Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan pada Indonesia, terutama dalam aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Penurunan pertumbuhan ekonomi, gelombang PHK, dan peningkatan jumlah penduduk miskin merupakan tantangan nyata yang dihadapi. Dalam upaya mengatasi dampak tersebut, pemerintah Indonesia dan Bank Dunia merekomendasikan Program pembangunan berbasis masyarakat (Community-driven Development Programs atau CDD) serta mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai langkah pemulihan ekonomi di tingkat desa. Artikel ini mencermati kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan untuk BUMDES Bagelenan dengan fokus pada optimalisasi pemasaran digital. Workshop ini dilakukan melalui metode kelas partisipatif dengan melibatkan peserta dalam praktik pemasaran digital, termasuk penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube. Workshop bertujuan agar peserta mampu memahami dan menguasai penggunaan media sosial dalam strategi pemasaran digital serta mengerti pentingnya branding dan tagline produk BUMDES untuk meningkatkan daya saing di pasar. Selain peserta dari BUMDES, sosialisasi ini juga dihadiri oleh perwakilan UMKM di Desa Bagelenan. Mereka diberi pemahaman tentang pentingnya inovasi dalam pemasaran produk, terutama melalui platform digital. Sosialisasi ini juga membahas peran merek dalam pemasaran serta cara-cara pemasaran digital yang efektif, seperti desain grafis, video produk, kolaborasi dengan kreator konten, dan pemanfaatan media sosial. Hasil workshop menunjukkan partisipasi aktif peserta dalam diskusi dan pertukaran ide. Tim pengabdian menawarkan bantuan dan dukungan bagi BUMDES dan UMKM yang ingin terus berinovasi dalam pemasaran digital. Diharapkan bahwa kegiatan sosialisasi ini akan membantu BUMDES dan UMKM di Desa Bagelenan meningkatkan upaya pemasaran mereka dan memanfaatkan pemasaran digital sebagai alat yang efektif untuk meningkatkan perekonomian desa.