Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

LEXICONS IN SATRIA PRAWERTI DANCE Suryani, Ni Luh Putu
Jurnal JOEPALLT (Journal of English Pedagogy, Linguistics, Literature, and Teaching) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jj.v11i1.2905

Abstract

Satria Prawerti dance contains lexicons and their cultural meanings, but its dancers rarely know and use them, so it can cause language death. This study was designed in the form of a descriptive qualitative method and aimed to find the movements of  lexicons and their cultural meaning. The obtained data in this study were collected from observation and interviews technique. The result of the study shows that there are 24 lexicons in the movements. Those lexicons are divided into five parts, namely; in the neck movements there are nyeledet kanan, nyeledet kiri, kipek kanan, kipek kiri, ngangget kanan, and ngangget kiri. In the hand movements there are luk nagastru, nangkis kanan, nangkis kiri, and nyerang. In the finger movements there are jeriring. In the body movements there are ngelo kanan, ngelo kiri, ngotag pala, sleag-sleog, agem kanan, and agem kiri. In the leg movements there are tayong, nyeriksik kanan, nyeriksik kiri, tanjek kanan, tanjek kiri, piles kanan, and piles kiri. Some lexicons have different cultural meaning, while the other have the same cultural meaning. In the part of neck movements such as nyeledet kanan, nyeledet kiri, kipek kanan, kipek kiri, ngangget kanan, and ngangget kiri have the same cultural meaning. The other part have same cultural meaning is leg movements, such as; tayong, tanjek kanan and tanjek kiri. The results of this study help preserve regional languages and avoid language death and can be used by dance teachers to make it easier to teach people who want to learn the dance.
Folklor Satua Bali Tantri Kamandaka: Kajian Nilai Moral dan Fungsi Pedagogis Melalui Pendekatan Systematic Literature Review Sujana, I Wayan; Swadnyana, Ida Bagus Yoga; Pradnyani, Luh Made Lely; Suryani, Ni Luh Putu; Pradnyawati, Luh Ayu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.38038

Abstract

Tantri Kamandaka merupakan salah satu karya sastra Bali klasik yang paling monumental dan kaya akan nilai-nilai luhur. Sebagai karya yang berwujud kumpulan cerita fabel berlapis, Tantri Kamandaka telah menjadi bagian penting dari khazanah folklor dan tradisi sastra lisan masyarakat Bali selama berabad-abad. Artikel ini bertujuan mengkaji nilai moral dan fungsi pedagogis yang terkandung dalam Tantri Kamandaka melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian ini menganalisis sepuluh artikel dan publikasi ilmiah yang relevan dengan topik sastra Bali klasik, nilai moral dalam fabel, dan fungsi pedagogis sastra lisan Bali. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tantri Kamandaka mengandung nilai moral yang sangat kaya, mencakup nilai kebijaksanaan, keadilan, tanggung jawab pemimpin, kejujuran, keberanian, dan kepedulian sosial. Fungsi pedagogisnya terbukti efektif sebagai media penanaman karakter pada masyarakat luas, baik dalam konteks pendidikan formal maupun nonformal. Tantri Kamandaka juga berperan penting dalam pelestarian identitas budaya Bali dan memiliki potensi besar untuk direvitalisasi melalui media digital guna menjangkau generasi muda di era modern.
Pengaruh Metode Problem Based Learning terhadap Literasi Budaya Bali pada Cerita Rakyat Lokal Putri Ayu lan Desa Trunyan untuk Siswa SD Sutyaningsih, Anak Agung Ayu Dewi; Pradnyani, Luh Made Lely; Satiari, Putu Putri; Erawati, Anak Agung Ayu Ratih; Wraspati, ⁠Ni Komang Dyah Tri Rahma; Suryani, Ni Luh Putu; Pradnyadewi, Ni Putu Ayu Indah; Vebianti, Ni Kadek Eliana; Putra, I Putu Yoga Agasthia Dharma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.38066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode Problem Based Learning (PBL) terhadap peningkatan literasi budaya Bali pada siswa Sekolah Dasar melalui cerita rakyat lokal Putri Ayu lan Desa Trunyan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pre test–post test yang melibatkan 30 siswa kelas V SD Negeri 10 Pedungan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pre test sebesar 52,66 meningkat menjadi 80,00 pada post test, dengan selisih peningkatan 27,34 poin. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 13,3% menjadi 100%. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa metode PBL berpengaruh positif dan efektif dalam meningkatkan literasi budaya Bali siswa SD.
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR Anak Agung Gede Agung; Chindytia; Suryani, Ni Luh Putu; Ni Made Catrie Prapinta; Sagung Wina Anggreni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48673

Abstract

This study aims to describe the implementation of school principal leadership in School-Based Management (SBM) at SDN 18 Sesetan, South Denpasar District, Denpasar City, Bali. The research employs a qualitative descriptive approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews with the key informant Dra. Anik Poedjiastoeti, M.Pd. (Principal of SDN 18 Sesetan), field observations, and document analysis. Findings reveal that SDN 18 Sesetan possesses a primary strength in its human resources, with all 12 teachers certified and capable of integrating technology into instruction. The principal demonstrates participative and transformational leadership styles, evidenced by effective collaboration between teachers and the school committee. SBM implementation is effective in human resource management and community relations, yet faces serious challenges in infrastructure management due to limited operational funding. The study recommends funding diversification, mid-term infrastructure development planning, and strengthened partnerships with the local education office and private sector.