Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al'Adalah

PSIKOLOGI MORAL AL-MUHASIBI: STUDI ATAS KITAB AL-RI’AYAH LI HUQUQ ALLAH Khoirul Faizin
Al'Adalah Vol. 15 No. 2 (2012)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui karyanya, al-Ri’ayah li Huquq Allah, al-Muhasibi menganalisis secara utuh mengenai berbagai bentuk egoisme manusia, metode pelatihannya, dan cara mewaspadainya. Bentuk egoisme utama yang dibahasnya adalah; riya’ (narsisisme); kibr (megalomania); ‘ujub, dan ghirrah. Menyangkut pembahasan tentang khatarat, ia mengajukan tiga sumber penyebabnya, yakni hawa nafsu, setan atau iblis, dan Tuhan—melalui wahyu Ilahi dan nalar manusia. Analisis al-Muhasibi mengenai khatarat hawa nafsu dan setan merupakan analisis yang paling terkenal di kalangan kaum sufi. Namun, adalah penting untuk mengingat bahwasanya dia juga meyakini Allah sebagai sumber khatarat.
REINTERPRETASI DOKTRIN DAN DIALOG: SEBUAH RESPONS ATAS GERAKAN SALAFI GLOBAL Khoirul Faizin
Al'Adalah Vol. 14 No. 2 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem mendasar dalam proses pengajaran studi Islam di UIN, IAIN, dan STAIN, juga perguruan tinggi berbasis ilmu-ilmu keislaman lainnya adalah menyangkut persoalan metodologi pengkajian Islam itu sendiri. Selama ini para pengajar “terbaca” sehagai pihak yang kurang memahami dengan baik persoalan metodologi dimaksud. Boleh jadi, eksplorasi matakuliah-matakuliah tertentu--cabang-cabang keilmuan Islamic studies sudah mendetail, namun asumsi-asumsi dasar dan kerangka teori yang digunakan oleh bangunan keilmuan tersebut lepas begitu saja. Penyebab utamanya adalah kegagalan penguasaan atas metodologinya, Sudah barang tentu, implikasi dan konsekuensi pada lokus praksis yang dimungkinkan bahkan dicanangkan oleb cabang-cabang keilmuan itu terlepas pula begitu saja. Atau dalam arti lain, kajian atas studi keislaman menjadi sesuatu yang normatif, utopis--tidak menjejak, Akibat dari pola baca yang sekadar puas menikmati kulit dan membuang isi tersebut menyebabkan “seolah-olah” terjadi inkompatibilitas antara Islam dengan sekian unsur modernitas (Misalnya; isu-isu perempuan, hak asasi manusia, kebebasan beragama, dan pluralisme).