 25/30 (83.3%) and PHC, 11/30 (36.7%) (p=1). The pattern of ESBL gene distributions among samples from hospital showed that SHV was 12%, TEM was 36%, and CTX-M was 80%, and from PHC were SHV 18.2%, TEM 27,3% and CTX-M 81,8%. Statistical analysis showed that the pattern was not significantly different among hospitals and PHC samples as shown by SHV gene (p=0,631), TEM (p= 0.715), and CTX -M (p=1). From each ESBL gene, the dominant genes that found producing ESBL were the CTX-M genes followed by TEM and SHV genes. The prevalence of ESBL producersin intestinal flora of both the hospital (83,3%) and the PHC (36,7%) was very high. There was not significant difference between the prevalence of ESBL producer in gut flora of hospitalized patients compared to PHC. There was found other patterns of ESBL gene combinations in the hospital of SHV+CTX-M genes, TEM+CTX-M, SHV+TEM+CTX-M genes and PHC, the combination pattern of SHV+CTX-M, TEM+CTX-M.
Hubungan Edukasi Gizi Seimbang Melalui Media Video Animasi Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja di SMPI Rahmatullah Al-Ma’arif Darek Kecamatan Praya Barat Daya Naelasari, Dian Neni; Nurmaningsih, Nurmaningsih; Saputra, lalu Muhammad Reza; Amnan, Amnan
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wwr6j977

Abstract

Anak usia sekolah merupakan sasaran yang tepat untuk memberikan intervensi edukasi gizi seimbang karena perkembangan sel-sel organ otak mulai terbentuk pada masa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan edukasi gizi seimbang melalui media video animasi terhadap tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-experimental pre-test, post-test design. Jumlah populasi dari penelitian ini sebanyak 166 orang remaja dengan total sampel penelitian sebanyak 117 orang remaja sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisisi bivariat dan univariat pada sampel penelitian ini sebelum diberikan intervensi edukasi gizi seimbang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan remaja termasuk dalam karakteristik tingkat rendah dengan nilai 82,91%, setelah di berikan intervensi edukasi gizi seimbang melalui media video animasi, tingkat pengetahuan remaja mengalami peningkatan dengan nilai 88,89% kemudian hasil dari analisis bivariat dilakukan uji korelasi dengan menggunakan komputer aplikasi (SPSS), setelah dilakukan uji korelasi pada penelitian ini hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel dapat dilihat dari nilai p-value = 0,001 (a<0,05) dan perolehan hasil perhitungan rs= 0.455 artinya terdapat hubungan yang kuat antara edukasi gizi seimbang melalui media video animasi dengan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja di SMPI Rahmatullah Al-Ma’arif Darek
Sosialisasi Pentingnya Pemberian MP-ASI untuk Mencegah Stunting Pada Baduta di Lingsar Kabupaten Lombok Barat Zulhakim Zulhakim; Dian Neni Naelasari
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kekurangan gizi ini dapat terjadi karena faktor langsung yaitu disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dan karena faktor infeksi. Sedangkan faktor tidak langsung yang dapat menyebabkan terjadinya stunting adalah dapat berupa tingkat pengetahuan ibu baduta tentang gizi, pola asuh yang didalamnya termasuk pola pemberian MP-ASI kepada baduta. Kasus stunting di Kabupaten Lombok Barat sebesar 33,61% tergolong cukup tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya stunting adalah melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan ibu pengasuh baduta terkait bagaimana pola pemberian MP-ASI kepada mereka. Metode yang digunakan untuk peningkatan kapasitas ibu baduta terkait MP-ASI ini adalah dengan melakukan sosialisasi terkait pentingnya pemberian MP-ASI yang sesuai dengan umur dan kondisi anak (baduta). Hal ini dilakukan bertujuan agar ibu baduta mampu mengatur pola pemberian MP-ASI yang benar dan diharapkan akan mencegah terjadinya stunting pada anak mereka. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan peserta sebanyak 25 orang terdiri dari beberapa unsur perwakilan masyarakat yaitu kader posyandu, perwakilan ibu baduta dari setiap dusun dan aparat desa. Materi sosialisasi membahas tentang ASI Eksklusif, Stunting, MP-ASI (pentingnya pemberian MP-ASI) yang sesuai dengan umur dan kondisi anak (baduta) agar dapat mencegah stunting pada anak mereka. Semua peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias, hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang bertanya saat diskusi dan peserta dapat menjawab pertanyaan dari pemateri ketika ditanya kembali apa isi materi yang telah dipaparkan. Dapat disimpulkan bahwa semua peserta memiliki pengetahuan setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini.
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Serta Gizi Seimbang Pada Ibu Hamil untuk Meningkatkan Imunitas Pada Masa Pandemi Covid-19 Dwi Lestari; Febrina Sulistiawati; Dian Neni Naelasari
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meluasnya peryebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Indonesia semakin meningkat. Tingkat mobilitas penduduk yang tinggi antar daerah merupakan salah satu mata rantai penularan yang sulit diputus. Sehingga fokus utama upaya pencegahan yaitu dengan memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Beberapa cara efektif yang dapat dilakukan yakni social distancing, isolasi mandiri, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rawan gizi dan memiliki sistem imunitas yang rendah. Kebutuhan gizi yang kurang terpenuhi dan rendahnya imunitas selama kehamilan dapat mempengaruhi kondisi gizi ibu dan tumbuh kembang janin, termasuk mudah mengidapp penyakit infeksi. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu untuk memberikan pengalaman belajar, informasi, dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku sehingga masyarakat (ibu hamil) sadar, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat dan gizi seimbang. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Sigerongan. Kegiatan pengabdian berupa Komunikasi Informasi dan Edukasi KIE), meliputi kegiatan pre-test, penyampaian materi, demonstrasi dan kegiatan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan phbs dan gizi ibu hamil berdasarkan hasil pre-test dan post test. Tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kategori baik saat pre-test sebanyak 4 orang, sedangkan pada saat post-test meningkat menjadi 15 orang. Kegiatan berjalan dengan lancer dan ibu hamil dapat memahami konsep tentang phbs dan gizi ibu hamil.
Sosialisasi Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Alat Pemasaran Produk Hasil Perikanan di Desa Sigerongan Dian Neni Naelasari; Muhammad Syamsussabri; Zulhakim Zulhakim
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Sosialisasi Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Alat Pemasaran Produk Hasil Perikanan Di Desa Sigerongan Lombok Barat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kreaktifitas masyarakat dalam pemasaran hasil perikanan melalui media sosial sebagai sarana pengembangan usaha berbasis teknologi dan mempertahankan ketahanan pangan Indonesia. Sasaran kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Media Sosial adalah 20 orang peternak ikan di Desa Sigerongan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Pengabdian kepada Masyarakat ini akan dilaksanakan di halaman kantor Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, NTB dengan metode: ceramah, simulasi, dan diskusi.
Edukasi PHBS di Rumah Tangga Dalam Mencegah Stunting Pada Ibu Balita di Perumahan Lingkar Permai Kota Mataram Dian Neni Naelasari; Nurmaningsih Nurmaningsih
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.220

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan adanya malnutrisi asupan zat gizi kronis dan atau penyakit infeksi kronis berulang. Stunting dapat dicegah dengan beberapa hal seperti memberikan ASI Esklusif, mengkonsumsi makanan beraneka ragam dengan menu sehat dan seimbang, membiasakan PHBS, melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, memberikan suplemen pada balita dan memantau tumbuh kembang anak secara teratur atau rutin membawa ke posyandu. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan dalam PHBS pada tingkat rumah tangga khususnya ibu hamil dan ibu dengan anak balita dalam menerapkan PHBS di rumah tangga dan untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi yang sehat dan seimbang dengan menerapkan PHBS dalam praktik pengolahan bahan makanan. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil dan ibu dengan anak balita yang berada Perumahan Lingkar Permai Kota Mataram berjumlah 15 peserta. Kegiatan pengabdian berupa edukasi PHBS dan demonstrasi mencuci tangan dengan baik dan benar disertai dengan kegiatan pre-test dan post-test. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan penerapan mengenai PHBS Di Rumah Tangga Dalam Mencegah Stunting pada Ibu Balita Di Perumahan Lingkar Permai Kota Mataram.