MG Catur Yuantari
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan KejadIan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Industri Furniture di PT Global Home Solution Dessy Rachmawati Putri; MG Catur Yuantari
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 1 (2023): JULI 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i1.7241

Abstract

Kecelakaan kerja adalah suatu keadaan yang tidak diinginkan dan tidak diharapkan yang dapat mengakibatkan hilangnya nyawa atau harta benda. PT. Pekerja Global Home Solutions tidak menggunakan APD lengkap seperti sepatu, sarung tangan, kacamata pengaman. Pekerja sering mengalami kecelakaan kerja ringan seperti tertimpa pemotong, terkena lem, dll. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara umur, masa kerja, penggunaan APD, dan penerangan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja industri mebel di PT Global Home Solution. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling atau populasi penelitian ini adalah pekerja produksi sebanyak 45 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran menggunakan luxmeter, serta data diolah dengan uji Spearman Rank. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa usia, masa kerja dan pencahayaan tidak memiliki hubungan dengan kejadian kecelakaan kerja. P-Value (umur = 0,408), P-Value (masa kerja = 0,793), P-Value (iluminasi = 0,837). Sedangkan terdapat hubungan antara penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja dengan nilai P-Value sebesar 0,045 pada pekerja industri mebel di PT Global Home Solution. Angka kecelakaan masih tergolong tinggi meskipun hanya kecelakaan ringan. Diharapkan perusahaan dapat memberikan informasi tentang kecelakaan kerja dan cara pencegahannya, menyediakan APD lengkap, meningkatkan pengawasan, dan membuat izin kerja. Sementara itu, pekerja diharapkan lebih patuh dalam penggunaan APD
Hubungan antara Kelelahan Kerja dan Stress Kerja terhadap Kinerja Karyawan Kedai Kopi di Kecamatan Semarang Timur Dandy Yurihumala Saputra; MG Catur Yuantari
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i2.7243

Abstract

Kelelahan dalam bekerja menjadi salah satu faktor penghambat efisiensi seseorang dalam menjalankan aktifitas pekerjaannya. Salah satu gejala gangguan kesehatan pada seorang karyawan dalam suatu perusahaan yang timbul akibat pekerjaan adalah kelelahan kerja. Stres Kerja merupakan situasi krisis yang menciptakan rendahnya fisik serta psikis, yang mempengaruhi perasaan, proses berpendapat dan situasi karyawan.  Para karyawan yang menghadapi stres dapat menurun tingkat kinerjanya, yang mengakibatkan terancamnya kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Variabel bebas dalam peneletian ini adalah kelelahan kerja dan stress kerja. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini seluruh pekerja kedai kopi di Kecamatan Semarang Timur yang dilakukan di 3 kedai kopi. Jumlah populasi dari ketiga kedai kopi tesebut sebanyak 30 orang yang berupa barista, waiters dll. Sampel yang digunakan total sampling. Mengambil seluruh anggota populasi atau semua anggota sebagai sampel disebut sebagai total sampling.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa stress kerja terhadap kinerja karyawan tidak ada hubungan, nilai P-Value 0,136. Sedangkan ada hubungan antara kelelahan kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai P-Value 0,001 pada pekerja kedai kopi di Kecamatan Semarang Timur. Peneliti menyarankan bagi pekerja yaitu menjalankan olahraga ringan dan rutin melakukan peregangan ringan diantara jam kerja supaya mampu merilekskan otot-otot yang kaku serta mendengarkan musik, karena dengan mendengarkan musik mampu menghilangkan ketegangan di tubuh pada saat bekerja.