Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendampingan dan Pelatihan Pembuatan Sabuk Kelapa Menjadi Media Tanam (Cocopeat) di Desa Tammangalle Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar Dirhana Purnama; Muhammad Agusfartham Ramli; Riana Anggraeny Ridwan; Ahmad Ahmad; Dewi Rantika; Sri Astuti; Nurwaini Nurwaini; Hendra Hendra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7301

Abstract

Salah satu aset unggulan Kabupaten Polewali Mandar di areal perkebunan adalah kelapa atau kelapa hibrida. Namun masyarakat setempat belum secara optimal mengaplikasikan semua bagian kelapa, terutama sabut kelapa yang tidak didaur ulang atau dibuang atau hanya yang digunakan sebagai bahan bakar bahan makanan. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu mengatasi penumpukan limbah di Desa Tamangalle, yaitu pengolahan limbah serabut kelapa menjadi media tanam cocopeat. Yang sering kali tidak dipergunakan hanya di pakai untuk membakar makanan dan sampah.Tujuan kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah (1) memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Tamangalle mampu mengolah limbah serabut kelapa menjadi produk media tanam cocopeat dan cocofiber yang siap dipasarkan; (2) memilki dampak posotif dan menambah wawasan dalam meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai pengolahan limbah; dan (3) lingkungan menjadi bersih dan terbebas dari limbah (sumber penyakit).Kegiatan PKM ini juga akan menjadi wadah bagi kegiatan kampus merdeka yaitu Membangun Desa yang dapat diikuti oleh mahasiswa, dan diharapkan dapat meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi bagi mahasiswa untuk mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus dalam transfer keilmuan ke masyarakat, serta hasil kerja dosen dapat digunakan oleh masyarakat
Faktor Keberlanjutan Pengembangan Komoditi Bawang Merah di Kabupaten Polewali Mandar Ihsan Arham; Dirhana Purnama
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.720-730

Abstract

Produktifitas komoditi bawang merah di Kabupaten Polewali Mandar mengalami fluktuasi yang sangat intens. Berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan potensi komoditi bawang merah pun telah dilakukan, termasuk dengan upaya perluasan lahan panen bawang merah, bahkan menjadi wilayah dengan luas lahan bawang merah terluas di Provinsi Sulawesi Barat. Namun, terdapat ketidak selarasan antara pertambahan luas panen dengan tingkat produktifitas komoditi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel penentu keberlanjutan, menganalisis pengaruh antar variabel, dan menganalisis variabel kunci yang menentukan keberlanjutan pengembangan komoditi bawang merah di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan adalah analisis struktural Matrix of Cross Impact Multiplication Applied to a Classification (MICMAC). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi 22 variabel dari lima dimensi pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari 6 Variabel dari dimensi Ekologi, 3 variabel dari dimensi Ekonomi, 5 variabel dari dimensi Sosial, 6 Variabel dari dimensi Inovasi Teknologi, dan 2 variabel dari dimensi Kelembagaan. Variabel-variabel yang diidentifikasi tersebut dianggap sebagai variabel penting atau variabel penentu bagi keberlanjutan pengembangan komoditi bawang merah di Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menemukan bahwa variabel yang paling berpengaruh dan menjadi penggerak utama (Influence Variables/Key drivers) terdiri dari pengetahuan petani, Cuaca dan Iklim, Kesesuaian Lahan, dan Kualitas Bibit.
Pendampingan dan Pelatihan Pembuatan Sabuk Kelapa Menjadi Media Tanam (Cocopeat) di Desa Tammangalle Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar Dirhana Purnama; Muhammad Agusfartham Ramli; Riana Anggraeny Ridwan; Ahmad Ahmad; Dewi Rantika; Sri Astuti; Nurwaini Nurwaini; Hendra Hendra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7301

Abstract

Salah satu aset unggulan Kabupaten Polewali Mandar di areal perkebunan adalah kelapa atau kelapa hibrida. Namun masyarakat setempat belum secara optimal mengaplikasikan semua bagian kelapa, terutama sabut kelapa yang tidak didaur ulang atau dibuang atau hanya yang digunakan sebagai bahan bakar bahan makanan. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu mengatasi penumpukan limbah di Desa Tamangalle, yaitu pengolahan limbah serabut kelapa menjadi media tanam cocopeat. Yang sering kali tidak dipergunakan hanya di pakai untuk membakar makanan dan sampah.Tujuan kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah (1) memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Tamangalle mampu mengolah limbah serabut kelapa menjadi produk media tanam cocopeat dan cocofiber yang siap dipasarkan; (2) memilki dampak posotif dan menambah wawasan dalam meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai pengolahan limbah; dan (3) lingkungan menjadi bersih dan terbebas dari limbah (sumber penyakit).Kegiatan PKM ini juga akan menjadi wadah bagi kegiatan kampus merdeka yaitu Membangun Desa yang dapat diikuti oleh mahasiswa, dan diharapkan dapat meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi bagi mahasiswa untuk mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus dalam transfer keilmuan ke masyarakat, serta hasil kerja dosen dapat digunakan oleh masyarakat
Peningkatan kapasitas pengelola Unit Farming Club melalui pelatihan budidaya maggot black soldier fly: Enhancing the capactity of the Farming Club Unit through training on black soldier fly maggot farming Sri Sukmawati; Niken Nur Kasim; Nurul Wiridannissaa; Muh. Nasrul; Ilham Ilham; Dian Utami Zainuddin; Dirhana Purnama; Yusril Mahendra
Jurnal Tarreang: Tren Pengabdian Masyarakat Agrokompleks Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Tarreang
Publisher : Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jtarreang.v2i2.5638

Abstract

The Farming Club Unit (UFC) is a student organization that focuses on sustainable agriculture through hydroponic cultivation. However, limited business diversification has hindered its economic potential, necessitating innovations to strengthen the institution and increase revenue. One promising solution is the farming of Black Soldier Fly (BSF) maggots as an alternative for organic waste management and sustainable animal feed production. This community service program was implemented using a participatory-educational approach, which included lectures, interactive discussions, BSF farming demonstrations, and independent maintenance practices conducted by participants under the guidance of the service team. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments, analyzed descriptively, and supported by gain score calculation to measure program effectiveness. The results revealed a significant improvement in participants' knowledge, from an average pre-test score of 31.0% to a post-test score of 95.3%, with an average gain score of 0.92 (in the high category). These findings indicate that the training effectively enhanced the capacity of UFC managers in mastering BSF maggot farming skills. The implication of this program is the creation of opportunities for UFC to diversify its business, generate additional income, and contribute to reducing organic waste generation through sustainable agricultural practices.
Analisis Laju Infiltrasi pada Hutan Pinus (Pinus merkusii) dan Hutan Primer di Kabupaten Mamasa Yogi Andrianto; Nurmaranti Alim; Muhammad Fahyu Sanjaya; Dirhana Purnama; Imanuel Jaya Lihu
Pangale Journal of Forestry and Environment Vol. 6 No. 1 (2026): Pangale
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Changes in vegetation cover due to human activities and forest management practices can significantly affect hydrological processes, particularly soil infiltration. Infiltration plays a vital role in maintaining groundwater availability, controlling surface runoff, and preventing erosion. A decline in infiltration capacity may reduce groundwater recharge and increase flood risk in upstream areas. This study aims to analyze and compare the infiltration rates between Pine Forests (Pinus merkusii) and Primary Forests in Mamasa Regency, West Sulawesi, which serves as an important water catchment area in the mountainous region. This research employed a comparative descriptive approach using field observation methods. Infiltration was measured using a Double Ring Infiltrometer at three observation points in each forest type. Measurements were recorded every five minutes for one hour to determine the initial (f0) and constant infiltration rates (fc) using the Horton (1940) equation. The average infiltration rates between the two forest types were then compared statistically. The results showed that the average infiltration rate in the Primary Forest was 95.7 mm/hour, whereas in the Pine Forest it was only 46.8 mm/hour, indicating a significant difference (p < 0.05). The higher infiltration rate in the primary forest is attributed to its looser soil structure, higher organic matter content, and greater soil biota activity, in contrast to the pine forest which has a thick layer of slowly decomposing litter that limits water percolation. It can be concluded that vegetation cover significantly influences soil infiltration capacity. The primary forest demonstrates a better water absorption capacity compared to the pine forest, thus playing a crucial role in maintaining hydrological balance and groundwater conservation in the mountainous areas of Mamasa Regency.
Penyuluhan Kesehatan Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kejadian Stunting Balita Nurgadima Achmad Djalaluddin; Dirhana Purnama; Rizky Maharja
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): November-Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v1i3.2270

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Penyebab stunting juga adalah pengasuhan yang kurang baik. Pola asuh adalah perlakuan orang tua terhadap anak seperti merawat, memelihara, mengajar, mendidik, membimbing, melatih, yang terwujud dalam bentuk pendisiplinan, pemberian teladan, kasih sayang, ganjaran, hukuman, dan kepemimpinan dalam keluarga melalui ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan orang tua. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan penyuluhan Kesehatan dan pemberian makanan tambahan. Hasil dari kegiatan ini dilihat dari peserta mampu menerima materi dan respon peserta sangat baik dan sudah mengetahui dan memahami pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting