Al'Adalah
Vol. 18 No. 2 (2015)

CYBERSPACE CULTURE: DARI PERSELINGKUHAN IDEOLOGI HINGGA BUDAYA KONSUMERISME: Resensi Buku Cyberspace and Culture

Muhibbin (IAIN Jember)



Article Info

Publish Date
15 Mar 2022

Abstract

Jagad maya (cyberspace) menjadi ruang baru bagi suatu identitas diri masyarakat di era digital.Interaksi sosial manusia di dalam ranah ini telah menghasilkan budaya baru yang disebut budaya siber (cyberculture). Budaya internet, budaya online, budaya siber, dan budaya maya adalah deskripsi diri yang kini melekat dalam arena pergaulan sosial manusia modern. Ruang publik (public sphere) yang bergantung pada koneksi internet ini pada perkembangannya berjalan superkilat dan menjadi arena pertarungan di dalamnya. Ideologi, konsumerisme, kekuasaan, gaya hidup, hingga belanja “bertempur” di dunia maya ini. Budaya yang muncul di dunia maya menjadi arena dominasi para pemilik modal. Dunia internet yang superbebas merupakan jalan siapa saja untuk mengegolkan kepentingan-kepentingannya. Bahkan, karena saking longgarnya, media cyber ini juga menjadi sarana yang efektif untuk melakukan perlawanan terhadap budaya dominan tersebut.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

aladalah

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences

Description

This journal aims to publish original research articles on Islam and Muslims, especially Islamic thoughts, doctrines, and practices oriented toward moderation, egalitarianism, and humanity. The journal articles cover integrated topics on Islamic issues, including Islamic philosophy and theology, ...