Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kemampuan Membaca Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V SDN 1 Ombe Baru Tahun Pelajaran 2025/2026 Mia Andina; Ati Sukmawati; Akmaluddin Akmaluddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4919

Abstract

Keterampilan membaca kritis merupakan elemen krusial dalam literasi tingkat lanjut, namun implementasinya di sekolah dasar seringkali belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan membaca kritis siswa kelas V SDN 1 Ombe Baru pada mata pelajaran Bahasa Indonesia serta mengidentifikasi kendala yang menghambat proses tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 33 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa secara umum masih berada pada kategori literal atau permukaan. Siswa mengalami kesulitan signifikan dalam membedakan fakta dan opini, cenderung melakukan plagiasi literal saat menyimpulkan, serta memiliki ketergantungan tinggi pada bantuan guru. Kendala utama meliputi rendahnya penguasaan kosakata, pengaruh negatif penggunaan gawai, media pembelajaran yang monoton, serta faktor fisiologis seperti kelelahan.
Peran Guru PPKn dalam Membentuk Pemahaman Hak dan Kewajiban Warga Negara Melalui Metode Pembelajaran Aktif pada Siswa Kelas IV SDN Gunung Gatep Lombok Tengah Tresna Bintang Kusuma Hakyky; Ati Sukmawati; Syudirman
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1984

Abstract

This study aims to analyze the role of Civic Education (PPKn) teachers in shaping students’ understanding of citizens’ rights and obligations through active learning methods. This research uses a qualitative descriptive approach conducted at SDN Gunung Gatep, Central Lombok. The subjects consisted of PPKn teachers, 36 fourth-grade students, and the school principal. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings show that the learning process is still dominated by teacher-centered methods such as lectures and question-answer sessions. Only 10 out of 36 students (±28%) were able to provide concrete examples of rights and obligations in daily life. Interviews revealed that students tend to memorize definitions without understanding their practical application. Teachers have implemented active learning methods such as discussions, group work, and role play, but student engagement remains uneven. The study concludes that although active learning contributes positively, its implementation has not been optimal due to limited time, varied student abilities, and low participation. Therefore, more adaptive teaching strategies and authentic evaluation are needed to improve students’ understanding.
Model Penanganan Bullying Pada Peserta Didik Kelas Rendah Rizki Irmaningsih; Ati Sukmawati; Muhamad Ahyar Rasidi Ocid
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.671

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya perilaku bullying pada peserta didik sekolah dasar, khususnya di kelas rendah, yang berdampak pada perkembangan sosial, emosional, dan akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model penanganan bullying di SDN 27 Mataram, mengidentifikasi model yang paling dominan digunakan, serta mengetahui tantangan yang dihadapi guru dalam menangani bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan bullying dilakukan melalui Multidimensional Model of Coping, Restorative Justice, dan Whole-School Approach. Model yang paling dominan diterapkan adalah Whole-School Approach karena efektif menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. Adapun tantangan yang dihadapi guru meliputi rendahnya kesadaran peserta didik terhadap dampak bullying, anggapan bahwa bullying hanya candaan, keterbatasan pengawasan, serta kurangnya dukungan sebagian orang tua
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa di Kelas V SDN Loang Tuna Lombok Tengah Lailatul Hafizoh; Ati Sukmawati; Rosa Desmawanti
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 4 (2026): Edisi Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reading comprehension is an essential skill for elementary school students in understanding information contained in texts. This study aims to analyze the factors related to the reading comprehension ability of fifth-grade students at SDN Loang Tuna, Central Lombok. The study employed a descriptive qualitative approach involving the fifth-grade teacher and 22 students as research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that four factors were related to students’ reading comprehension ability, namely reading interest, vocabulary mastery, school environment, and parental attention. Of the 22 students, 7 students showed low reading interest, 5 students had limited vocabulary mastery, 4 students showed a relationship between the school environment and the reading process, and 6 students experienced limited parental attention. These factors were related to students’ difficulties in understanding the content of texts, identifying main and supporting ideas, drawing conclusions, and understanding the messages conveyed in the texts. Therefore, reading comprehension ability is related to students’ internal conditions as well as support from the school environment and family.