This Author published in this journals
All Journal Al'Adalah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MEDIA DAN REPRESENTASI IDENTITAS NASIONAL Ika Puspa Dewi; Muhibbin
Al'Adalah Vol. 19 No. 2 (2016)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

National Identity as a characteristic which is possessed by the nation cannot be separated from the media to be used as information which is reported to the society. Through creativity, national identity has never finished in one place. Its presence criticize nationalist version while showing complexity and problematic of that national identity. In other words, national identity is not meant as artifact immutable, but it always get contestation politically and change continuously. This research is conducted to see how the construction of national identity of media, especially Jawa Post through Wayang Durangpo. Meanwhile, Wayang Durangpo is narrative which publishes weekly since 2009-2012. This research sees that media is not neutral. It means that media has the potential to be construction agent. This research used narrative analysis approach. Furthermore, the representation of national identity will be operated by using narrative codes, such as plot, intertextual, character, sintagmatig, paradigmatic, and binary opposition.
CYBERSPACE CULTURE: DARI PERSELINGKUHAN IDEOLOGI HINGGA BUDAYA KONSUMERISME: Resensi Buku Cyberspace and Culture Muhibbin
Al'Adalah Vol. 18 No. 2 (2015)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagad maya (cyberspace) menjadi ruang baru bagi suatu identitas diri masyarakat di era digital.Interaksi sosial manusia di dalam ranah ini telah menghasilkan budaya baru yang disebut budaya siber (cyberculture). Budaya internet, budaya online, budaya siber, dan budaya maya adalah deskripsi diri yang kini melekat dalam arena pergaulan sosial manusia modern. Ruang publik (public sphere) yang bergantung pada koneksi internet ini pada perkembangannya berjalan superkilat dan menjadi arena pertarungan di dalamnya. Ideologi, konsumerisme, kekuasaan, gaya hidup, hingga belanja “bertempur” di dunia maya ini. Budaya yang muncul di dunia maya menjadi arena dominasi para pemilik modal. Dunia internet yang superbebas merupakan jalan siapa saja untuk mengegolkan kepentingan-kepentingannya. Bahkan, karena saking longgarnya, media cyber ini juga menjadi sarana yang efektif untuk melakukan perlawanan terhadap budaya dominan tersebut.
MEDIA DAN REPRESENTASI IDENTITAS NASIONAL Ika Puspa Dewi; Muhibbin
Al'Adalah Vol. 19 No. 2 (2016)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

National Identity as a characteristic which is possessed by the nation cannot be separated from the media to be used as information which is reported to the society. Through creativity, national identity has never finished in one place. Its presence criticize nationalist version while showing complexity and problematic of that national identity. In other words, national identity is not meant as artifact immutable, but it always get contestation politically and change continuously. This research is conducted to see how the construction of national identity of media, especially Jawa Post through Wayang Durangpo. Meanwhile, Wayang Durangpo is narrative which publishes weekly since 2009-2012. This research sees that media is not neutral. It means that media has the potential to be construction agent. This research used narrative analysis approach. Furthermore, the representation of national identity will be operated by using narrative codes, such as plot, intertextual, character, sintagmatig, paradigmatic, and binary opposition.
CYBERSPACE CULTURE: DARI PERSELINGKUHAN IDEOLOGI HINGGA BUDAYA KONSUMERISME: Resensi Buku Cyberspace and Culture Muhibbin
Al'Adalah Vol. 18 No. 2 (2015)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagad maya (cyberspace) menjadi ruang baru bagi suatu identitas diri masyarakat di era digital.Interaksi sosial manusia di dalam ranah ini telah menghasilkan budaya baru yang disebut budaya siber (cyberculture). Budaya internet, budaya online, budaya siber, dan budaya maya adalah deskripsi diri yang kini melekat dalam arena pergaulan sosial manusia modern. Ruang publik (public sphere) yang bergantung pada koneksi internet ini pada perkembangannya berjalan superkilat dan menjadi arena pertarungan di dalamnya. Ideologi, konsumerisme, kekuasaan, gaya hidup, hingga belanja “bertempur” di dunia maya ini. Budaya yang muncul di dunia maya menjadi arena dominasi para pemilik modal. Dunia internet yang superbebas merupakan jalan siapa saja untuk mengegolkan kepentingan-kepentingannya. Bahkan, karena saking longgarnya, media cyber ini juga menjadi sarana yang efektif untuk melakukan perlawanan terhadap budaya dominan tersebut.