Rendahnya keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah siswa berdampak pada rendahnya hasil belajar matematika. Kondisi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru, kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan memecahkan masalah secara aktif, serta belum menerapkan model pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru serta meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PESAT yang mengintegrasikan Problem Based Learning, Student Teams Achievement Division, dan Make a Match. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam empat pertemuan dengan subjek 17 siswa kelas IV SDN Kuin Cerucuk 4 Banjarmasin pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai kriteria sangat baik pada seluruh pertemuan. Aktivitas siswa meningkat dari kriteria cukup aktif menjadi sangat aktif. Keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah juga mengalami peningkatan dari kriteria cukup terampil menjadi sangat terampil. Peningkatan tersebut berdampak pada meningkatnya ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. Dengan demikian, model PESAT efektif meningkatkan aktivitas pembelajaran, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, pemecahan masalah, dan hasil belajar matematika siswa.