Ni Luh Agustini Purnama
STIKES KATOLIK ST.VINCENTIUS A PAULO SURABAYA

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DI STIKES KATOLIK ST. VINCENTIUS A PAULO SURABAYA Ni Luh Agustini Purnama
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i2.97

Abstract

Para calon tenaga kesehatan diharapkan mimiliki keahlian kolaborasi sejak masa sekolah melalui InterprofessionalEducation (IPE) agar siap memasuki dunia kerja ke dalam tim collaborative practice. Persepsi mahasiswa tentang IPE akan menetukan penerapan IPE dalam kurikulum pembelajaran. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi persepsi mahasiswa mengenai Interprofessional Education di STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya. Subjek penelitian 104 mahasiswa semester IV STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya yang memenuhi kriteriainkusi. Persepsi mahasiswa tentang Interprofessional Education dinilai menggunakani interdisciplinary education perception scale (IEPS). Hasil penelitian menunjukkn skor rata-rata yang tertinggi dari persepsi mahasiswa tentang IPE pada komponen bukti kerjasama dengan nilai mean 4,16 yaitu pada rentang setuju sampai sangat setuju yang menunjukkan bahwa masing-masing profesi baik perawat maupun fisioterapi mampu berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya atau dengan sektor terkait lain. Skor rata-rata yang terendah dari persepsi mahasiswa tentang IPE adalah komponen pemahaman terhadap profesi lain dengan nilai mean 3,74 yaitu pada rentang ragu-ragu sampai setuju. Hal ini menunjukan bahwa masing-masing profesi melihat profesi lain berharga, tidak menilai profesinya lebih tinggi dari profesi lain.
PERILAKU ORANG TUA DALAM PEMBERIAN MAKAN DAN PERILAKU MAKAN ANAK USIA 2-5 TAHUN Sr Sri Winarni SSpS; Ni Luh Agustini Purnama
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i2.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan perilaku orang tua dalam pemberian makan dengan perilaku makan anak usia 2-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan rancangan cross sectiona. Penelitian dilakukan pada orang tuayang mempunyai anak usia 2-5 tahun yang memenuhikriteria inklusi dan ekslusi di RW 6 Kelurahan Darmo Surabaya. Perilaku orang tua dalam pemberian makan pada anak dinilai dengan menggunakan Comprehensive Feeding Practices Questionnaire (CFPQ) yang terdiri dari 9 aspek.Perilaku makan anak dinilai dengan menggunakan instrument Children’s Eating Behavior Questionnaire (CEBQ) yang teriri dari dua dimemsi pola makan.Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman.Perilaku orang tua yang menggunakan makanan sebagai hadiah signifikan berhubungan secara positif dengan perilaku makan anak usia 2-5 tahun pada dimensi food approach (p=0,02 ; ?=0,3) dan food avoidant (p=0,006, ?=0,3).Perilaku orang tua yang menggunakan makanan untuk mengatur emosi anak signifikan berhubungan secara positif dengan perilaku makan anak usia 2-5 tahun pada dimensi food avoidant(p=0,001, ?=0,3).Perilaku orang tua yang melakukan pembatasan asupan makanan untuk mengontrol berat badan signifikan berhubungan secara positif dengan perilaku makan anak usia 2-5 tahun pada dimensi food approach (p=0,001, ?=0,3).
PEMBERIAN INFORMASI PERIOPERATIF MENURUNKAN KECEMASAN PASIENPRAOPERASI Sr Susana SSpS; Ni Luh Agustini Purnama; Maria Lupita
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v1i1.128

Abstract

Prosedur pembedahan akan memberikan suatu reaksi kecemasan yang muncul sebagai respon antisipasi terhadap suatu pengalaman yang dapat dianggap pasien sebagai suatu ancaman terhadap kehidupanya. Bila pasien mengalami kecemasan berlebihan, perawat perlu memberikan informasi yang membantu menyingkirkan kecemasan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian informasi perioperatif terhadap penurunan tingkat kecemasan praoperasi.Desain yang digunakan adalah quasy-eksperiment dengan rancangan non-randomized control group pre-test posttest design.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 24 responden. Hasil penelitian menunjukan pada kelompok perlakuan 92% responden mengalami kecemasan berat sebelum diberikan informasi dan setelah diberikan informasi 58% responden mengalami kecemasan ringan. Pada kelompok kontrol tidak tidak terjadi penurunan kecemasan dimana pada saat masuk rumah sakit 67% responden mengalami kecemasan berat sedangkan pengukuran tingkat kecemasan 2 jam sebelum dioperasi menunjukkan 67% responden mengalami kecemasan berat. Hal ini menunjukan ada pengaruh pemberian informasi terhadap tingkat kecemasan pasien. Perawat perlu meningkatkan pemberian informasi pada pasien praoperasi dengan memberikan informasi yang meliputi pengalaman selama proses preoperatif, intraoperatif, dan pascaoperatif sehingga dapat menurunkan kecemasan pasien.