Yohanes Budi Sulistioadi
Universitas Mulawarman

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERENCANAAN JARINGAN DRAINASE MENGGUNAKAN APLIKASI SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS) DI KECAMATAN MUARA ANCALONG, KABUPATEN KUTAI TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Muhammad Adhitiya Pratama; Edhi Sarwono; Yohanes Budi Sulistioadi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.10905

Abstract

Kecamatan Muara Ancalong sering terjadi beberapa genangan saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Dampaknya yaitu terganggunya kegiatan masyarakat Muara Ancalong yang disebabkan tidak adanya jaringan drainase. Daerah tangkapan air di wilayah ini menjadi perhatian dikarenakan terdapat cukup banyak kebun sawit. Maka dari itu, penentuan jaringan drainase di wilayah ini menjadi fokus dalam penelitian ini. Pada penelitian ini, digunakan peta yang berisikan kondisi spasial di lingkungan yang dianalisis seperti pada peta drone dari hasil penginderaan jauh, dalam merepresentasikan dimensi saluran drainase, serta menggunakan metode berbasis SIG untuk membantu mempresentasikan perubahan penggunaan lahan, area limpasan dari data curah hujan yang digunakan serta elevasi di lokasi penelitian yang digunakan untuk membantu dalam mengestimasi debit air limpasan. Hasil penelitian menunjukan curah hujan rancangan dengan metode gumbel kurun waktu 5 tahun pada catchment area Desa Kelinjau Ulu dan Ilir sebesar 114.91 mm. Debit limpasan di catchment area Desa Kelinjau Ulu dan Ilir, dengan intesitas hujan kurun waktu 5 tahun 114.91 mm, luas catchment area sebesar 699 Ha dan nilai komposit (C) 0,17312, didapatkan debit limpasan (Q) sebesar 4.6 m3/detik. Jaringan drainase pada Desa Kelinjau Ulu dan Ilir terdapat 2 jaringan pembuangan air limpasan pada saat hujan yaitu pada jalan utama di Jalan Poros Muara bengkal atau disebut jalur 3 pada masyarakat setempat dan pada jaringan kedua pada Jalan Senyiur atau disebut jalur 2 pada masyarakat setempat. Dimensi yang didapatkan dari perhitungan Q rancangan debit saluran drainase yang telah didapatkan dimensi, dengan ukuran untuk tinggi 1.2 m dan lebar 1.5 m.
ANALISIS KUALITAS AIR PADA DANAU KENOHAN SUWI, MUARA ANCALONG, KABUPATEN KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR Zahrul Yafi; Yunianto Setiawan; Yohanes Budi Sulistioadi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.10116

Abstract

Danau Kenohan Suwi adalah bentang Danau yang meliputi sungai, rawa dan danau dengan nilai ekosistem esensial untuk kehidupan tumbuhan, satwa dan manusia. Danau ini terletak didalam sub DAS Kedang Kepala. Pencemaran air yang saat ini terjadi pada Danau Kenohan Suwi sudah harus mulai diperhatikan. Sehingga perlu dilakukannya penelitian yang dapat menganalisa tingkat kualitas air yang ada pada Danau tersebut. Penentuan status mutu air pada penelitian ini dilakukan menggunakan metode STORET dan Indeks Pencemaran (IP) yang telah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003. Kemudian dilakukan perhitungan Daya Tampung Beban Pencemaran (DTBP) yang telah diatur pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 28 Tahun 2009. Analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencemaran dan nilai daya tampung pencemaran yang ada khususnya untuk parameter BOD. Berdasarkan hasil dari penentuan status mutu air Danau Kenohan Suwi, didapatkan hasil bahwa status mutu air Danau tersebut adalah Cemar Ringan. Kemudian perhitungan alokasi beban pencemar Danau Kenohan Suwi dilakukan pada setiap titik. Dapat disimpulkan bahwa nilai alokasi beban pencemar parameter BOD adalah 1400 mg/m3. Adapun hasil dari perhitungan nilai daya tampung beban pencemar parameter BOD Danau Kenohan Suwi, didapatkan hasil sebesar 51,90737 ton/tahun.
PEMODELAN SPASIAL-TEMPORAL CBOD DAN DO SUNGAI LAWA MENGGUNAKAN WATER QUALITY ANALYSIS SIMULATION PROGRAM (WASP) Edhi Sarwono; Marlon I Aipassa; Ndan Imang; Yohanes Budi Sulistioadi; Komsanah Sukarti; Henny Pagoray; Sri Wahyuningsih
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.27439

Abstract

Sungai Lawa merupakan badan air penerima dari aktivitas pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit di sekitar sungai. Penelitian ini bertujuan memodelkan penyebaran Carbonaceous Biochemical Oxygen Demand (CBOD) dan dissolved oxygen (DO) di Sungai Lawa menggunakan Water Quality Analysis Simulation Program (WASP8 US EPA), menganalisis perubahan konsentrasi berdasarkan jarak hulu ke hilir, serta mengevaluasi perubahan temporal enam waktu simulasi. Ruas Sungai Lawa sepanjang 69,38 km dimodelkan menjadi 18 segmen utama dengan masukan lateral dari anak sungai dan saluran buangan. Simulasi dilakukan pada 22-23 Desember 2025 dengan keluaran pada enam waktu. Data BOD hasil pengukuran lapangan digunakan sebagai dasar input dan pembanding parameter organik, sedangkan keluaran model dianalisis sebagai CBOD sesuai variabel keadaan dalam WASP. Validasi model menggunakan MAE, RMSE, MAPE dan R2. Hasil simulasi menunjukkan CBOD berubah secara longitudinal sebagai respons masukan beban organik dan proses degradasi, sedangkan DO menunjukkan variasi yang dipengaruhi beban organik, reaerasi, dan kondisi hidraulik. Validasi terbaik CBOD terjadi pada 22 Desember 2025 pukul 00.00 WITA dengan MAE 0,26 mg/L, RMSE 0,30 mg/L, dan MAPE 9,86%; sedangkan validasi terbaik DO pada waktu yang sama, MAE 0,32 mg/L, RMSE 0,37 mg/L, dan MAPE 13,86%. Model WASP dapat digunakan untuk menggambarkan kecenderungan spasial-temporal CBOD dan DO Sungai Lawa sebagai dasar evaluasi kualitas air.
ANALISIS KUALITAS AIR DANAU MESANGAT, KABUPATEN KUTAI TIMUR Rama Tirta Nurwantara Putra; Yunianto Setiawan; Yohanes Budi Sulistioadi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.10110

Abstract

Danau Mesangat merupakan kesatuan bentang lahan basah yang meliputi aliran sungai, rawa, dan danau yang esensial untuk keberlangsungan makhluk hidup di sekitarnya. Danau ini termasuk ke dalam Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yang perlu dilestarikan. Oleh karena itu, diperlukan analisa kualitas air di danau tersebut, dalam hal ini melalui penentuan status mutu air serta perhitungan DTBP. Penelitian dilaksanakan di Danau Mesangat, Kabupaten Kutai Timur pada Juni 2022 saat muka air surut serta terdapat keterbatasan akses, dengan melakukan pengambilan sampel air permukaan danau di Danau Mesangat yang mengacu kepada SNI 6989.57:2008. Kemudian dilakukan analisis penentuan status mutu air menggunakan metode STORET dan Indeks Pencemaran (IP) serta dilakukan perhitungan Daya Tampung Beban Pencemaran (DTBP) Danau mengacu kepada PERMENLH No. 28 Tahun 2009. Analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencemaran di Danau Mesangat dan mengetahui besaran daya tampung danau tersebut untuk parameter BOD. Berdasarkan pengolahan serta analisis data, didapatkan hasil bahwa mutu air di Danau Mesangat dari penggunaan metode STORET adalah cemar ringan dengan skor rata-rata yaitu -3,67. Penentuan status mutu air berdasarkan metode IP juga menunjukkan bahwa kondisi air di Danau Mesangat ialah tercemar ringan dengan indeks rata-rata yaitu 2,23. Kemudian hasil dari perhitungan DTBP di Danau Mesangat pada parameter BOD menunjukkan bahwa danau tersebut memiliki daya tampung beban pencemar sebesar 1034,935 ton/tahun untuk parameter BOD. Alokasi beban pencemar yang dimiliki Danau Mesangat untuk parameter BOD adalah 1300 mg/m3. Hasil ini didapatkan berdasarkan perhitungan menggunakan data alokasi beban pencemar dari Sungai Mahakam karena minimnya referensi terkait badan air terdekat dari danau.