Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Akupresur Dengan Jari Tangan Menurunkan Kecemasan Dan Keluhan Wanita Menopause Pada Kader Puskesmas Tanah Sereal Kota Bogor Agustina Agustina; Ati Nuraeni; Yanti Apriyanti; Franciscus Xaverius
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.5581

Abstract

Diperkirakan sepertiga dari masa hidup wanita akan berada dalam kurun usia dengan kondisi hipoestrogen yang ditandai dengan adanya siklus haid yang tidak teratur sampai dengan tidak mengalami haid atau menopause, kondisi ini akan menimbulkan berbagai macam gangguan baik secara fisik maupun psikologis yang akan memberikan dampak negatif baik jangka pendek maupun jangka panjang, (Baziad, 2020). Berdasakan hasil penelitian sebelumnya keluhan yang banyak dirasakan pada wanita menopause yaitu adanya penurunan fungsi fisik dan keluhan kecemasan. Hasil uji statistik kecemasan tinggi mempunyai peluang 5,7 kali memiliki keluhan menopause dibanding kecemasan ringan, sedang, (Agustina, 2020). Selain terapi farmakologi saat ini banyak alternatif pilihan salah satunya adalah akupresur yang merupakan terapi alami yang bertujuan meningkatkan kesehatan holistik atau menyeluruh yang dikenal dengan istilah Holistic Care. (M Ferry Wong, 2019). Tujuan penelitian ini membuktikan pengaruh terapi akupresur mandiri terhadap penurunan tingkat kecemasan dan keluhan menopause pada kader Kesehatan.  Metode penelitian menggunakan pendekatan Quasi Experimental pre - post test design   pada kelompok kasus dan kontrol dengan perlakuan pada kelompok kasus berupa terapi akupresur dengan jari tangan. Responden penelitian adalah kader Kesehatan Posbindu yang sudah menopause dengan usia 45 – 55 tahun sebanyak 62 responden menggunakan pusposive sampling. Penelitian ini telah dilakukan kader wilayah Puskesmas Tanah Sereal dan Puskesmas Merdeka Kota Bogor. Jumlah responden sebanyak 62 orang, menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan independent samples t test dan paired samples t test. Hasil penelitian didapatkan adanya penurunan tingkat kecemasan dan keluhan menopause setelah intervensi akupresur mandiri dengan jari tangan (p-value= 0,005). Rekomendasi penelitian ini diharapkan pentingnya intervensi akupresur mandiri untuk mengatasi masalah keluhan fisik dan kecemasan pada wanita menopause.
Akupresur Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Gang Kelor Kota Bogor Agustina Agustina; Susmadi Susmadi; Ita Pursitasari; Eros siti Suryati; Franciscus Xaverius
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1169

Abstract

Background: Hypertension remains a significant public health challenge in Indonesia, with a prevalence of 34.11% (approximately 90 million people). West Java Province reports one of the highest national prevalence rates at 39.60%, with 56,411 documented cases in Bogor City alone. Often termed "The Silent Killer," hypertension frequently presents without symptoms yet substantially increases the risk of cardiovascular disease, stroke, renal failure, and other complications. Beyond pharmacological interventions, complementary therapies such as acupressure have gained attention as holistic approaches to blood pressure management. However, evidence regarding its specific efficacy beyond educational interventions remains limited. Objective: This study aims to investigate the effect of acupressure therapy on reducing blood pressure in individuals with hypertension compared to sham acupressure combined with health education. Methods: A quasi-experimental study with pre-test and post-test control group design was conducted from June to October 2024 at Gang Kelor and Pasirmulya Community Health Centers, Bogor City. A total of 60 participants aged 45–65 years were recruited through purposive sampling from the PROLANIS chronic disease management program. The intervention group (n=30) received hypertension education and acupressure therapy targeting seven specific acupoints (GV 20, GB 20, TE 17, LI 4, LR 2, LR 3, and BL 23), while the control group (n=30) received equivalent education with sham acupressure at non-acupoints. Both groups received five sessions over four weeks. Blood pressure measurements were taken at baseline and post-intervention. Data were analyzed using independent samples t-test and paired samples t-test with a significance level of α=0.05. Results: Both groups demonstrated significant reductions in systolic blood pressure (intervention: mean difference=12.07 mmHg, p<0.001; control: mean difference=17.53 mmHg, p<0.001) and diastolic blood pressure (intervention: mean difference=6.47 mmHg, p=0.001; control: mean difference=6.87 mmHg, p<0.001). However, between-group comparisons revealed no statistically significant differences in systolic (p=0.128) or diastolic (p=0.876) pressure reductions. Baseline characteristics were homogeneous across groups, with no significant differences in age, sex, education, occupation, hypertension duration, or medication adherence.Conclusion: While acupressure combined with education effectively reduced blood pressure, the additional effect of specific acupressure points beyond education and sham acupressure was not statistically significant. Educational interventions appear to be the primary driver of blood pressure reduction in this population. Acupressure may be recommended as a complementary self-care intervention, but further research with more rigorous designs—including randomized controlled trials with adequate blinding and longer follow-up periods—is warranted to isolate acupressure's specific therapeutic effects.