Gafar Tomutu
Universitas Bina Taruna Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan Umum Tahun 2024: Studi di Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo Gafar Tomutu; Ellys Rachman; Tety Thalib
Indonesian Journal of Public Administration and Policy Vol. 1 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Public Administration and Policy
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ijpap.v1i1.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dan faktor-faktor yang memengaruhinya dalam Pemilu 2024 di Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo. Partisipasi pemilih merupakan indikator krusial dalam mengukur kualitas demokrasi, namun partisipasi pemilih di wilayah ini tercatat hanya 79,43% dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 13.704 orang. Angka ini menyoroti tantangan serius dalam pelaksanaan proses demokrasi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa rendahnya partisipasi dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, yaitu keterbatasan pengetahuan politik warga negara, kendala ekonomi yang memicu praktik jual beli suara, apatisme politik akibat kekecewaan terhadap wakil rakyat terpilih, dan tekanan sosial dari elit lokal. Selain itu, peran lembaga penyelenggara pemilu dalam memberikan pendidikan pemilih yang efektif masih kurang memadai, sehingga banyak warga negara yang memilih secara tidak rasional atau bahkan tidak memilih sama sekali. Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif untuk meningkatkan partisipasi pemilih melalui peningkatan pendidikan politik, pemberdayaan ekonomi, dan pemulihan kepercayaan publik terhadap proses pemilu dan hasilnya. Kata kunci : Partisipasi Politik, Pemilu 2024, Politik Lokal, Apatisme, Politik Uang, Tabongo