Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Beyond Use Date dan Expired Date pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Martapura Diah Aulia Rosanti; Sri Oktaviana Sari; Sindwi Rinanda Sari; Rachul Ridho Mahendra; Nahdha Nahdha; Helsawati Helsawati; Anggi Fridewini; Nadya Rahmi; Dita Ayulia Dwi Sandi; Okta Muthia Sari; Rina Astiyani Jenah; Noor Hafizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i4.10888

Abstract

Perilaku masyarakat dalam menyimpan dan membuang obat perlu dibarengi dengan pengetahuan yang benar agar tidak berdampak terhadap pengobatan yang tidak optimal. Oleh sebab itu, penting dilakukan promosi kesehatan memgenai batas penggunaan obat atau beyond  use date (BUD) dan expired date. Tujuan sosialisasi adalah untuk memberikan edukasi tentang Beyond Use Date (BUD) dan expired date kepada masyarakat dalam penyimpanan obat yang tepat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan dibantu media seperti leaflet, banner, dan video edukasi. Sasaran edukasi adalah pasien dan/atau keluarga pasien yang sedang menunggu obat di rawat jalan rumah sakit. Evaluasi pengetahuan peserta terkait BUD diperoleh hasil 88% menjawab dengan tepat. Kesimpulannya pemberian edukasi memberikan dampak terhadap pengetahuan peserta terkait BUD dalam penyimpanan obat. Kata Kunci:  Kualitas Obat, Penggunaan Obat, Penyimpanan Obat, Sosialisasi   The behavior of the community in storing and disposing of drugs needs to be accompanied by correct knowledge so as not to have an impact on treatment that is not optimal. Therefore, it is crucial to conduct health promotion regarding the limitations of drug use or beyond use date (BUD) and expiration date. The goal of socialization is to inform the public about beyond use date (BUD) and expired date in regards to proper drug storage. The technique is counseling with the aid of media like flyers, banners, and instructional videos. Patients who are waiting for medications in hospital outpatient care and/or their families are the target audience for education. Evaluation of participants' knowledge related to BUD resulted in 88% answering correctly. In conclusion, the provision of education has an impact on participants' knowledge related to BUD in medicine storage.
MAZHAB HANAFIAH DAN PERKEMBANGANNYA: SEJARAH DAN PETA PEMIKIRAN Murni Utami; Noor Hafizah; Nurul Izatil Hasanah
Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): April : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i2.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Mazhab Hanafiah dan perkembangannya, Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian pustaka (library research). Data yang diperoleh kemudian dianalisis serta ditelaah secara mendalam atas referensi yang dipakai, sebagaimana halnya dalam studi kepustakaan atau library research. Penelitian ini, menjelaskan bahwa Imam Abu Hanifah adalah pendiri dari Mazhab Hanafi, Nama Asli Beliau An-Nu’man bin Tsabit bin Zuwatha, Metode istinbath hukum madzhab Hanafi ada 6, yaitu: Al-Qur’an, Sunnah, Fatwa para sahabat, Qiyas, Ihtihsan, dan Urf. Murid Imam Abu hanifah yang paling terkenal yaitu Imam Abu Yusuf, Yaqub bin Ibrahim Al-Anshary, Imam Muhammad bin Hasan bin Farqad Asy-Syaibany, Imam Zafar bin Hudzail bin Qias Al-Kufy dan Imam Hasan bin Ziyad Al-Luluy, Sebagai ulama yang terkemuka dan banyak memberikan fatwa, Imam Abu Hanifah meninggalkan banyak ide dan buah fikiran. Sebagian ide dan buah fikirannya ditulisnya dalam bentuk buku, tetapi kebanyakan dihimpun oleh murid-muridnya untuk kemudian dibukukan, Mazhab Hanafi yang terkenal dengan ahl- al-ra’y ini berkembang dengan pesatnya dan diterima masyarakat secara luas.