Gusti Ngurah Sukadana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

”Teologi Tanah Warisan”: Interpretasi 1 Raja-Raja 21:1-29 dan Relevansinya terhadap Krisis Tanah di Bali Ni Nyoman Fransiska; Johan Johan; Gusti Ngurah Sukadana
Predica Verbum: Jurnal Teologi dan Misi Vol 6 No 1 (2026): Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Predica Verbum Vol. 6 No. 1 (June) 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51591/predicaverbum.v6i1.190

Abstract

The conversion of customary land in Bali due to tourism expansion and the practice of nominee agreements by non-Balinese residents has threatened the sustainability of local communities’ ancestral land rights. Although the issue of customary land in Bali has been examined from the perspectives of agrarian law and sociology, a biblical study linking the narrative of 1 Kings 21 to the ancestral land crisis in Bali has never been conducted. This study addresses this gap by examining the theological significance of ancestral land in 1 Kings 21 and its relevance to contemporary customary land issues in Bali. The method employed is a historical-critical interpretation of the text of 1 Kings 21, followed by a comparative analysis of the socio-cultural context of Balinese society. The findings identify three meanings of ancestral land: (1) land as a symbol of ancestral identity, (2) land as a guarantee of generational continuity and kinship, and (3) land as the foundation of community well-being. These findings indicate that the theological framework of 1 Kings 21 can serve as a normative foundation for responding to the shift in the value of land from a sacred inheritance to an economic commodity, while also providing an ethical contribution to the advocacy of land rights for the indigenous people of Bali.
MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS Gusti Ngurah Sukadana
Jurnal Penggerak Vol. 4 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v4i1.34

Abstract

Kajian pustaka terkait dengan keserupaan dengan Yesusdikaji dari beberapa buku atau sumber antara lain: Pertama, Bukudengan judul Just Like Jesus (Persis Seperti Yesus), karya Max Lucado.Diterjemahkan oleh Dra. Connie Item Corputty, terbitan Interaksara.Kedua, buku yang berjudul Yesus Sang Radikal, Karya R.T.France.Diterjemahkan oleh: P.G Katoppo, (Jakarta: BPK Gunung Mulia,1998). Ketiga, buku yang berjudul Kerajaan Yang Sungsang, KaryaDonald B. Kraybill. Diterjemahkan oleh Ny. S.L. Tobing dan StephenSuleeman, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1999). Keempat, buku yangberjudul The Purpose Driven Life, karya Rick Warren. Diterjemahkanoleh Paulus Adiwijaya, (Malang: Gandum Mas, 2008).
STUDI ANALISIS TENTANG AJARAN LAIN DALAM SURAT 1 TIMOTIUS 1:3 DAN IMPLIKASINYA BAGI ORANG PERCAYA MASA KINI Matius Mallo Billi; Gusti Ngurah Sukadana
Jurnal Penggerak Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v6i2.100

Abstract

Surat 1 Timotius adalah dokumen penting yang ditulis oleh Rasul Paulus untuk memberikan panduan kepada Timotius dalam kepemimpinannya di jemaat Efesus. Salah satu isu utama yang dibahas dalam surat ini adalah peringatan Paulus mengenai ajaran-ajaran yang menyimpang dari kebenaran Injil. Dalam 1 Timotius 1:3, Paulus menekankan pentingnya menghentikan "ajaran lain" yang dapat merusak integritas doktrinal jemaat. Ajaran ini berpotensi menyesatkan anggota jemaat dari pengajaran yang sehat yang telah diajarkan oleh para rasul.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis ajaran lain dalam 1 Timotius 1:3 dan implikasinya bagi orang percaya masa kini. Metode ini mencakup analisis eksegesis terhadap teks, dengan fokus pada kata kunci dalam bahasa Yunani dan konteks historis serta teologis surat tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa istilah "ajaran lain" (????????????????) merujuk pada pengajaran yang secara fundamental berbeda dari doktrin yang diterima, dan berpotensi mengganggu pertumbuhan rohani jemaat.Aplikasi ajaran ini bagi gereja masa kini sangat relevan. Dalam konteks modern, tantangan ajaran sesat kini muncul dalam bentuk teologi populer dan relativisme moral, yang dapat membingungkan jemaat. Oleh karena itu, gereja perlu kembali kepada ajaran Alkitab dan memberikan bimbingan yang jelas untuk membantu jemaat memahami kebenaran.