Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN JAMU KUNYIT ASAM (Curcuma domestica Val. - Tamarindus indica L.) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Praptanti Sinung Adi Nugroho; Ricka Prasdiantika
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunyit Asam merupakan minuman fungsional yang terbuat dari kunyit dan asam jawa. Kunyit mengandung senyawa kurkuminoid yang dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji fisik dan aktivitas antioksidan obat herbal kunyit asam dengan penambahan ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.). Uji mutu meliputi uji organoleptik dan pH. Uji organoleptik meliputi uji bau, rasa, dan warna. Dari hasil yang diperoleh seluruh formulasi minuman herbal kunyit dengan penambahan ekstrak daun kersen mempunyai aroma khas kunyit, rasa dominan kunyit, dan mempunyai warna cokelat kekuningan. Formulasi F1, F2, dan F3 mempunyai pH kisaran 5. Aktivitas antioksidan paling besar adalah F3 (penambahan ekstrak daun kersen 30%). Nilai IC50 sebesar 34,96±20,2 termasuk kategori sangat kuat.
UJI MUTU MINUMAN TRADISIONAL KOMBINASI TEMU KUNCI (BOESENBERGIA ROTUNDA) DAN BUAH STROBERI (FRAGARIA X ANANASSA) Ricka Prasdiantika; Praptanti Sinung Adi Nugroho
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Juni 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i2.16

Abstract

Minuman tradisional merupakan salah satu jenis minuman yang berkembang pesat di Indonesia dan dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman tradisional seperti rimpang temu kunci (Boesenbergia rotunda) dan buah stroberi (Fragaria x ananassa Duch.). Kedua bahan tersebut diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji mutu sediaan minuman tradisional kombinasi temu kunci dan buah stroberi melalui uji organoleptik, uji volume terpindahkan, dan uji pH. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang difokuskan pada pengujian mutu produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman tradisional ini memiliki karakteristik organoleptik yaitu berbentuk cair, berwarna cokelat muda, rasa manis khas temu kunci, dan bau khas temu kunci. Hasil uji volume terpindahkan menunjukkan hasil 100±0,00 mL, sedangkan hasil uji pH sebesar 4,65±0,005. Seluruh hasil uji mutu telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BPOM RI No. 29 Tahun 2023 Tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Bahan Alam dan Depkes RI Tahun 1995.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL MINUMAN FUNGSIONAL BIJI KETUMBAR KOMBINASI DAUN SERAI WANGI Praptanti Sinung Adi Nugroho; Ricka Prasdiantika
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 3 (2025): Vol. 1 No. 3 September 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i3.51

Abstract

Kardiovaskular merupakan suatu sistem yang memiliki peran paling penting di dalam organ tubuh manusia. Menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan dengan mengonsumsi minuman fungsional yang mengandung antioksidan. Minuman fungsional saat ini telah banyak dikembangkan menggunakan bahan-bahan alami seperti daun teh dan rempah-rempah yang dikenal dengan bahan herbal (ramuan bunga, daun, biji, akar atau buah kering). Ketumbar (Coriandrum sativum L.) dikenal sebagai biji yang dalam menurunkan hipertensi dan daun serai wangi dapat digunakan sebagai tanaman obat karena memiliki kandungan kimia berupa alkaloid, fenolik, saponin, tannin, flavanoid, antraquinon, dan minyak atsiri. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil uji kualitatif senyawa fenolik dengan FeCl3 pada biji ketumbar kombinasi daun serai wangi dengan formulasi 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100 menghasilkan warna biru pekat. Penetapan kadar fenolik total optimal menggunakan spektrofotometer UV-Vis terdapat pada biji ketumbar kombinasi daun serai dengan formulasi 75:25, yaitu sebesar 7,624±0,1 mGAE/g.