Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah peredaran uang, konsumsi rumah tangga, dan investasi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan daerah karena mencerminkan kemampuan pemerintah dalam mengelola sumber daya ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk time series selama periode 2013–2023 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, serta publikasi resmi pemerintah. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS, yang didahului dengan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang berarti peningkatan likuiditas mampu mendorong aktivitas ekonomi daerah. Konsumsi rumah tangga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi belum sepenuhnya memberikan dampak produktif terhadap perekonomian daerah. Sementara itu, investasi UMKM berpengaruh positif namun belum signifikan pada taraf 5%, meskipun menjadi variabel yang paling dominan dalam model penelitian. Secara simultan, jumlah uang beredar, konsumsi rumah tangga, dan investasi UMKM berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara.