Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengelolaan Kas Pada Kantor Camat Amarasi Selatan Adriana Lopo
Journal Economic Excellence Ibnu Sina Vol. 1 No. 3 (2023): September : Journal Economic Excellence Ibnu Sina
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/excellence.v1i3.291

Abstract

Regional financial management at the South Amarasi District level continues to undergo regulatory adjustments so that it is more effective and efficient, making planning, budgeting, implementation, administration, reporting, accountability and supervision of regional finances easier. This research is aimed at finding out cash management in South Amarasi District using qualitative descriptive methods. The research results show that cash management follows existing regulations but is not yet optimal due to limited human resources, so it is necessary to prepare competent human resources in cash management and optimize regional financial reports through increasing control functions.
Evaluasi  Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten Flores Timur Berdasarkan  Hasil  Audit  Badan  Pemeriksa  Keuangan Republik Indoensia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur Adriana Lopo; Yosef De Ancieta R. Ola Korebima
Jurnal Akub Effata Vol 1 No 2 (2025): Jurnal AEJ - Akub Effata Jurnal
Publisher : Akademi Keuangan dan Perbankan Effata Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Flores Timur berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis rasio keuangan daerah, yang meliputi rasio efektivitas, rasio efisiensi belanja, rasio kemandirian keuangan daerah, derajat desentralisasi, serta kecenderungan opini BPK. Data penelitian diperoleh dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK dan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Flores Timur periode 2021–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas PAD berfluktuasi, dengan capaian sangat rendah karena pada tahun 2021 sebesar 74,38% dan pada tahun 2022 sebesar 49,9%  termasuk tidak efektif namun meningkat kembali pada tahun 2023 sebesar 97,40% sehingga masuk kategori cukup efektif. Efisiensi belanja daerah relatif stabil meskipun masih berada pada kategori kurang efisien. Rasio kemandirian keuangan daerah dan derajat desentralisasi sangat rendah, yang mengindikasikan ketergantungan tinggi terhadap dana transfer pusat. Sementara itu, opini BPK atas laporan keuangan Kabupaten Flores Timur masih berada pada kategori Wajar Dengan Pengecualian.
ANALISIS RASIO KESERASIAN APBD KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN BPK PERWAKILAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Adriana Lopo; In neka Namnau lisin
Accounting UNIPA - Jurnal Akuntansi Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Accounting Unipa
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keserasian dalam struktur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupten Sumba Barat Daya selama periode 2019-2023 dengan menggunakan analisis rasio keuangan daerah, khususnya Rasio Keserasian. Analisis ini dilakukan untuk menilai keseimbangan antara belanja operasi dan belanja modal, serta mengukur tingkat efisiensi, efektivitas, dan kemandirian dalam pengelolaan keuangan daerah. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui perhitungan empat rasio keuangan utama yaitu Rasio Pertumbuhan, Rasio Kemandirian, Rasio Efisiensi, dan Rasio Keserasian. Hasil penelitian menunjukan Bahwa Rasio Pertumbuhan mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, menandakan ketidakstabilan dalam peningkatan pendapatan daerah. Rasio Kemandirian berada pada kisaran 3-4%, yang termasuk kategori sangat rendah, menunjukan ketergantungan tinggi terhadap dana transfer pusat. Rasio Efisiensi berkisar antara 88-94%, menandakan tingkat efesiensi yang cukup baik namun masih perlu perbaikan dalam pengendalian anggaran. Rasio Keserasian berada pada kisaran 296-415%, menunjukan bahwa proporsi belanja daerah jauh lebih besar dibandingkan belanja modal, sehingga struktur anggaran belum serasi dan belum mendukung pertumbuhan secara optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Sumba Barat Daya masih belum Efisien dan efektif. Diperlukam upaya peningkatan kemandirian fiskal, pengendalian belanja operasional, serta peningkatan alokai belanja modal yang produktif agar tata kelola keuangan daerah menjadi lebih berkelanjutan dan berorientasi pada Pembangunan.