Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IDENTIFIKASI JARINGAN DRAINASE PERKOTAAN BERBASIS SPASIAL DI KOTA TERNATE ( STUDI KASUS : KELURAHAN DUFA-DUFA ) Jatiningsih, Aryani; Misbah, Zulkarnain K; Ahadian, Edward Rizky
JURNAL SIPIL SAINS Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v7i13.495

Abstract

Sistem drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota (perencanaan infrastruktur khususnya). Perencanaan sistem jaringan drainase perkotaan dapat juga memanfaatkan teknologi informasi yang sedang berkembang saat ini, salah satu sistem informasi tersebut adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu suatu sistem informasi yang didesain untuk bekerja dengan data yang bereferensi pada spasial atau koordinat geografis. Pemilihan kelurahan Dufa-Dufa kecamatan Kota Ternate Utara dengan pertimbangan bahwa kawasan ini adalah kawasan yang cukup padat penduduknya. Dengan pertumbuhan penduduk yang relatif cepat diiringi pembangunan sarana dan prasarana yang memadai.Pada penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan, yaitu dengan melakukan pengukuran di lapangan dengan menggunakan alat Total Station untuk mendapatkan nilai elevasi dan alat Meter Roll untuk melakukan pengukuran dimensi saluran. Proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program aplikasi SIG (Sistem Informasi Geografis). Di mana data yang telah dikumpulkan dari hasil survei lapangan disusun dan diolah dalam bentuk peta yang memberikan gambaran informasi jaringan drainase di Kelurahan Dufa-Dufa. Aplikasi SIG yang digunakan dalam penelitian ini adalah MapWIndow SIG.Dari hasil analisis penampang eksisting saluran drainase kelurahan Dufa-Dufa menggunakan data dimensi lapangan diperoleh, saluran primer memiliki kapasitas dengan debit aliran (Q) 0,7769 m3/s, untuk saluran sekunder diketahui kapsitas dengan debit aliran (Q) 0,2960 m3/s, saluran tersier terkecil memiliki kapasitas dengan debit aliran (Q), dan saluran tersier terbesar memiliki kapasitas dengan debit aliran (Q) 0,0367 m3/s.
IDENTIFIKASI JARINGAN DRAINASE PERKOTAAN BERBASIS SPASIAL DI KOTA TERNATE (STUDI KASUS : KELURAHAN TUBO) Dewi Anwar, Siti Irana; Misbah, Zulkarnain K; Irnawaty, Irnawaty
JURNAL SIPIL SAINS Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v7i14.501

Abstract

Sistem jaringan drainase merupakan salah satu infrastuktur perkotaan yang paling penting, kualitas manajemen suatu kota dapat dilihat dari kualitas sistem drainase yang ada. Sistem drainase yang baik dapat membebaskan kota dari genangan banjir , dimana saluran drainase juga berfungsi sebagai limpasan air hujan dan juga air limbah rumah tangga. Di Kelurahan Tubo Kecamatan Ternate Utara sendiri merupakan kawasan yang cukup padat penduduknya. Pertumbuhan penduduk relatif cepat harus diiringi dengan pembanguan sarana dan prasarana yang memadai. Penyebab dari permasalahan drainase antara lain drainase tidak dioptimalkan sebagaiman fungsinya karena disebabkan kerusakan struktur drainase dan penumpukan sedimentasi. Metode yang digunakan untuk mengetahui permasalah draianse dikelurahan draianse yaitu dengan pengamatan langsung dilapangan dan salah satu cara yang digunakan untuk mengetahui kapasitas penampang eksisting saluran yaitu dengan menggunakan rumus matematis seperti mencari luas penampang basah, keliling basah saluran, jari-jari hidrolis saluran, kecepatan aliran. Untuk menentukan kecepatan aliran digunakan persamaan Manning. Dengan menggabungkan persamaan Manning maka diidapatkan kapasitas dari suatu saluran atau debit aliran pada saluran. Metodologi yang mengaplikasikan SIG untuk memahai dan manajemen suatu jaringan draianse telah banyak digunakan, salah satunya adalah MapWindow SIG. MapWIndow SIG dapat digunakan untuk mengembangkan dan mendistribusikan hasil dari analisa data spasial. Dari hasil analisis penamapang eksisting saluran draianse Kelurahan Tubo menggunakan data dimensi lapangan diperoleh, saluran Primer memiliki kapsitas dengan debit aliran (Q) 0,000805 m3/s, rata-rata untuk saluran sekunder diketahui kapsitas dengan debit aliran (Q) 0,0008 m3/s dan saluran tersier memiliki kapasitas dengan debit aliran (Q) 0,0000031 m3/s. Dan dari hasil pengamatan dilapangan menunjukan sebagian besar saluran drainase berfungsi dengan baik namun pada saluran tersier A1 terjadi penumpukan sedimentasi setinggi 0,5 m dan saluran sekunder C sepanjang 60 m tidak difungsikan.
Pengenalan Komputer Pada Siswa SMP IT Insantama Kota Ternate Saputra, Taufiq Yuda; Misbah, Zulkarnain K; Nagu, Nani; Ente, Kanda
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.9026

Abstract

Zaman sekarang, teknologi berkembang begitu pesatnya. Teknologi diciptakan untuk mempermudah urusan manusia dan mempermudah segala sesuatunya. Berbagai macam jenis teknologi yang tidak terhitung jumlahnya dapat kita jumpai di jaman modern ini mulai dari smartphone, laptop, dan sebagainya. Manfaat komputer dalam kehidupan sehari-hari sudah dirasakan oleh banyak orang. Mulai dari pelajar, pelaku bisnis, dan berbagai bidang lainnya kini tidak lepas dari peranannya. Untuk itu perlu dilakukan penjelasan pengenalan komputer pada siswa SMP IT Insantama Kota Ternate. Target yang dicapai adalah siswa bisa memahami dan mengerti penggunaan komputer
Evaluasi Angka Kebutuhan Nyata Operasi Dan Pemeliharaan Pada Bangunan Pantai Talud Seli Kota Tidore Kepulauan Ahmad, Badrun; K. Misbah, Zulkarnain; Taufiq Y.S, Muhammad
Journal of Science and Engineering Vol 7, No 1 (2024): Journal Of Science And ENgineering (JOSAE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/josae.v7i1.8107

Abstract

AbstractThis research uses a probability distribution method and a probability test to calculate the planned rainfall. Buoy method for calculating river discharge. Rational method, Kirpich method, Mononobe method for calculating flood discharge and Manning method for calculating planned and existing cross-sectional capacity. Flood discharge on the Aru River for a return period of 2 years, 23.18 m³/second for a return period of 5 years, 28.26m³/second for a return period of Seli Beach which is located in the City of Tidore Islands. This research is to determine the level of damage to the embankment building and the appropriate maintenance method for the coastal protection structure. The method used in the research is a direct survey method in the field. The results of this research showed that the length of the building was 462 meters, the results of the calculation of the condition index for coastal safety buildings in Seli Village, Tidore Islands City were at a level of damage of 2.5 - 3.5, which shows that this riparian dam was in light - heavy damage. This 462 meter long dam requires regular and periodic repairs and maintenance. Based on the results of the AKNOP preparation carried out, the total operational costs required for the talud building are obtained at Rp. 59,334,547.62, and the cost of maintaining the talud is Rp. 780,680,536.07.g 10 years, 31.45 m³/second for a return period of 20 years, 34.51 m3/second. The existing average discharge of the Aru River is 24.14 m³/second, for the planned discharge of the Aru River cross-section it is 78.808 m³/second and for the embankment design model which is in accordance with flood discharge the embankment maintenance height is 1 m for embankment height of 2.5 m .Keywords— Talud, Seli, Aknop, Evaluation AbstrakPenelitian ini menggunakan metode distribusi probabilitas dan uji probabilitas. Metode pelampung untuk menghitung debit sungai. Metode rasional, metode Kirpich, metode Mononobe untuk menghitung debit banjir. Debit banjir pada Sungai Aru untuk periode ulang 2 tahun, 23,18 m³/detik untuk periode ulang 5 tahun, 28,26m³/detik untuk periode ulan Pantai Seli yang terletak di Kota Tidore Kepulauan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan pada bangunan talud dan metode pemeliharaan yang tepat terhadap bangunan pengaman pantai tersebut. Metode yang di gunakan pada penelitian adalah metode survei langsung di lapangan. Hasil penelitian ini diperoleh panjang bangunan 462 meter, hasil perhitungan indeks kondisi bangunan pengaman pantai di Kelurahan Seli Kota Tidore Kepulauan berada pada tingkat kerusakan 2,5 – 3,5 yang menunjukan talud ini dalam kerusakan ringan – berat. Panjang talud 462 meter ini memerlukan perbaikan dan pemeliharaan secara rutin dan berkala. Berdasarkan hasil penyusunan AKNOP yang dilakukan, sehingga diperoleh total biaya operasional yang dibutuhkan untuk bangunan talud Rp. 59.334.547,62, dan biaya pemeliharaan talud sebesar Rp. 780.680.536,07.g 10 tahun, 31,45 m³/detik untuk periode ulang 20 tahun, 34,51 m3/detik. Debit rata-rata eksisting Sungai Aru sebesar 24,14 m³/detik, untuk debit rencana penampang sungai Aru sebesar 78,808 m³/detik dan untuk model desain tanggul yang sesuai dengan debit banjir di dapat tinggi jagaan tanggul 1 m untuk tinggi tanggul 2,5 m.Kata kunci— Talud, Seli, Aknop, Evaluasi