Supriyono Asfawi
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Penerapan Budaya Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja di Area Konstruksi PT. Jaya Kusuma Sarana (JKS) Depi Sri Rahmawati; Supriyono Asfawi
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 1 (2023): JULI 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i1.7196

Abstract

Budaya keselamatan menitik beratkan pada keadaan untuk mempertimbangkan adanya penanggulangan kecelakaan kerja. Budaya K3 dapat dibentuk dengan komitmen top manajemen, regulasi dan prosedur, komunikasi, keterlibatan pekerja, Iingkungan sosiaI kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah menganaIisis hubungan penerapan budaya kesehatan dan keseIamatan kerja terhadap kepuasan kerja di PT. JKS (Jaya Kusuma Sarana). Jenis penelitan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desai studi cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden dengan lokasi penelitian di Pantai Indah Kapuk I pada bulan Oktober-Juni 2021. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan diolah menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara komitmen top manajemen (p<0,001), regulasi dan prosedur (p<0,001), komunikasi (p<0,001), keterlibatan pekerja (p<0,001), lingkungan sosial kerja (p<0,001) terhadap kepuasan kerja di area konstruksi PT. JKS. Kepuasan kerja kategoritinggi sebanyak 52 responden (54,2%) sedangkan tingkat kepuasan kerja dengan kategori rendah sebanyak 44 responden (45,8%). Untuk membentuk budaya K3 perusahaan harus memberikan dukungan positif terhadap pelaksanaan K3. Meminimalkan kejadian kecelakaan merupakan peran budaya K3 sebagai pengontrol yang dapat digunakan dilingkungan kerja dengan diberlakukannya secara efektif.
Analisis Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Laundry Di Kelurahan Peterongan Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang Hanim Mahfiroh; Supriyono Asfawi
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i2.7197

Abstract

Kelelahan dapat mengakibatkan kecelakaan kerja yang tentunya berdampak langsung pada tingkat produktifitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja di laundry pekerja di Desa Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 41 pekerja laundry di Desa Peterongan menggunakan metode total random sampling. Hasil studi menunjukkan nilai rata-rata kelelahan adalah 1663,73 milidetik yang termasuk dalam kategori berat. Responden didominasi oleh orang dewasa (20-60 tahun) sebanyak 39 karyawan atau 95,1%. Rata-rata masa kerja pekerja adalah 4 tahun dan masuk pada kategori lama, rata-rata beban kerja adalah 77,439/menit dalam kategori ringan dan sebanyak 21 pegawai berstatus gizi normal. Hasil penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara umur, masa kerja, beban kerja, dan status gizi dengan tingkat kelelahan kerja karena sebagian besar karyawan mengalami kelelahan kerja dalam kategori berat.Peneliti menyarankan agar karyawan mendapatkan jam istirahat yang cukup dan istirahat setiap hari. Selain itu,pekerja yang berusia < 40 tahun sebaiknya ditempatkan atau ditugaskan pada bagian yang tidak panas karena kelenjar keringat memiliki respon yang lebih lambat jika dibandingkan dengan orang yang lebih muda.