Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN PARENTING PATTERNS AND LEARNING MOTIVATION OF STUDENTS Aziz Dwi; Muhammad Tripiando; Resi Suci Amanda; Nadhea Putri Ramadhani
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v1i2.86

Abstract

The family is the starting place to learn everything in the world, and parents are responsible for their children, which are compassionate, uplifting and nurturing. Every parent has their own parenting style which will affect a child's motivation in doing things, for example studying. Someone who has high motivation to learn will understand the lessons given more quickly, but vice versa, people who have low motivation will find it difficult to accept the learning given by them. In this research using quantitative method withof 19 items from parenting and 20 items from motivation with the sample being UIN Raden Fatah Palembang students
Efektivitas Terapi Religius Coping dalam Mengatasi Self- Harm pada Mahasiswa Mustika Marlina; Resi Suci Amanda; Saputra Agung Suroji; Dzaky Juliansyah; Mulia Putri
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v3i1.389

Abstract

Self-harm adalah tindakan sengaja melukai diri sendiri, baik secara fisik maupun emosional. Perilaku ini biasanya terjadi pada individu yang mengalami stres, kecemasan, atau depresi. Self-harm dapat memberikan dampak negatif yang signifikan pada kesehatan fisik, emosional, dan sosial individu. Menurut para ahli, self-harm adalah masalah kesehatan mental yang serius dan dapat berdampak negatif pada kehidupan seseorang. Individu yang terpapar trauma psikologis dan fisik dalam waktu yang lama mungkin mengalami kesulitan dalam mengatur emosi dan perilaku mereka. Oleh karena itu, self-harm menjadi cara untuk mengurangi rasa sakit dalam hubungan interpersonal dan dapat memiliki konsekuensi neurobiologis yang dapat menyebabkan ketergantungan pada perilaku ini. Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran penanganan religius dalam mengatasi self-harm dari perspektif individu yang mengalaminya. Berdasarkan penelitian sebelumnya, strategi coping religius telah terbukti efektif dalam membantu individu mengatasi depresi dan self- harm. Konseling yang mengintegrasikan aspek religius juga membantu meningkatkan kesehatan mental dan mengurangi risiko self- harm pada remaja dengan gangguan kesehatan mental. Dapat disimpulkan bahwa penanganan self-harm yang komprehensif memerlukan dukungan profesional dan lingkungan yang positif. Religius coping dapat menjadi strategi alternatif bagi individu yang mengalami self-harm.