Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Rizki Amaliah; Sulham Efendi Hasibuan
Marpokat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Yayasan Al-Ahliyah Al-Islamiyah Aek Badak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62086/mjpkm.v1i1.401

Abstract

The purpose of this study is to identify parents' contributions to early character development. Early childhood refers to children between the ages of 0 and 6 who are still going through physical and mental development. Parents play a crucial influence in children's growth and development, particularly in the shaping of their character. A qualitative research methodology including library research was employed. Parents' use of the Al-Qur'an and the Hadith as the primary sources for instruction for their children at home cannot be separated. The character a kid develops in the subsequent stage of their life will be heavily influenced by the values taught in them by their parents while they are young. Keywords: The role of parents; Character building; Early childhood; Early Childhood Education Programs AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kontribusi orang tua terhadap perkembangan karakter sejak dini. Anak usia dini mengacu pada anak-anak antara usia 0 dan 6 tahun yang masih mengalami perkembangan fisik dan mental. Orang tua memiliki pengaruh yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama dalam pembentukan karakternya. Metodologi penelitian kualitatif termasuk penelitian kepustakaan digunakan. Penggunaan Al-Qur'an dan Hadits oleh orang tua sebagai sumber utama pengajaran bagi anak-anaknya di rumah tidak dapat dipisahkan. Karakter seorang anak yang berkembang pada tahap kehidupan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tuanya ketika mereka masih muda. Kata Kunci: Peran orang tua; Pendidikan karakter; Anak usia dini; Pendidikan Anak Usia Dini  
PERANCANGAN MEDIA BELAJAR MANDIRI BERBASIS CANVA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK SISWA TINGKATAN SMA Sulham Efendi Hasibuan; Nur Zannah Nasution; Cahaya Daulay
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i1.9122

Abstract

This study is motivated by the suboptimal use of instructional media in supporting the learning process of Islamic Religious Education (IRE) at the senior high school level. Based on the results of observations and interviews with teachers and students, learning activities are still dominated by lecture methods and the use of textbooks, resulting in limited student engagement and low learning independence. This study aims to design and examine the feasibility of a Canva-based self-learning media for Islamic Religious Education subjects at the senior high school level. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the Hannafin and Peck development model, which consists of needs analysis, design, and development and implementation stages. The developed media were evaluated in terms of validity, practicality, and effectiveness. The effectiveness test results showed a G-Score value of 0.73, which falls into the high category, indicating that the learning media are effective for use in the learning process. Therefore, the Canva-based self-learning media can serve as an innovative alternative to enhance students’ motivation, engagement, and learning independence in Islamic Religious Education at the senior high school level. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penggunaan media pembelajaran dalam mendukung proses belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMA. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru serta siswa, diketahui bahwa pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan penggunaan buku paket, sehingga siswa kurang aktif dan belum terbiasa belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kelayakan media belajar mandiri berbasis Canva pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Hannafin dan Peck yang meliputi tahap analisis kebutuhan, desain, serta pengembangan dan implementasi. Media yang dikembangkan kemudian diuji dari aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai G-Score sebesar 0,73 yang termasuk dalam kategori tinggi, sehingga media pembelajaran dinyatakan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media belajar mandiri berbasis Canva ini dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di tingkat SMA.
DAKWAH DAN KONDISI UMAT ISLAM DI ERA KONTEMPORER Sulham Efendi Hasibuan; Ayu Riskia; Sopiah Sopiah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9021

Abstract

This study examines the relationship between da’wah and the condition of the Muslim community in the contemporary era, which is characterized by social change, advances in digital technology, and shifts in societal patterns of thought. The development of digital media has transformed da’wah from conventional methods into more open and flexible forms that extend into virtual spaces such as social media and online platforms. This research employs a descriptive qualitative approach through literature review and observation of emerging digital da’wah phenomena in society. The findings indicate that da’wah and the development of the Muslim community have a reciprocal relationship that mutually influences one another. Modern challenges, including information overload, changing lifestyles, and identity crises, require da’wah to be adaptive, dialogical, and contextual. At the same time, innovations in digital da’wah shape patterns of religious practice, particularly among younger generations. This study affirms that da’wah functions not only as a means of conveying Islamic teachings but also as a medium for fostering social awareness, strengthening Islamic identity, and providing moral guidance for Muslims amid global dynamics. ABSTRAK Penelitian ini membahas keterkaitan antara dakwah dan kondisi umat Islam di era kontemporer yang ditandai oleh perubahan sosial, kemajuan teknologi digital, serta pergeseran pola pikir masyarakat. Perkembangan media digital telah mengubah wajah dakwah dari metode konvensional menjadi lebih terbuka, fleksibel, dan menjangkau ruang virtual seperti media sosial dan platform daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan pengamatan terhadap fenomena dakwah digital yang berkembang di masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah dan perkembangan umat Islam memiliki hubungan timbal balik yang saling memengaruhi. Tantangan modern, seperti banjir informasi, perubahan gaya hidup, dan krisis identitas, menuntut dakwah yang adaptif, dialogis, dan kontekstual. Di sisi lain, inovasi dakwah di ruang digital turut membentuk pola keberagamaan umat, khususnya generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian ajaran Islam, tetapi juga sebagai media pembinaan kesadaran sosial, penguatan identitas keislaman, dan penuntun moral umat di tengah dinamika global.
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PADA JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UIN SYAHADA Nur Syahbani Nasution; Zahra Pane; Sulham Efendi Hasibuan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9060

Abstract

This research aims to examine the implementation of active learning strategies in improving students’ learning motivation at the Department of Islamic Education, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. The background of this study is the low level of learning motivation among students, which is influenced by conventional teaching methods that tend to be lecturer-centered and less interactive. This study employs a qualitative descriptive approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consist of lecturers and students of the Islamic Education Department. Data analysis is conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of active learning strategies, such as group discussions, question and answer sessions, presentations, and problem-based activities, can significantly enhance students’ learning motivation. Students become more actively involved in the learning process, show greater enthusiasm, demonstrate increased confidence in expressing opinions, and develop better critical thinking skills. In addition, active learning creates a more engaging and collaborative classroom atmosphere, which positively influences students’ interest and responsibility toward learning. Therefore, the implementation of active learning strategies is considered effective in increasing students’ learning motivation and can be used as an alternative approach to improve the quality of learning in Islamic higher education institutions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar mahasiswa yang disebabkan oleh penerapan pembelajaran konvensional yang cenderung berpusat pada dosen dan kurang melibatkan mahasiswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, dan pembelajaran berbasis masalah, mampu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa secara signifikan. Mahasiswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, menunjukkan antusiasme yang tinggi, berani mengemukakan pendapat, serta memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik. Selain itu, pembelajaran aktif menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan kolaboratif sehingga meningkatkan minat dan tanggung jawab mahasiswa terhadap pembelajaran. Dengan demikian, strategi pembelajaran aktif terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi Islam.
PERAN DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN AKADEMIK MAHASISWA DI UIN SYAHADA Halimah Sakdiyah; Reza Afrila; Sulham Efendi Hasibuan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9134

Abstract

Academic discipline is an important aspect in the success of students' studies in higher education, which includes attendance at lectures, timely submission of assignments, administrative compliance, and understanding of academic ethics. Academic Advisors (PA) have a strategic role in helping students adjust to these academic demands. This study aims to analyze the role of PA in improving the academic discipline of students at the State Islamic University (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada). The study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The research subjects consisted of two PA lecturers, ten students, and two academic staff. The results show that PA carries out five main functions, namely: (1) consultative, through guidance in preparing KRS (Study Plan Plan), selecting courses, and solving academic problems; (2) motivational, in the form of encouragement to increase learning enthusiasm and discipline awareness; (3) monitoring, through monitoring student attendance, grades, and study progress; (4) preventive, by providing direction and early warnings to prevent the emergence of academic problems; and (5) evaluative, through reviewing study results and academic planning each semester. These roles have been proven to help improve student discipline in aspects such as attendance, assignment submission, academic administration, and understanding of academic ethics. However, the implementation of academic advisor guidance still faces several obstacles, such as limited meeting frequency, a high advisor-to-student ratio, and low awareness among some students. This research confirms the crucial role of advisors in fostering student academic discipline, although improvements to the system and guidance intensity are needed to optimize results. ABSTRAK Kedisiplinan akademik merupakan aspek penting dalam keberhasilan studi mahasiswa di perguruan tinggi, yang mencakup kehadiran dalam perkuliahan, ketepatan pengumpulan tugas, kepatuhan administratif, serta pemahaman terhadap etika akademik. Dosen Pembimbing Akademik (PA) memiliki peran strategis dalam membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan tuntutan akademik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran PA dalam meningkatkan kedisiplinan akademik mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari dua dosen PA, sepuluh mahasiswa, dan dua staf bagian akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PA menjalankan lima fungsi utama, yaitu: (1) konsultatif, melalui bimbingan dalam penyusunan KRS, pemilihan mata kuliah, dan penyelesaian masalah akademik; (2) motivatif, berupa dorongan untuk meningkatkan semangat belajar serta kesadaran disiplin; (3) monitoring, melalui pemantauan presensi, nilai, dan perkembangan studi mahasiswa; (4) preventif, dengan memberikan arahan dan peringatan dini untuk mencegah munculnya masalah akademik; dan (5) evaluatif, melalui peninjauan hasil studi dan perencanaan akademik setiap semester. Peran-peran tersebut terbukti membantu meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam aspek kehadiran, pengumpulan tugas, ketertiban administrasi akademik, dan pemahaman etika akademik. Namun, pelaksanaan bimbingan PA masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan intensitas pertemuan, rasio PA–mahasiswa yang tinggi, dan rendahnya kesadaran sebagian mahasiswa. Penelitian ini menegaskan bahwa peran PA sangat penting dalam membentuk kedisiplinan akademik mahasiswa, meskipun diperlukan perbaikan sistem dan intensitas bimbingan agar hasilnya lebih optimal.
TALAK DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: KAJIAN DEFINISI, HUKUM, SYARAT, DAN HIKMAHNYA Abawiyah Abawiyah; Anisa Reza; Jazilah Hanun Lubis; Yulia Amanda; Sulham Efendi Hasibuan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9136

Abstract

This study examines the concept of talaq in marriage from the perspective of Islamic law, focusing on its definition, legal basis, conditions, types, and underlying wisdom. Talaq is understood as a last resort permitted by Sharia when the marital relationship can no longer be maintained harmoniously. The research employs a literature review method by analyzing classical fiqh texts, scholarly fatwas, and relevant contemporary academic journals. The findings indicate that talaq is legally permissible (mubah), but its implementation is restricted by specific requirements, such as being carried out by a sane and conscious husband, without coercion, and in accordance with Islamic legal procedures. Talaq has several forms, including raj’i, ba’in, sunnah, bid’i, and kinayah, each of which carries different legal consequences. In addition to serving as a conflict resolution mechanism, talaq contains wisdom in the form of justice, protection for the oppressed party, and moral lessons for spouses. With proper understanding, talaq is expected to be practiced wisely, fairly, and in a manner that preserves family welfare and social order. Abstrak Penelitian ini mengkaji konsep talak dalam pernikahan menurut perspektif hukum Islam dengan menekankan pada aspek definisi, dasar hukum, syarat, macam-macam, serta hikmah yang terkandung di dalamnya. Talak dipahami sebagai jalan terakhir yang dibenarkan syariat apabila hubungan suami istri tidak lagi dapat dipertahankan secara harmonis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah kitab fiqh klasik, fatwa ulama, serta jurnal ilmiah kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa talak memiliki hukum mubah, namun pelaksanaannya dibatasi oleh syarat tertentu, seperti dilakukan oleh suami yang berakal, sadar, tanpa paksaan, dan sesuai dengan prosedur syariat. Talak juga memiliki beberapa bentuk, antara lain talak raj’i, talak ba’in, talak sunnah, talak bid’i, dan talak kinayah, yang masing-masing memiliki konsekuensi hukum berbeda. Selain sebagai mekanisme penyelesaian konflik, talak mengandung hikmah berupa keadilan, perlindungan bagi pihak yang terzalimi, serta pembelajaran moral bagi pasangan. Dengan pemahaman yang tepat, talak diharapkan dapat dilaksanakan secara bijaksana, adil, dan tetap menjaga kemaslahatan keluarga serta ketertiban sosial.
KONSEP MUHARRAMAT DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM: KATEGORISASI, DASAR HUKUM, DAN RELEVANSINYA DI ERA KONTEMPORER Apriani Apriani; Nur Dzakiyyah Putri Hasbi; Nur Amina Harahap; Maisarah Maisarah; Sulham Efendi Hasibuan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9155

Abstract

This study aims to examine the concept of muharramat in Islamic family law by emphasizing its categorization, legal foundations, and relevance in the contemporary era. Muharramat refers to Islamic legal provisions that regulate marriage prohibitions toward certain women in order to preserve honor, lineage purity, and family harmony. This research employs a qualitative approach with a library research method, in which data are obtained from the Qur’an, the Prophet’s Hadith, classical and contemporary fiqh literature, and Indonesian legal regulations. Data collection is conducted through documentation, while data analysis uses content analysis by reducing, classifying, interpreting, and synthesizing data based on the research focus. The findings indicate that muharramat is divided into two main categories: mahram mu’abbad (permanent prohibition) and mahram mu’aqqat (temporary prohibition), which are based on lineage, marriage, and breastfeeding relationships. These provisions have strong theological foundations and high social relevance, particularly in maintaining genetic health, preventing family conflict, and building a harmonious family order in accordance with Islamic principles and national law. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep muharramat dalam hukum keluarga Islam dengan menekankan pada aspek kategorisasi, dasar hukum, dan relevansinya di era kontemporer. Muharramat merupakan ketentuan syariat yang mengatur larangan pernikahan terhadap perempuan tertentu guna menjaga kehormatan, kemurnian nasab, serta keharmonisan hubungan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, di mana data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis Nabi SAW, kitab-kitab fikih klasik dan kontemporer, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi dengan cara mereduksi, mengelompokkan, menafsirkan, dan mensintesis data berdasarkan fokus penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa muharramat terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu mahram mu’abbad sebagai larangan permanen dan mahram mu’aqqat sebagai larangan sementara, yang didasarkan pada hubungan nasab, pernikahan, dan persusuan. Ketentuan ini memiliki landasan teologis yang kuat serta relevansi sosial yang tinggi dalam menjaga kesehatan genetik, mencegah konflik keluarga, dan membangun tatanan keluarga yang harmonis sesuai prinsip syariah dan hukum nasional.
PROBLEMATIKA DAN INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM DI UIN SYAHADA PADANGSIDIMPUAN Syahnira Wan Aisyah Nasution; Anisah Fitri Tanjung; Sulham Efendi Hasibuan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9271

Abstract

Islamic education learning in higher education plays an important role in shaping students who are not only academically competent but also possess moral and spiritual integrity. However, in practice, Islamic education learning still faces various challenges, particularly related to the predominance of conventional teaching methods and the suboptimal use of learning media. This study aims to analyze the challenges and innovations in Islamic education learning at UIN Syahada Padangsidimpuan. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects were students participating in Islamic education learning, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Islamic education learning is still dominated by lecture-based methods and the use of learning technology has not been implemented consistently, resulting in low student participation. However, the implementation of learning innovations, such as discussion methods, group presentations, and the use of technology-based learning media, was found to enhance student engagement and participation. ABSTRAK Pembelajaran pendidikan Islam di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual. Namun, dalam praktiknya pembelajaran pendidikan Islam masih menghadapi berbagai problematika, terutama berkaitan dengan metode pembelajaran yang cenderung konvensional dan pemanfaatan media pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika serta inovasi pembelajaran pendidikan Islam di UIN Syahada Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengikuti pembelajaran pendidikan Islam dan dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pendidikan Islam masih didominasi metode ceramah dan pemanfaatan teknologi pembelajaran belum dilakukan secara konsisten, sehingga berdampak pada rendahnya partisipasi mahasiswa. Namun demikian, penerapan inovasi pembelajaran berupa diskusi, presentasi kelompok, dan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi mampu meningkatkan keaktifan dan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran.
PERAN MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK MAHASISWA UIN SYAHADA PADANGSIDIMPUAN Riska Adinda Putri Siregar; Uci Wardiana Harahap; Sulham Efendi Hasibuan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9302

Abstract

This study aims to analyze the role of the Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) course in fostering students’ moral character at Syekh Ali Hasan Ahmad Addary State Islamic University of Padangsidimpuan. Moral development has become an important issue in higher education along with the increasing moral and social challenges faced by students. This research employed a qualitative approach with a phenomenological design to explore students’ subjective experiences related to the internalization of moral values through PAI learning. Data were collected through in-depth interviews with 15 students from the Islamic Religious Education study program who had completed the PAI course. Data analysis was conducted using thematic analysis, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the PAI course plays a significant role in shaping students’ moral character, particularly in instilling values such as honesty, responsibility, discipline, tolerance, and academic ethics. Students perceive PAI as a moral and spiritual guideline that helps direct their behavior in academic and social life. Factors influencing the effectiveness of moral development include lecturer quality, learning methods, campus environment, and students’ motivation. Therefore, PAI makes an important contribution to holistic student character development. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan akhlak mahasiswa di Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Pembinaan akhlak menjadi isu penting dalam pendidikan tinggi seiring dengan meningkatnya tantangan moral dan sosial di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif mahasiswa terkait internalisasi nilai-nilai akhlak melalui pembelajaran PAI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam yang telah menempuh mata kuliah PAI. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata kuliah PAI berperan signifikan dalam membentuk akhlak mahasiswa, terutama dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi, serta etika akademik. Mahasiswa memaknai PAI sebagai pedoman moral dan spiritual yang membantu mengarahkan perilaku dalam kehidupan akademik dan sosial. Faktor yang mempengaruhi efektivitas pembinaan akhlak meliputi kualitas dosen, metode pembelajaran, lingkungan kampus, serta motivasi mahasiswa. Dengan demikian, PAI memiliki kontribusi penting dalam pembinaan karakter mahasiswa secara holistik.
ISLAMISASI DI INDONESIA: SEJARAH, POLA PENYEBARAN, DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SKI Awaliyah Putri Panjaitan; Nur Jelita Gultom; Sulham Efendi Hasibuan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.9389

Abstract

The arrival of Islam in Indonesia represents a historical process that significantly influenced the social, cultural, political, and educational development of the archipelago. Islamization did not occur instantly but developed gradually through peaceful interactions, particularly via trade, da‘wah, education, and cultural acculturation between Muslim migrants and local communities. This article aims to examine the history of Islam’s arrival in Indonesia by analyzing several prevailing theories, including the Arab, Gujarati, Persian, and Chinese theories, as well as the patterns of Islamic dissemination in the region. This study employs a library research method by analyzing historical books, scholarly journal articles, and other relevant documents. The findings indicate that Islam spread in Indonesia gradually and adaptively through the roles of traders, scholars, and Islamic preachers who emphasized cultural approaches and accommodation of local traditions. This process not only facilitated the acceptance of Islam but also shaped a distinctive form of Indonesian Islam characterized by moderation and tolerance. These findings are highly relevant to the teaching of Islamic Cultural History (SKI), particularly in fostering students’ understanding of cultural diversity, tolerance, and contextual historical awareness. ABSTRAK Masuknya Islam ke Indonesia merupakan proses historis yang berpengaruh besar terhadap pembentukan sosial, budaya, politik, dan pendidikan masyarakat Nusantara. Proses islamisasi tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui interaksi yang panjang dan damai, terutama melalui jalur perdagangan, dakwah, pendidikan, serta akulturasi budaya antara pendatang Muslim dan masyarakat lokal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejarah masuknya Islam ke Indonesia dengan menelaah berbagai teori yang berkembang, seperti teori Arab, Gujarat, Persia, dan Cina, serta mengkaji pola penyebaran Islam di Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menganalisis buku-buku sejarah, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyebaran Islam di Indonesia berlangsung secara bertahap dan adaptif melalui peran pedagang, ulama, dan wali yang mengedepankan pendekatan kultural terhadap tradisi lokal. Proses ini tidak hanya mempercepat penerimaan Islam, tetapi juga membentuk corak Islam Nusantara yang moderat dan toleran. Temuan penelitian ini memiliki relevansi penting dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), khususnya dalam menanamkan nilai toleransi, akulturasi budaya, dan pemahaman historis yang kontekstual kepada peserta didik.