Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Introduksi Fungi Pelapuk Putih dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Rumahan Batik Lebak Rida Oktorida Khastini; Nani Maryani; Dinar Sugiana Fitrayadi; Akhmad Baihaqi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 4 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i4.3311

Abstract

Pelaku industri Batik Lebak belum mengetahui dan memiliki keterampilan mengolah limbah batik sehingga akan berdampak negatif bagi lingkungan. Melalui Program Kemitraan Masyarakat dengan UMKM Batik yang berlokasi di Kampung Pancur, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak dilakukan upaya untuk peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan limbah cair batik dengan memanfaatkan agen bioremediasi fungi pelapuk putih sehingga tidak merusak lingkungan. Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memiliki koleksi isolat fungi pelapukĀ  putih yang potensial yang dapat digunakan dalam mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat limbah cair batik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan danĀ  evaluasi. Peserta kegiatan di UMKM Batik Lebak sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian dan menunjukkan peningkatan pengetahuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengolah limbah batik dengan memanfaatkan mikroorganisme fungi pelapuk putih.
The lexicon and meanings of local banana names in Banten: An anthropolinguistics study Metta Dian Amalia; Asep Muhyidin; Nani Maryani
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 12 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v12i1.42619

Abstract

This research is motivated by the decreasing documentation and understanding of the younger generation regarding the names of local Banten bananas and their philosophical meanings, even though the lexicon represents local wisdom and traditional knowledge of the community. This study aims to examine and describe the lexicon and philosophy of local Banten banana names from an anthropolinguistic perspective as an effort to document culture. The method used is descriptive qualitative with an anthropological approach. Data were obtained through observation, in-depth interviews with 13 informants across four districts in Banten Province, and visual documentation and field notes. From 166 initial data from interviews that have been deduplicated, 62 lexicons of local banana names were obtained, all of which are in the form of attributive endocentric noun phrases. Analysis shows that 57 names still have philosophical meanings that can be explained based on physical characteristics, colour, taste, texture, aroma, consumption habits, and symbolic associations. In contrast, the others have experienced a loss of meaning due to social and generational changes. In conclusion, the lexicon of local Banten banana names serves not only as a varietal marker but also as a cultural archive that reflects the relationship among language, culture, and environment, making its documentation important for preserving the identity and traditional knowledge of the Banten people.