Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Promosi Kesehatan “Bijak Menggunakan Antibiotik” pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Rizka Aulia Norsafitri; Radha Eka Mulia; Herningtyas Nautika Lingga; Dinna Fitria Kumala
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i1.8842

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang sering diresepkan dalam pelayanan kesehatan terutama untuk pengobatan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Ketidaktepatan dalam menggunakan antibiotik dapat mengakibatkan munculnya masalah lain seperti peningkatan terjadinya efek samping dan kejadian resistensi. Banyaknya kesalahan dalam menggunakan antibiotik oleh masyarakat disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat di lingkungan kerja Puskesmas Martapura 2 tentang penggunaan antibiotik. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara penyuluhan menggunakan leaflet dan merupakan pengabdian masyarakat deskriptif menggunakan kuisioner sebagai instrumen. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 30 responden yang merupakan masyarakat di lingkungan kerja Puskesmas Martapura 2. Hasil yang diperoleh menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi tentang penggunaan antibiotik secara bijak. Kata Kunci: Antibiotik, Edukasi, Leaflet, Masyarakat, Penyuluhan  Antibiotics are drugs that are often prescribed in health services, especially for treatment of infectious diseases caused by bacteria. Inappropriate use of antibiotics can lead to the emergence of other problems such as an increase in the occurrence of side effects and the incidence of resistance. The high use of antibiotics that are not appropriate in the community is caused by a lack of public knowledge regarding antibiotics. This community service aims to educate the community in Martapura 2 Community Health Center work environment about the use of antibiotics. This community service is carried out by means of counseling using leaflets and is a description of community service using an instrument in the form of a questionnaire. The number of respondents in this service is 30 respondents who are people in the working environment of the Martapura Health Center 2. The results obtained from this service are an increase in public knowledge about the wise use of antibiotics after being given education
Empowering Patients through Education on Medication Use during Fasting at Martapura 2 Community Health Center Cut Nadia Anne Sanha; Inatsa Dwi Tatsbita; Ira Qadariah; Dinna Fitria Kumala; Muhammad Ikhwan Rizki; Satrio Wibowo Rahmatullah; Anna Khumaira Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.18382

Abstract

Bulan Ramadhan menyebabkan perubahan pola makan dan jadwal konsumsi obat yang berpotensi menimbulkan kesalahan penggunaan obat sehingga diperlukan edukasi yang tepat dari tenaga kefarmasian. Peran apoteker dalam kegiatan promotif dan preventif sangat penting untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai penggunaan obat secara rasional selama puasa. Keterbatasan pemahaman pasien di Puskesmas Martapura 2 mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi kesehatan. Kegiatan diawali dengan identifikasi permasalahan dan perizinan, dilanjutkan penyusunan materi serta pembuatan leaflet edukasi, kemudian pemilihan 20 responden dengan teknik accidental sampling pada 21 Februari 2026, pelaksanaan edukasi individual menggunakan metode one-on-one disertai pre-test dan post-test, serta evaluasi melalui perbandingan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan responden didominasi usia 20-40 tahun (50%), perempuan (70%), dan pendidikan SMA/sederajat (50%). Peningkatan pengetahuan tertinggi terdapat pada instruksi penggunaan obat selama puasa sebesar 89,47%, diikuti rute pemberian obat dan kepatuhan minum obat masing-masing 45%, sedangkan peningkatan terendah pada cara konsumsi obat sebesar 15% karena nilai awal sudah tinggi. Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien terkait pengelolaan obat selama puasa dan memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas dengan konseling berbasis brosur dan pelaksanaan berkelanjutan. Kata Kunci: Edukasi Farmasi, Pemberdayaan Pasien, Penggunaan Obat, Puasa, Ramadhan Ramadan leads to changes in eating patterns and medication schedules that may increase the risk of medication use errors, thereby requiring appropriate pharmaceutical education. The role of pharmacists in promoting and preventing medication errors is essential to improving patients’ understanding of rational medication use during fasting. Limited patient knowledge at Puskesmas Martapura 2 encouraged the implementation of this health education program. The activity began with problem identification and obtaining administrative permission, followed by the development of educational materials and leaflet design, the selection of 20 respondents using accidental sampling on February 21, 2026, the implementation of individual one-on-one education accompanied by pre-test and post-test, and evaluation through comparison of scores before and after the intervention. The results showed that respondents were predominantly aged 20-40 years (50%), female (70%), and had a senior high school education (50%). The largest increase in knowledge was observed in medication use instructions during fasting (89,47%), followed by routes of administration and medication adherence (45% each), while the smallest increase was observed in medication consumption methods (15%) due to high baseline scores. This educational intervention proved effective in improving patients’ understanding of medication management during fasting and has the potential to be implemented more broadly with leaflet-based counseling and sustainable programs.