Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Narkoba Kepada Kader dan Karang Taruna di Kelurahan Landasan Ulin Tengah Hayatun Izma; Difa Intannia; Herningtyas Nautika Lingga; Alya Zainah; Bayu Wiratama; Fitriana Rahmi; Laode Muhammad Indra Kesuma; Nahdiya Nahdiya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i3.10191

Abstract

Penyalahgunaan narkoba semakin marak dan hingga kini masih menjadi permasalahan nasional yang belum teratasi. Pengguna narkoba berasal dari berbagai jenjang status sosial ekonomi mulai dari menengah bawah hingga menengah atas, tidak hanya orang dewasa namun sekarang menyebar hingga tingkat remaja dan anak-anak. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba memerlukan dukungan dari semua lapisan Masyarakat. Kader dan karang taruna merupakan orang-orang terdekat dengan Masyarakat dan berperan penting dalam peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai narkoba kepada kader dan karang taruna agar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat lainnya, sehingga pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Masyarakat dapat berjalan. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yaitu pretest, penyampaian materi dengan metode ceramah menggunakan media powerpoint, dilanjutkan sesi diskusi dan posttest. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan melalui kuisioner pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari 84,6% menjadi 86,9%.Kata Kunci: Kaderisasi, Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, MasyarakatDrug abuse is increasingly widespread and is still a national problem that cannot resolved optimally. Drug users range from lower to middle economic levels to upper socio-economic status, not only adults but also teenagers and children. Drug prevention and eradication efforts require support from all levels of society. Cadres and Karang Taruna are the people closest to the community and play a leading role in improving the quality of health and welfare of the community. The activity aims to provide drug education to cadres and Karang Taruna so that they can provide education to other communities so drug prevention and eradication can occur in society. The activities were a pretest, Provide education using lecture method with PowerPoint Presentation, a discussion session, and a posttest. Based on evaluations through pretest and posttest, it showed an increase in participants knowledge from 84.6% to 86.9%.
Acne Fighter Microemultion Gel mengandung Basil Oil (Ocimum sanctum) Noridafi Noridafi; Alya Zainah; Nahdiya Nahdiya; Salsabila Azzahra Rusda; Syifa Nur Cahyani; Mia Fitriana
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.23773

Abstract

Jerawat adalah masalah kulit yang ditandai inflamasi pada folikel rambut dan kelenjar sebaceous kulit. Infeksi bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes) dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya jerawat. Basil oil telah terbukti memiliki potensi sebagai obat jerawat yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 2% v/v dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) sebesar 3,5% v/v. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi mikroemulgel basil oil dan menguji karakteristik fisik sediaan. Mikroemulgel diformulasikan dengan konsentrasi basil oil 2, 3, dan 4%. Karakterisasi yang dilakukan yaitu uji organoleptis, pH, viskositas, transmitan, sentrifugasi, dan uji daya sebar. Hasilnya, semua formulasi menunjukkan karakteristik organoleptis yang baik. pH sediaan sebesar 7,77; 7,60; dan 7,53. Viskositas berada pada rentang 2,5-6,75 cPs serta transmitan mikroemulgel basil oil sebesar 99,80; 99,33; dan 91,60%. Sediaan juga stabil setelah disentrifugasi dan daya sebar 5,50; 5,83 dan 5,83 cm. Kesimpulan penelitian ini yaitu mikroemulgel basil oil menunjukkan karakteristik fisika dan kimia yang baik. Kata Kunci : Basil Oil, P. acnes, Jerawat, Mikroemulgel, Minyak Acne is a skin condition characterized by inflammation of the hair follicles and sebaceous glands of the skin. Infection with the bacterium Propionibacterium acnes (P. acnes) can be one of the causes of acne. Basil oil has been proven to have potential as an acne treatment with the ability to inhibit the growth of P. acnes bacteria at a minimum inhibitory concentration (MIC) of 2% v/v and a minimum bactericidal concentration (MBC) of 3.5% v/v. This study aims to formulate basil oil microemulsions and test the physical characteristics of the preparations. Microemulsions were formulated with basil oil concentrations of 2%, 3%, and 4%. Characterization was performed using organoleptic tests, pH, viscosity, transmittance, centrifugation, and spreadability tests. The results showed that all formulations had good organoleptic characteristics. The pH of the preparations was 7.77, 7.60, and 7.53. The viscosity was in the range of 2.5-6.75 cPs and the transmittance of the basil oil microemulsions was 99.80, 99.33, and 91.60%. The preparations were also stable after centrifugation, with spreading power of 5.50, 5.83, and 5.83 cm. The conclusion of this study is that basil oil microemulsions exhibit good physical and chemical characteristics.