Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manfaat Penerapan Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) Pada Tatalaksana Perioperatif Kraniotomi Ahmad Abdul Ghofar Abdulloh; Rheyma Sinar Al Fitri; Hana Zumaedza Ulfa; Devi Rahma Sofia; Ika Yuni Widyawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk418

Abstract

The application of the ERAS protocol perioperatively is considered to be able to improve the quality of perioperative care by reducing the problems caused by surgical procedures. The aim of this systematic review was to synthesize the evidence for the use of ERAS in craniotomy surgery patients. Five databases spanning 2017-2022 were used in this review, namely SAGE, Science Direct, Web of Science, PubMed and Scopus. Only articles using the RCT and CT designs were included in the review, the quality assessment of the articles used the JBI critical appraisal tools, the selection and extraction of articles were visualized using the PRISMA guidelines. There were 99 articles found, but only 8 articles met the inclusion criteria with a total of 1146 respondents. The main result of this review is to report the benefits of implementing the ERAS protocol on length of stay, cost of care, pain, patient satisfaction and perioperative complications. This review concludes that the implementation of the ERAS protocol can significantly help improve the recovery process of post-operative craniotomy patients. The results of studies regarding indicators of patient satisfaction in the pre-operative to post-operative process are still minimal, so that it can be considered to conduct studies on this matter in the future.Keywords: enhanced recovery after surgery; ERAS; length of stay; perioperative craniotomy ABSTRAK Penerapan protokol ERAS pada perioperatif dinilai dapat meningkatkan kualitas perawatan perioperatif dengan mereduksi masalah yang ditimbulkan oleh prosedur operasi. Tujuan dari systematic review ini adalah untuk mensintesis bukti-bukti penggunaan ERAS pada pasien bedah kraniotomi. Lima database dengan rentang tahun 2017-2022 digunakan dalam tinjauan ini, yakni SAGE, Science Direct, Web of Science, PubMed dan Scopus. Hanya artikel yang menggunakan desain RCT dan CT saja yang diikutkan ke dalam tinjauan, penilaian kualitas artikel menggunakan tools critical appraisal JBI, seleksi dan ekstraksi artikel divisualisasikan menggunakan pedoman PRISMA. Ditemukan 99 artikel, namun hanya terdapat 8 artikel yang memenuhi kiteria inklusi dengan jumlah total responden 1146. Hasil utama dari tinjauan ini adalah melaporkan manfaat penerapan protokol ERAS terhadap length of stay, biaya perawatan, nyeri, kepuasan pasien dan komplikasi perioperatif. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa penerapan protokol ERAS secara signifikan dapat membantu meningkatkan proses pemulihan pasien post-operatif kraniotomi. Hasil studi mengenai indikator kepuasan pasien pada proses pre-operatif sampai post-operatif masih minimal, sehingga dapat dipertimbangkan untuk melakukan studi akan hal ini di masa mendatang.Kata kunci: enhanced recovery after surgery; ERAS; lama rawat inap; perioperatif kraniotomi
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Pemberian Foot Spa Diabetic Untuk Mengurangi Gejala Neuropati Terhadap Nilai Ankle Brachial Index Nur Hasanah Pratiwi; Hana Zumaedza Ulfa; Eko Wardoyo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data terbaru International Diabetes Federation (IDF) edisi ke-11 tahun 2025, diperkirakan 1 dari 9 (11.1%), salah satu komplikasi pada pasien diabetes melitus adalah neuropati diabetik. Neuropati diabetik merupakan gangguan saraf yang disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa darah yang kronis sehingga merusak serabut saraf tepi. Penurunan perfusi perifer menyebabkan penurunan sensasi, nyeri neuropatik, dan peningkatan risiko ulkus diabetik. Foot spa diabetic merupakan intervensi komplementer yang bertujuan meningkatkan sirkulasi darah perifer melalui perendaman air hangat dan pijatan lembut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan foot spa diabetic dalam meningkatkan nilai ABI dan mengurangi gejala neuropati pada pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, subjek dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami neuropai diabetik, variabel dalam penelitian ini adalah Nilai ABI dengan foot spa diabetic, dengan melakukan intervensi foot spa diabetik selama 3 hari pemberian. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran ABI pra-intervensi menunjukkan nilai 0,58 pada Klien 1 dan 0,46 pada Klien 2, yang mengindikasikan gangguan perfusi sedang hingga berat. Setelah tiga sesi foot spa, Pada pasien 1 hari ke 1 : 0,62 hari ke 2 :0,82 dan hari ke 3 : 0,94. Pada pasien 2 hari ke 1 : 0,50 hari ke 2 : 0,75 dan hari ke 3 : 0,91. terjadi peningkatan nilai ABI masing-masing menjadi 0,94 dan 0,91. Selain itu, pasien melaporkan penurunan kesemutan, peningkatan rasa hangat pada kaki, dan perbaikan kenyamanan. Hasil ini menunjukkan bahwa foot spa dapat meningkatkan perfusi perifer melalui vasodilatasi, stimulasi sirkulasi, dan relaksasi neuromuskular. Kesimpulannya, foot spa diabetic merupakan intervensi sederhana, non-invasif, dan efektif untuk meningkatkan nilai ABI serta mengurangi gejala neuropati pada pasien DM tipe 2. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari praktik perawatan kaki diabetik.