Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi Filsafat Pendidikan Islam Ratna M.; Bahaking Rama; Natsir Mahmud; A. Amiruddin
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah "filsafat ilmu" digunakan untuk menggambarkan berbagai pandangan kritis tentang semua hal yang berkaitan dengan dasar ilmu dan bagaimana hal itu berkaitan dengan semua aspek kehidupan manusia. Setiap bidang ilmu memiliki bagian yang unik. Ilmuwan memiliki benda, pernyataan, proposisi, dan karakteristik. Keempat komponen tersebut difokuskan pada tiga landasan filsafat: epistemologi, aksiologi, dan ontologi.Penulis artikel ini membahas filosofi ontologi, epistemologi, dan aksiologi dengan menggunakan studi literatur atau penelitian dari berbagai karya ilmiah dan buku yang berkaitan dengan topik tersebut. Analisis menyatakan bahwa ontologis dasarnya berbicara tentang hakikat "yang ada". Ketika ilmu pengetahuan ditinjau dari perspektif ontologi, tujuannya adalah untuk membuktikan dan menelaah kebenarannya. Epistemologi membahas dasar, sumber, karakteristik, kebenaran, dan cara pengetahuan diperoleh. Epistemologi mempromosikan ilmu pengetahuan. Pembahasannya terfokus pada bagaimana para ilmuwan menggunakan sumber dan metode untuk mengembangkan pengetahuan. Dalam psikologi analitik, hubungan antara ilmu dan nilai sangat penting.Aksiologi memeriksa apakah sebuah ilmu pengetahuan layak atau tidak dikembangkan berdasarkan nilai.
PROSPEK PENGEMBANGAN PAI (STUDI TENTANG MASA DEPAN DAN TANTANGANNYA) Sitti Muthmainnah; Bahaking Rama
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan menyajikan solusi yang dapat mengatasi tantangan tersebut. Metode penelitian studi pustaka dengan data diperoleh melalui pencarian dan seleksi literatur dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan publikasi terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pengembangan kurikulum PAI meliputi kebutuhan akan peningkatan kualifikasi guru, integrasi teknologi dalam pembelajaran, dan penyesuaian kurikulum dengan perkembangan zaman. Solusi yang diusulkan mencakup pelatihan dan pengembangan profesional terkait dengan kurikulum PAI, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta peningkatan kolaborasi antara institusi pendidikan dan stakeholder terkait. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya pendekatan holistik dalam memperbaiki kurikulum PAI yang dapat memperkuat identitas Islam serta meningkatkan keterampilan siswa untuk menghadapi tantangan global.
Manusia Dan Eksistensinya Dalam Pandangan Filsafat Islam Sitti Muthmainnah; Bahaking Rama; Moh. Natsir Mahmud
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v1i2.0238

Abstract

Tulisan berjudul Manusia dan eksistensinya dalam pandangan filsafat islam memberi gambaran bagaimana manusia dalam filsafat islam. Tujuan dari pembuatan makalah ini untuk mengetahui seperti apa definisi manusia dalam pandangan filsafat islam, kemudian memahami eksistensi manusia dan tahap-tahpanya dalam eksistensi filsafat islam serta memahami hubungan fitrah dengan pendidikan islam. Penulisan makalah ini merupakan kajian pustaka dengan menggunakan jenis metode kualitatif, adapun sumber-sumber yang dicantumkan adalah sumber yang kredibel berupa buku dan website resmi. Manusia adalah yang terdiri dari unsur jasad dan roh yang memiliki akal, budi pekerti yang membedakannya dengan makhluk yang lain seperti iblis, malaikat, binatang maupun tumbuhan. Eksistensi manusia bermakna keberadaan manusia sebagai sesuatu yang berada yang berbeda dengan keberdaan makhluk yang lain. Eksistensi dalam pengetahuan barat memiliki beberapa tahap yaitu tahap eksis, etis dan riligius. Sedangkan menurut filsafat pendidikan Islam : Jasad, roh, dan jiwa.Manusia dalam pandangan Islam adalah khalifah Allah di muka bumi. Sebagai duta Tuhan, dia memiliki karakteristik yang multidimensi, yakni pertama, diberi hak untuk mengatur alam ini sesuai kapasitasnya.
Analisis Kritis Pendidikan Sekuler dalam Konteks Pendidikan Modern Ahsan Taqwim; Wahyuni; Bahaking Rama; Ferdinan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4823

Abstract

Pendidikan modern ditandai oleh dominasi paradigma sekuler yang memisahkan ranah ilmu dan nilai dari agama, sementara filsafat pendidikan Islam menekankan kesatuan ilmu dan wahyu. Analisis kritis terhadap pendidikan sekuler dalam konteks pendidikan modern masih jarang dilakukan secara sistematis dari perspektif filsafat pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis secara kritis pendidikan sekuler dalam konteks pendidikan modern serta mendiskusikan implikasinya bagi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konseptual dan studi literatur. Sumber data berupa karya-karya primer dan sekunder tentang pendidikan sekuler, pendidikan modern, dan filsafat pendidikan Islam. Data dianalisis melalui interpretasi kritis, komparasi konsep, dan refleksi filosofis. Analisis menunjukkan bahwa pendidikan sekuler dalam konteks modern memiliki karakteristik pemisahan institusional agama dan negara, penekanan pada rasionalitas instrumental, serta orientasi pada pasar kerja. Dari perspektif filsafat pendidikan Islam, hal ini menimbulkan tantangan terhadap integrasi nilai dan ilmu serta terhadap pembentukan karakter yang berlandaskan wahyu. Di sisi lain, terdapat peluang untuk mengembangkan respons konstruktif melalui pendidikan Islam yang kritis dan kontekstual. Pendidikan sekuler dalam konteks pendidikan modern perlu dipahami secara kritis; filsafat pendidikan Islam menawarkan kerangka normatif dan epistemologis untuk menilai dan merespons dinamika tersebut. Implikasinya, pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan perlu mempertimbangkan dialektika antara tuntutan modernitas dan visi pendidikan Islam.