Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Konsep Digitalisasi dalam Pencegahan Stunting melalui Aplikasi e-Health Simpati di Kabupaten Sumedang Tahun 2023 Qothrunnada Hadid; Fitriyani Aprilia; Novelia Damayanti; Ivan Darmawan
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 11 (2023): Desember
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10288643

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang berhubungan dengan kekurangan gizi yang dialami oleh balita dan anak usia sekolah. Stunting ini memiliki dampak pada pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif anak. Hal ini tentu menjadi permasalahan serius yang harus dihadapi oleh pemerintah. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini, pemerintah perlu memanfaatkan hal tersebut secara optimal. Dengan pemanfaatan teknologi informasi ini lahirlah e-government. E-government ini menuntut pemerintah untuk memberikan pelayanan secara daring kepada masyarakat, salah satunnya adalah inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, yaitu membuat Aplikasi e-Health Simpati yang ditujukan untuk pencegahan serta penurunan angka stunting di Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi pustaka dan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi dari Aplikasi e-Health Simpati dengan menggunakan analisis tiga elemen dalam e-government, yaitu support, capacity, dan value. Hasil dari penelitian ini menunjukkan aplikasi e-Health Simpati ini dapat mencapai keberhasilan dalam menurunkan angka stunting selama kurun waktu dari tahun 2018-2022 namun masih banyak aspek yang perlu diperbaiki diantaranya adalah perlunya pemberian perhatian yang khusus untuk meningkatkan kapabilitas dari sumber daya manusia serta peningkatan pengetahuan terkait layanan yang berbasis digital.
Membangun Birokrasi yang Responsif melalui Implementasi Prinsip Serve Citizens, Not Customers di RSUD Berkah Kabupaten Pandeglang Qothrunnada Hadid
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa Vol 9 No 2 (2024): Kebijakan Pelayanan Pemerintahan
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jipsk.v9i2.4712

Abstract

The health sector is an important pillar in a country's development. It has become an obligation for the government to provide quality health services that meet the needs of the community. To be able to design health services that suit the expectations and needs of the community, a responsive bureaucracy and community involvement are needed in every service process. The new public service paradigm is present as a relevant approach to realizing health services that are more community oriented. Therefore, this research aims to understand how the principle of Serve Citizens, Not Customers in the New Public Service is implemented in the context of health services and what obstacles are faced, specifically at Berkah Pandeglang Regional Public Hospital. This research uses a qualitative method where data collection is carried out through a literature study, observation, and interviews. The results of this research show that Berkah Pandeglang Regional Public Hospital has succeeded in implementing the principle of Serve Citizens, Not Customers from the New Public Service concept. Apart from that, good implementation has been seen in the aspects of fairness and personal attention. However, this research also identified that aspects of reliability and convenience still need to be optimized, and there are still several obstacles that must be faced to improve overall service quality. Keywords: Implementation, Public Services, Bureaucracy, New Public Service.