p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal (MJN)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SISTEM BELAJAR ONLINE TERHADAP KEMAMPUAN BELAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SLB B PAWESTRI KARANGANYAR Tesla Maghfira; Gunawan Gunawan; Kliwon Kliwon
Medical Journal of Nusantara Vol. 1 No. 1 (2022): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah hidup. Pendidikan akan membawa bangsa dalam kemajuan. Dimasa pandemi covid 19, pendidikan disekolah sekolah tetap berlangsung. Pemerintah memberi kebijakan atau keputusan dengan menerapkan belajar online. Dimana sistem ini dilaksanakan dengan menggunakan berbagai media seperti WhatsApp dan Zoom. Semua sekolah menerapkan sistem belajar ini temasuk Sekolah Luar Biasa (SLB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Pengaruh Sistem Belajar Oline Terhadapa Kemampuan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di SLB B Pawestri Karanganyar.Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian komparatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling dengan 15 responden kelas 4,5,6, yang terdapat di SLB B Pawestri Karanganyar. Data yang terkempul kemudian dianalisis secara univariat, bivariat ( Chi Square) dan multivariat. Hasil analisis diperoleh nilai P sebesar 0,001 atau P < 0,05 sehingga terdapat hubungan signifikan antara sistem belajar online dan peningkatan kemampuan belajar anak berkebutuhan khusus (ABK). Lalu diketahui nilai P sebesar 0,26 atau P > 0,05 sehingga terdapat pengaruh linear sistem belajar online dan kemampuan belajar siswa. Sistem belajar online mempunyai pengaruh pada kemampuan belajar siswa, dilihat dari nilai rapot yang diakumulasi sehingga di peroleh peningkatan disetiap semesternya. Ini tidak terlepas dari peran orang tua selama dirumah.
ANALISIS PELAYANAN TERAPI WICARA BERDASARKAN STANDAR PERATURAN MENTERI KESEHATAN DI KOTA SURAKARTA Gunawan; Kliwon Kliwon; Anisyah Dewi Syah Fitri
Medical Journal of Nusantara Vol. 1 No. 1 (2022): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Indonesia baik yang diselenggarakan pemerintah pusat maupun daerah harus memperhatikan mutu/kualitas pelayanan yang merupakan hak masyarakat/warga negara dan harus dipenuhi oleh pemerintah. Pelayanan kesehatan dapat menjadi jaminan bagi pelanggan/masyarakat untuk mencapai hasil berupa optimalisasi derajat kesehatan masyarakat (Leebov, 1991). Sesuai undang-undang No. 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, terapi wicara termasuk tenaga kesehatan dalam kelompok tenaga keterapian fisik. Sebagai tenaga kesehatan, terapis wicara Indonesia berkewajiban membantu suksesnya pembangunan kesehatan nasional khususnya dalam bidang kesehatan. Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat akan terapi wicara maka dibutuhkan pelayanan yang memenuhi standar. Oleh karena itu ketersediaan standar pelayanan terapi wicara yang berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah tertuang pada Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No 81 Tahun 2014 yang akan dikaji secara analisis pada penelitian ini di kota Surakarta. Tujuan. Mengetahui pelayanan terapi wicara di rumah sakit pada kota Surakarta berdasarkan Standar Pelayanan Terapi Wicara menggunakan Parameter Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No 81 Tahun 2014 Subyek dan Metode. Penelitian ini menggunakan metode survey. Jenis penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini bertujuan mencari informasi yang akan digunakan untuk memecahkan masalah bukan untuk menguji hipotesis. Informan diambil secara purposive sampling. Instrumen. dalam penelitian ini adalah Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No 81 Tahun 2014 mengenai parameter standar pelayanan terapi wicara Hasil Penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini yang dapat disimpulkan adalah dari lahan Penelitian yang disurvey sebanyak 14 lokasi rumah sakit yang berada di wilayah Surakarta terdapat 5 Rumah Sakit yang belum menyelenggarakan pelayanan terapi wicara yaitu : (1) Rumah Sakit Umum Panti Waluyo ; (2) Rumah Sakit Umum Islam Kustati ; (3) Rumah Sakit Slamet Riyadi; (4) Rumah Sakit Bersalin Tri Harsi; (5) Rumah Sakit Umum Daerah kota Surakarta, dan terdapat 9 Rumah Sakit yang sudah menyelenggarakan pelayanan terapi wicara yaitu : (1) Rumah Sakit Umum Daerah Dr Moewardi; (2) Rumah Sakit Universitas Negeri; (3) Rumah Sakit Ortopedi Prof Dr Soeharso; (4) Rumah Sakit Dr Oen; (5) Rumah Sakit Umum Hermina; (6) Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr Arif Zainudin; (7) Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Surakarta; (8) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah; (9) Rumah Sakit Umum Brayat Minulya. Berdasarkan hasil analisis parameter standard pelayanan terapi wicara (PMK) No 81 Tahun 2014 dengan rentang score 57,8 sampai dengan 86,7 yang di kriteriakan dengan nilai B dan A.