Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Antara Self-Regulated Learning dengan Stres Akademik Pada Penyelesaian Tugas Akhir Mahasiswa Tingkat Akhir Di Kota Salatiga Insania Ardila; Dewita Karema Sarajar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6689

Abstract

Stres akademik merupakan salah satu problematika yang mempengaruhi psikologis mahasiswa pada penyelesaian tugas akhir/skripsi dan cenderung mengakibatkan ketegangan emosional mahasiswa. Selain itu, stres akademik dapat mempengaruhi kognitif, afektif, fisiologis, dan perilaku mahasiswa. Self-regulated learning merupakan usaha aktif mahasiswa dalam menyelesaikan segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan akademik. Self-regulated learning mahasiswa pada penyelesaian tugas akhir identik dengan proses kemandirian mahasiswa yang berkaitan dengan pengaturan kognisi, perilaku, dan motivasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan stres akademik pada penyelesaian tugas akhir mahasiswa tingkat akhir di kota Salatiga. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir di kota Salatiga yang sedang melakukan penyelesaian tugas akhir/skripsi. Sampel pada penelitian yaitu mahasiswa angkatan tahun 2017, 2018, 2019, 2020. Responden yang berpartisipasi pada penelitian ini sebanyak 119 responden. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala self-regulated learning dan stres akademik. Analisi data pada penelitian ini adalah Pearson Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan negatif yang signifikan antara self-regulated learning dengan stres akademik pada penyelesaian tugas akhir mahasiswa tingkat akhir di kota Salatiga, dengan hasil r = - 0,051 dan p = 0,293.
Hubungan Self-Esteem Dengan Public Speaking Anxiety Pada Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Di Kota Salatiga Jonathan Kent Setyanto; Dewita Karema Sarajar
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dan public speaking anxiety pada siswa SMA di Kota Salatiga. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif desain korelasional. Sampel penelitian yaitu 270 siswa SMA yang diambil dari 4 sekolah. Instrumen yang digunakan yaitu RSES (Rosenberg Self Esteem Scale) dengan reliabilitas sebesar 0.849 dan skala PRPSA (Personal Report of Public Speaking Anxiety) dengan hasil reliabilitas sebesar 0.956. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self esteem dan public speaking anxiety, yaitu r = -.0355 (p < 0.01). Artinya, semakin tinggi tingkat self esteem siswa, semakin rendah tingkat public speaking anxiety yang mereka alami, dan sebaliknya. Rata-rata partisipan dalam penelitian ini memiliki self esteem pada kategori sedang, yaitu sebanyak 108 siswa (40%) dan memiliki public speaking anxiety pada kategori sedang, yaitu sebanyak 118 siswa (42.96%). Siswa yang memiliki self esteem tinggi dapat mengurangi risiko tingginya public speaking anxiety, dan sebaliknya. Kata kunci: self esteem, public speaking anxiety, siswa SMA
Hubungan Self-Efficacy dan Kecemasan Menghadapi SNBT 2023 Esi Lacosta; Dewita Karema Sarajar
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.6155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan kecemasan dalam menghadapi SNBT 2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 422 individu berusia 17-25 tahun di Indonesia yang telah mengikuti SNBT 2023 yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Skala yang digunakan yaitu General Self-efficacy Scale oleh Bandura dengan reliabilitas 0,864 dan skala kecemasan oleh Cassady & Johnson dengan reliabilitas 0,894. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data, yaitu analisis deskriptif, uji normalitas, uji linearitas dan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara self-efficacy dengan kecemasan dalam menghadapi SNBT 2023 dengan nilai koefisien korelasi -0,223. (p<0,05). Rata-rata partisipan dalam penelitian ini memiliki self-efficacy yang tinggi, yaitu sebanyak 306 partisipan (72,5%) dan memiliki kecemasan pada tingkat sedang, yaitu sebanyak 239 partisipan (56,6%). Individu yang memiliki self-efficacy yang tinggi akan memiliki kecemasan yang rendah ketika menghadapi SNBT 2023 dan sebaliknya. Kata kunci: efikasi diri, kecemasan menghadapi ujian, seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) 2023
Hubungan Konsep Diri Dengan Konformitas Pada Siswa SMA Yang Mengonsumsi Minuman Alkohol di Sulawesi Utara Adinda Lisa Sofia Marasut; Dewita Karema Sarajar
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6168

Abstract

Konsumsi alkohol menjadi gaya hidup di kalangan remaja, sehingga perlu adanya pemahaman terkait konsep diri dan konformitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan konformitas pada siswa SMA yang mengonsumsi minuman alkohol di Sulawesi Utara. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Terdapat 164 siswa sebagai responden penelitian ini yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Self-Concept Questionnaire dan Conformity Scale. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan konformitas, dimana nilai r = -.511 dengan nilai Sig. (1-tailed) = <0.001 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsep diri yang dimiliki maka tingkat konformitas akan semakin rendah, sebaliknya semakin rendah konsep diri yang dimiliki maka akan semakin tinggi tingkat konformitas pada siswa SMA yang mengonsumsi alkohol di Sulawesi Utara. Kata kunci: konsep diri, konformitas, siswa SMA, alkohol
Konsep Diri Dan Kematangan Karier Siswa Kelas XII SMA Di Kabupaten Semarang Feni Febrianti; Dewita Karema Sarajar
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6463

Abstract

Siswa kelas XII SMA dihadapkan pilihan dalam menentukan karier. Dengan demikian, perlu memiliki konsep diri yang baik untuk mencapai kematangan karier. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kematangan karier pada siswa kelas XII SMA di Kabupaten Semarang. Metode penelitian secara kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan data melalui kuesioner dengan skala likert pada 200 partisipan dengan Teknik quota sampling. Metode analisis data yang digunakan uji korelasi Spearman's Rho. Terdapat dua skala dalam penelitian, yaitu skala konsep diri dan skala kematangan karier. Hasil penelitian ini terdapat korelasi sebesar 0,307 dan nilai signifikansi 0.000 (p < 0,05). Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara konsep diri dan kematangan karier. Artinya apabila konsep diri tinggi maka kematangan karier juga tinggi begitupun sebaliknya. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan guru BK memfasilitasi siswa dalam membentuk konsep diri yang baik sehingga dapat memiliki kematangan karier yang baik. Kata kunci: konsep diri, kematangan karier, siswa SMA
HUBUNGAN PARENT ATTACHMENT DENGAN REGULASI EMOSI PADA PEREMPUAN DEWASA USIA 28-33 YANG BELUM MENIKAH Meilina Dwi Kurniawati; Dewita Karema Sarajar
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11802

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the presence of social pressure and developmental demands experienced by unmarried adult women, which can affect their ability to regulate emotions. The purpose of this study was to determine the relationship between parental attachment and regulation emotion in unmarried women aged 28 to 33 years. This study used a quantitative approach with a correlational design. The subjects in this study were 93 women selected using purposive sampling technique. The instruments used in the study were the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) scale to measure parental attachment and Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) to measure emotional regulation. Data were analyzed using the Spearman correlation test, with the results showing a positive and significant relationship between parental attachment and emotional regulation (r = 0,0443; p< 0.01). This finding means that the higher the emotional regulation. This study demonstrates the importance of the role of parental attachment to children in helping develop good emotional regulation in adulthood. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi adanya tekanan sosial dan tuntutan tahapan perkembangan pada perempuan dewasa yang belum menikah dan dapat memengaruhi kemampuan regulasi emosi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kelekatan orang tua dengan regulasi emosi pada perempuan usia 28 hingga 33 tahun yang belum menikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 93 perempuan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah skala Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur kelekatan orang tua dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kelekatan orang tua dengan regulasi emosi (r = 0,443; p < 0,01). Temuan ini berarti semakin tinggi kelekatan orang tua maka semakin tinggi regulasi emosi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya peran kelekatan orang tua dengan anak dalam membantu mengembangkan regulasi emosi dengan baik pada masa dewasa.
THE RELATIONSHIP BETWEEN INTERNET ADDICTION AND IMPULSIVE BUYING AMONG STUDENTS OF SMA NEGERI 1 SALATIGA WHO USE E-COMMERCE Dani Aji Kartiko; Dewita Karema Sarajar
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 5 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the internet and technology cannot be separated from human life in this modern era. This condition is experienced by all groups, particularly senior high school students who are entering adolescence and tend to have unstable emotions. This study was conducted to analyze the relationship between internet addiction and impulsive buying. The participants of this study consisted of 209 respondents who were students of SMA Negeri 1 Salatiga from grades 10 to 12 and users of e-commerce, selected using a purposive sampling method. The measurements were conducted using the Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS) and the Internet Addiction Test (IAT). Data analysis was carried out using Pearson correlation analysis, which indicated a positive and significant relationship between internet addiction and impulsive buying, with a correlation coefficient of r = 0.207 and a significance value of p = 0.003 (p < 0.05). These results indicate that the higher the level of internet addiction experienced by students, the higher their tendency to engage in impulsive buying behavior. The findings of this study suggest that internet addiction is one of the factors associated with impulsive buying among students of SMA Negeri 1 Salatiga, particularly those who use e-commerce.
HUBUNGAN ANTARA KEBERSYUKURAN DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS BAGI REMAJA YANG MEMILIKI SAUDARA KANDUNG TUNAGRAHITA Ninda Graciella Parrangan Putri; Dewita Karema Sarajar
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12978

Abstract

Gratitude is one of the internal factors that plays a role in enhancing an individual’s psychological well-being, particularly among adolescents facing various life demands. Adolescents who have siblings with intellectual disabilities often face emotional challenges and additional responsibilities that can affect their psychological well-being. This study aims to examine the relationship between gratitude and psychological well-being among adolescents with siblings with intellectual disabilities. The method used is a quantitative approach with a correlational design. The study participants consisted of 190 adolescents aged 13–20 years, selected using purposive sampling. The instruments used were the Gratitude Questionnaire–6 (GQ-6) to measure gratitude and the Psychological Well-Being Scale (PWB) based on Ryff’s model to measure psychological well-being. Data analysis was conducted using the Spearman’s rank correlation test. The results indicated a significant positive relationship between gratitude and psychological well-being (r = 0.379; p < 0.05) with a moderate strength of association. These findings suggest that the higher the level of gratitude adolescents possess, the higher their perceived psychological well-being. This study is expected to contribute to the development of gratitude-based psychological interventions to improve adolescents’ psychological well-being. ABSTRAK Kebersyukuran merupakan salah satu faktor internal yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis individu, khususnya pada remaja yang menghadapi berbagai tuntutan kehidupan. Remaja yang memiliki saudara kandung tunagrahita seringkali dihadapkan pada tantangan emosional dan tanggung jawab tambahan yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dan kesejahteraan psikologis pada remaja yang memiliki saudara kandung tunagrahita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 190 remaja berusia 13–20 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Gratitude Questionnaire–6 (GQ-6) untuk mengukur kebersyukuran dan Psychological Well-Being Scale (PWB) berdasarkan model Ryff untuk mengukur kesejahteraan psikologis. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kebersyukuran dan kesejahteraan psikologis (r = 0,379; p < 0,05) dengan kekuatan hubungan pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kebersyukuran yang dimiliki remaja, semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis yang dirasakan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan intervensi psikologis berbasis kebersyukuran untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja.