Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pesan Moderasi Beragama M. Quraish Shihab dalam Channel Youtube Najwa Shihab Edisi Islam Wasathiyyah, Islam yang di Tengah Rosyada Roihatul Jannah; Moh. Slamet; Suhari
Menara Tebuireng Vol 19 No 1 (2023): September
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari (UNHASY) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/menaratebuireng.v19i1.5137

Abstract

This study aims to analyze the message of religious moderation conveyed by M. Quraish Shihab on Najwa Shihab's YouTube channel with the theme of Wasathiyyah Islam, namely the Islamic concept that emphasizes the middle, balance, and tolerance. The purpose of this study is to explore a deeper understanding of how M. Quraish Shihab conveys messages of moderation in the context of the Islamic religion which are applied in everyday life. This research will use a qualitative approach with the Holsti theory content analysis method. The primary data sources obtained in this study were taken from YouTube video uploads of Najwa Shihab, Islam Wasathiyyah edition, Islam in the Middle and secondary data in the form of documents, books related to the object under study along with relevant previous research. Data collection techniques were carried out by observation and documentation as well as on data analysis techniques obtained from interviews, field notes and other materials. From the results of the analysis carried out by the researcher, the conclusion was in the form of a message of religious moderation conveyed by M. Quraish Shihab. As for the messages of religious moderation conveyed by M. Quraish Shihab on the Najwa Shihab Youtube channel, the Islam Wasathiyyah edition, Islam in the Middle is associated with the four pillars of religious moderation. The pillars include: Fairness, balance, tolerance and tawassuth. Keyword: Message of Religios Moderation, Content Analysis, M. Quraish Shihab, Youtobe Social Media
POLA KOMUNIKASI PENGASUH DALAM PEMBINAAN KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN TAHFIDHIL QUR’AN AL-MA’ARIJ Erwin Erwin; Moh. Slamet
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 2 No 1 (2023): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/.v2i1.3734

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pola komunikasi pengasuh dalam membina kedisiplinan serta faktor pendukung dan penghambatnya di PP Tahfidhil Qur’an Al-Ma’arij Jombang. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan deskriptif kualitatif yang mengumpulkan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasilnya terdapat dua pola komunikasi yang dilakukan oleh pengasuh yaitu antar pribadi dan kelompok. Yang menjadi faktor pendukung dalam membina kedisiplinan yaitu perancangan pesan dan penyampaian dengan sedemikian rupa, pesan yang disampaikan dapat dimengerti dan dipahami. Dengan adanya pesan yang disampaikan maka akan membangkitkan kebutuhan kedua belah pihak dan memberikan saran yang sesuai kebutuhan. Adapun yang menjadi penghambat yaitu faktor gangguan dari lingkungan, adanya perbedaan kepentingan antara pengasuh dan santri, dan motivasi yang terpendam.
POLITIK TUBUH DAN KONSTRUKSI KECANTIKAN: PENGGUNAAN FILTER WAJAH SNOW AI KOREA DI INSTAGRAM Robiah Malayati; Anwari Anwari; Moh. Slamet; Ainun Fitri Mughiroh; Siti Khabibah
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 6 No 2 (2025): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v6i2.5644

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana representasi kecantikan dikonstruksi dan disebarluaskan melalui penggunaan filter wajah digital Snow AI di Instagram. Dengan memanfaatkan metode netnografi, studi ini menganalisis visual hasil filter serta interaksi sosial dalam 643 komentar dari 30 unggahan pengguna Instagram yang menggunakan filter tersebut. Fokus kajian adalah bagaimana visualisasi kecantikan digital dibentuk oleh kecantikan populer Korea melalui filter Snow AI serta bagaimana respons pengguna merefleksikan penerimaan terhadap standar kecantikan tersebut. Analisis menggunakan pendekatan semiotika visual Roland Barthes, teori hiperrealitas Jean Baudrillard, konsep estetika visual digital dari Lev Manovich, serta teori self-branding dari Alice E. Marwick. Hasil menunjukkan bahwa filter Snow AI membentuk konstruksi tubuh ideal yang seragam dengan kulit putih mulus, wajah tirus (V-line), mata besar berlipat ganda, hidung ramping, dan efek visual lembut yang merepresentasikan kecantikan populer Korea. Visual ini bukanlah netral, melainkan sarat makna ideologis yang mencerminkan standar dominan dan global tentang kecantikan. Fenomena ini menciptakan kondisi hiperrealitas, di mana wajah hasil filter dianggap lebih ideal daripada wajah asli pengguna, hingga membentuk identitas digital yang terpisah dari identitas nyata. Validasi sosial melalui komentar memperkuat penerimaan wajah digital ini sebagai wajah ideal. Pengguna secara sadar maupun tidak, turut serta dalam praktik self-branding, menjadikan wajah hasil filter sebagai strategi representasi diri di media sosial. Penelitian ini bermanfaat dalam kajian media digital dan studi budaya dengan menunjukkan bagaimana teknologi visual melalui filter wajah, berperan dalam membentuk konstruksi kecantikan, dinamika identitas, dan praktik representasi tubuh di ruang virtual.