Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PSIKOEDUKASI PENANGANAN DAN PERAWATAN ORANG DENGAN SKIZOFRENIA (ODS) MELALUI GERAKAN “GUYUB SARENG NGINCENG WONG GENDENG” Sirril Wafa; Tinon Citraning Harisuci
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.3927-3936

Abstract

Psikoedukasi penanganan dan perawatan terhadap orang dengan skizofrenia (ODS) selayaknya dilakukan pada skala makro dengan melibatkan berbagai pihak sebab skizofrenia umumnya terjadi akibat adanya tekanan dari lingkungan sosial yang hebat. Psikoedukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi kesehatan mental serta partisipasi aktif komunitas dalam pemberian pertolongan pertama dan perawatan terhadap ODS, penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental one group pretest dan posttest dengan melibatkan 16 partisipan selaku kader kesehatan jiwa dari Desa  X, partisipan terdiri dari tiga unsur, yaitu keluarga, caregiver pasien skizofrenia, lingkungan sekitar dan stakeholder dan tokoh masyarakat. Prosedur pelaksanaan dibagi ke dalam tiga sesi, sesi pertama penyampaian materi seputar kesehatan jiwa, gejala, penyebab dan cara pemberian pertolongan dan perawatan, sesi kedua psikoedukasi melalui pembagian leaflet kepada anggota komunitas, sesi ketiga follow-up implementasi program oleh komunitas. Hasil menunjukkan skor posttest lebih tinggi dari skor pretest, hal ini menandakan adanya peningkatan pemahaman setelah pemberian psikoedukasi dengan skor signifikansi 0.00 < 0.05. Setelah adanya psikoedukasi, komunitas tergerak untuk melakukan pengawasan terhadap ODS melalui gerakan “guyub rukun nginceng wong gendeng” adanya gerakan ini mulai meningkatkan kesadaran komunitas akan pentingnya pemberian pertolongan pertama pada OSD melalui cara memeriksakan ke rumah sakit dan membawa ke pusat rehabilitasi, sedangkan terhadap ODS yang telah pulang dari pusat rehabilitasi respon komunitas mulai menerima dan menyambut kepulangan di tengah masyarakat. Kata Kunci: psikoedukasi, penanganan dan perawatan, orang dengan skizofrenia
Efektivitas psychological first aid terhadap pengelolaan resiliensi narapidana wanita yang mempunyai balita di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Semarang Syarifah Aulia; Zahwa Aulia Alfatika; Hilmi Adhim Farassadani; Faricha Annisa; Tinon Citraning Harisuci
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v4i22024p107-121

Abstract

Dalam menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan, narapidana wanita yang mempunyai balita memiliki beberapa kendala psikologis. Untuk menghadapi kendala tersebut dibutuhkan adanya resiliensi atau kemampuan bertahan dan survive. Resiliensi yang baik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang paling berpengaruh ialah support system. Maka dari itu diperlukan dukungan atau pertolongan pertama yang diterapkan oleh orang disekitar narapidana tersebut. Dukungan tersebut ialah psychological first aid. Pengabdian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan Psychological First Aid (PFA) terhadap pengelolaan resiliensi narapidana wanita yang mempunyai balita di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II-A Semarang. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Subjek pengabdian terdiri dari 15 narapidana wanita yang mempunyai balita yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok. Pengukuran resiliensi dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan instrumen valid dan reliabel. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan resiliensi pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,001) dan nilai t=12,4. Temuan ini menunjukkan bahwa program Psychological First Aid yang dikembangkan efektif dalam mengelola resiliensi dan meningkatkan kemampuan narapidana dalam menghadapi stres dan trauma. Program ini diharapkan dapat menjadi model intervensi yang efektif seperti konseling peer group untuk mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan narapidana wanita.
BERDAYA UNTUK BERSAING: PERAN EFIKASI DIRI DALAM PERTANDINGAN BELA DIRI Khasan, Mohammad; Kuryanto, Mohammad Syaffruddin; Tinon Citraning Harisuci; Nugraini Aprilia; Andy Widhiya Bayu Utomo
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 25 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v25i2.4797

Abstract

Studi ini menyelidiki peran efikasi diri dalam meningkatkan performa atlet bela diri, dengan fokus pada bagaimana mereka mengembangkan dan memanfaatkan konstruksi psikologis ini selama kompetisi. Metode penelitian kualitatif digunakan, yang melibatkan wawancara semi-terstruktur dengan praktisi bela diri di berbagai tingkat kompetitif. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap: pemilihan partisipan, pengumpulan data melalui wawancara, dan analisis tematik dari respons. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa atlet membangun efikasi diri melalui pelatihan yang ketat, penguatan positif dari pelatih, dan praktik reflektif setelah kompetisi. Tema-tema utama yang diidentifikasi meliputi penilaian lawan, adaptasi strategis, manajemen emosional, dan pengaruh pelatihan. Atlet mengkategorikan lawan berdasarkan tingkat keterampilan yang dirasakan dan menyesuaikan strategi mereka. Ketahanan emosional sangat penting untuk mengelola kecemasan dan menjaga kepercayaan diri, terutama dalam situasi bertekanan tinggi. Selain itu, hubungan pelatihan yang mendukung berdampak signifikan pada kepercayaan diri dan hasil kinerja atlet. Hasil tersebut menggarisbawahi pentingnya menumbuhkan efikasi diri dalam program pelatihan bela diri untuk meningkatkan kinerja kompetitif. Studi ini berkontribusi pada pemahaman faktor psikologis dalam olahraga dan menawarkan wawasan bagi pelatih dan atlet yang ingin meningkatkan kinerja melalui peningkatan efikasi diri. Kata Kunci: Efikasi diri, Atlet bela diri, Performa atlet
Authentic Happiness pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Hasanah, Chaerani Astri; Harisuci, Tinon Citraning
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.918

Abstract

Mahasiswa penerima beasiswa seringkali dihadapkan pada beban akademik dan non-akademik yang lebih berat dibandingkan mahasiswa reguler. Studi fenomenologi ini mengeksplorasi empat mahasiswa penerima beasiswa mengalami kebahagiaan autentik. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji pengalaman authentic happiness yang menurut Seligman terdiri atas positive emotion, engagement, dan meaning pada empat mahasiswa penerima beasiswa aktif yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipatif, lalu dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk mengungkapkan makna subjektif kebahagiaan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan finansial tidak hanya mereduksi stres, tetapi juga mendorong kepuasan, rasa syukur, dan optimisme serta keterlibatan mendalam (flow) dalam aktivitas akademik, non-akademik, dan sosial, serta tujuan hidup yang berakar dari kontribusi mereka.
Latihan Motorik Mulut Untuk Meningkatkan Artikulasi "L" Pada Anak Speech Delay Gusnia Rahma Risna; Tinon Citraning Harisuci; Mahalena Ristriyanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10562

Abstract

Kemampuan bahasa pada anak usia prasekolah memiliki peran penting dalam pembentukan keterampilan berkomunikasi serta interaksi sosial. Keterlambatan bicara seringkali menjadi kendala, terutama dalam melafalkan huruf tertentu, misalnya "L". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan motorik oral dalam meningkatkan pelafalan huruf "L" pada seorang anak speech delay, subjek penelitian ini adalah anak berumur 4 tahun 2 bulan di YCHI Demak. Riset ini memakai metode kualitatif deskriptif dengan desain Single Subject Research (SSR). Data diperoleh melalui observasi, percakapan, dan pengumpulan data selama empat bulan, dari Februari sampai Juni 2025. Hasil studi mengungkap kemajuan serta kemampuan melafalkan huruf "L" setelah latihan motorik oral, Latihan ini berperan penting dalam meningkatkan koordinasi otot-otot mulut, sehingga pengucapan anak menjadi lebih jelas. Kesimpulannya, rangsangan motorik oral terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak yang mengalami masalah keterlambatan bicara
Action: Efektivitas Acceptance and Commitment Therapy terhadap Resiliensi pada Remaja Bipolar Aulia, Syarifah; Harisuci, Tinon Citraning
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i2.12498

Abstract

This study aims to determine the effect of Acceptance and Commitment Therapy (ACT) on resilience among adolescents with bipolar disorder. The research employed a mixed-methods approach with an explanatory sequential design. In the initial phase, five adolescents with bipolar disorder received ACT intervention through a one-group pretest-posttest model. The results showed a significant increase in resilience scores (t = -3.076, p = 0.037), with an average score difference of -35.8. Furthermore, the effect size calculation using Cohen’s d yielded a value of 1.38, which falls into the large category (d ≥ 0.80), indicating that the ACT intervention had a strong practical impact on enhancing resilience among adolescents with bipolar disorder. This finding was supported by in-depth interviews that revealed improvements in emotional regulation, self-awareness, life meaning, and self-reliance. Thus, ACT has been proven to contribute positively to the improvement of resilience in adolescents with bipolar disorder. The novelty of this study lies in the structured application of ACT to enhance resilience in bipolar adolescents, a topic that has rarely been studied in Indonesia. Practically, these findings are expected to provide an initial reference for the development of ACT-based psychological interventions in both clinical and community settings.
Play Therapy untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Widayanti, Dinka Ardantya; Harisuci, Tinon Citraning
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v14i3.64561

Abstract

Tingkat pendidikan Indonesia di kancah internasional termasuk rendah. Hal ini dilihat dari peringkat PISA yang mengukur tingkat kemampuan literasi membaca, literasi sains, dan literasi numerasi, yang mana hasilnya rendah dibandingkan negara lain. Salah satu program yang dibuat oleh Kemendikbudristek (Kementrian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi) yaitu Kampus Mengajar dapat menjawab permasalahan tersebut. Pelaksanaan Kampus Mengajar ini dilakukan dengan metode play therapy untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas play therapy terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek dari penelitian ini adalah 6 siswa pilihan dari SMP Istiqlal Kudus. Instrumen penelitian menggunakan soal pilihan ganda yang disediakan oleh Kemendikbudristek. Uji hipotesis menggunakan T-test.Hasil penelitian diperoleh p=0,041 (p<0,05) untuk kemampuan literasi, yang artinya penerapan play therapy efektif meningkatkan kemampuan literasi. Sedangkan didapatkan hasil p=0,363 (p>0,05) untuk kemampuan numerasi, yang artinya play therapy tidak berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan numerasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh play therapy pada peningkatan kemampuan literasi, sedangkan pada kemampuan numerasi penerapan play therapy tidak berpengaruh secara signifikan.
Authentic Happiness pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Chaerani Astri Hasanah; Tinon Citraning Harisuci
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.918

Abstract

Mahasiswa penerima beasiswa seringkali dihadapkan pada beban akademik dan non-akademik yang lebih berat dibandingkan mahasiswa reguler. Studi fenomenologi ini mengeksplorasi empat mahasiswa penerima beasiswa mengalami kebahagiaan autentik. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji pengalaman authentic happiness yang menurut Seligman terdiri atas positive emotion, engagement, dan meaning pada empat mahasiswa penerima beasiswa aktif yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipatif, lalu dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk mengungkapkan makna subjektif kebahagiaan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan finansial tidak hanya mereduksi stres, tetapi juga mendorong kepuasan, rasa syukur, dan optimisme serta keterlibatan mendalam (flow) dalam aktivitas akademik, non-akademik, dan sosial, serta tujuan hidup yang berakar dari kontribusi mereka.
Implementasi Sharing Space sebagai Safe Place untuk Meningkatkan Keterbukaan Psikologis Anak Migran dalam Pendidikan Informal Fadiyah, Salamatun Nisrinal; Rofi’ati, Dhevi Sa’idatur; Sholihah, Kholifah Umi; Harisuci, Tinon Citraning
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4608

Abstract

Anak migran Indonesia non-dokumen merupakan kelompok yang berada dalam kondisi kerentanan sosial dan psikologis akibat keterbatasan akses terhadap pendidikan formal, layanan kesehatan, serta dukungan emosional dari keluarga. Orang tua yang bekerja dengan jam kerja panjang menyebabkan anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan nonformal, seperti sanggar bimbingan belajar, yang berperan tidak hanya sebagai ruang akademik, tetapi juga ruang sosial dan emosional bagi anak. Namun, fokus kegiatan sanggar yang dominan pada aspek akademik sering kali belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan emosional anak. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menghadirkan program sharing space sebagai ruang aman psikologis untuk mendukung keterbukaan emosional dan regulasi emosi anak migran non-dokumen. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain partisipatoris dan dilaksanakan selama tiga minggu di salah satu sanggar bimbingan belajar di bawah naungan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Subjek kegiatan adalah anak-anak migran Indonesia non-dokumen usia sekolah dasar. Program sharing space dilakukan secara konsisten setelah kegiatan pembelajaran dengan memberikan ruang bagi anak untuk berbagi pengalaman, mengekspresikan perasaan, serta membangun relasi yang aman dengan fasilitator. Evaluasi program dilakukan melalui observasi kualitatif terhadap perilaku anak selama kegiatan berlangsung. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa sharing space berperan dalam meningkatkan keterbukaan psikologis anak, yang ditandai dengan meningkatnya keberanian anak dalam bercerita, keterlibatan selama kegiatan, serta berkurangnya konflik antaranak. Relasi yang empatik dan non-menghakimi antara fasilitator dan anak menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman emosional. Dengan demikian, sharing space dapat dipahami sebagai intervensi psikososial ringan yang aplikatif dan relevan dalam konteks pendidikan nonformal bagi anak migran non-dokumen.
Emotional Labor pada Perawat Poli Kejiwaan Rawat Jalan di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus: Sebuah Studi Kualitatif Deskriptif Huda, Fito Uli; Harisuci, Tinon Citraning
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5427

Abstract

Emotional labor merupakan tuntutan kerja yang tidak terpisahkan dari profesi perawat, terutama pada setting pelayanan kesehatan jiwa rawat jalan yang menuntut pengelolaan emosi secara intens, cepat, dan berkelanjutan. Perawat poli kejiwaan rawat jalan dihadapkan pada interaksi singkat namun padat dengan pasien yang memiliki kondisi emosional tidak stabil, sehingga berpotensi meningkatkan beban kerja emosional dan risiko kelelahan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman emotional labor pada perawat Poli Kejiwaan Rawat Jalan di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan partisipan tiga orang perawat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama emotional labor, yaitu frekuensi tampilan emosi, intensitas tampilan emosi, durasi tampilan emosi, dan disonansi emosional. Perawat dituntut untuk menampilkan emosi positif secara berulang hampir sepanjang shift kerja, dengan intensitas tinggi terutama saat menghadapi pasien dengan kondisi emosional tidak stabil dan keluarga yang emosional. Durasi panjang dalam mempertahankan ekspresi profesional tanpa jeda pemulihan menyebabkan kelelahan emosional yang kumulatif. Disonansi emosional menjadi dimensi paling menonjol, ditandai dengan konflik antara emosi yang dirasakan dan emosi yang harus ditampilkan, yang berdampak pada kelelahan emosional, tumpulnya empati, dan gangguan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan organisasi, pelatihan regulasi emosi, dan mekanisme pemulihan emosional untuk menjaga kesejahteraan perawat dan kualitas pelayanan kesehatan jiwa.