Sr Susana SSpS
STIKES KATOLIK ST.VINCENTIUS A PAULO SURABAYA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERIAN INFORMASI PERIOPERATIF MENURUNKAN KECEMASAN PASIENPRAOPERASI Sr Susana SSpS; Ni Luh Agustini Purnama; Maria Lupita
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2011): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v1i1.128

Abstract

Prosedur pembedahan akan memberikan suatu reaksi kecemasan yang muncul sebagai respon antisipasi terhadap suatu pengalaman yang dapat dianggap pasien sebagai suatu ancaman terhadap kehidupanya. Bila pasien mengalami kecemasan berlebihan, perawat perlu memberikan informasi yang membantu menyingkirkan kecemasan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian informasi perioperatif terhadap penurunan tingkat kecemasan praoperasi.Desain yang digunakan adalah quasy-eksperiment dengan rancangan non-randomized control group pre-test posttest design.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 24 responden. Hasil penelitian menunjukan pada kelompok perlakuan 92% responden mengalami kecemasan berat sebelum diberikan informasi dan setelah diberikan informasi 58% responden mengalami kecemasan ringan. Pada kelompok kontrol tidak tidak terjadi penurunan kecemasan dimana pada saat masuk rumah sakit 67% responden mengalami kecemasan berat sedangkan pengukuran tingkat kecemasan 2 jam sebelum dioperasi menunjukkan 67% responden mengalami kecemasan berat. Hal ini menunjukan ada pengaruh pemberian informasi terhadap tingkat kecemasan pasien. Perawat perlu meningkatkan pemberian informasi pada pasien praoperasi dengan memberikan informasi yang meliputi pengalaman selama proses preoperatif, intraoperatif, dan pascaoperatif sehingga dapat menurunkan kecemasan pasien.
PENYULUHAN KESEHATAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI Sr Susana SSpS; Warana Abaya
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2011): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v2i1.154

Abstract

Penyuluhan kesehatan dilakukan agar ibu dapat memiliki pengetahuan dan pengertian yang lebih baik tentang pijat bayi dan dapat memanfaatkanya. Penyuluhan kesehatan tentang pijat bayi belum pernah dilakukan Posyandu Dukuh Ngrobyong Desa Jiwud Kecamatan Nglegok Blitar. Pengetahuan tentang pijat bayi yang mereka dapat berasal dari orang tua dan lingkungan sekitar, bahwa pijat bayi dilakukan bila bayi rewel atau sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi. Desain penelitian menggunakan pra-experiment dengan rancangan one group pre test – post test design. Kelompok ibu-ibu di ukur tingkat pengetahuan nya tentang pijat bayi sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan. Populasi terjangkau berdasarkan kriteria inklusi (ibu yang memiliki bayi yang berusia 0-7 bulan dan hadir saat Posyandu diadakan) berjumlah 34 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling dengan jumlah sampel 31 responden. Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan wilcoxon dengan piranti software SPSS 16. Hasil uji statistik dengan nilai signifikasi ? = 0.05. hsil penelitian diperoleh p = 0.000, p < ?. Ini berarti ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi. Peneliti memberikan saran agar penyuluhan kesehatan tentang pijat bayi menjadi program tetap posyandu untuk ibu-ibu khususnya yang memiliki bayi.