Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan dan Pelatihan Pembuatan Sabuk Kelapa Menjadi Media Tanam (Cocopeat) di Desa Tammangalle Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar Dirhana Purnama; Muhammad Agusfartham Ramli; Riana Anggraeny Ridwan; Ahmad Ahmad; Dewi Rantika; Sri Astuti; Nurwaini Nurwaini; Hendra Hendra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7301

Abstract

Salah satu aset unggulan Kabupaten Polewali Mandar di areal perkebunan adalah kelapa atau kelapa hibrida. Namun masyarakat setempat belum secara optimal mengaplikasikan semua bagian kelapa, terutama sabut kelapa yang tidak didaur ulang atau dibuang atau hanya yang digunakan sebagai bahan bakar bahan makanan. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu mengatasi penumpukan limbah di Desa Tamangalle, yaitu pengolahan limbah serabut kelapa menjadi media tanam cocopeat. Yang sering kali tidak dipergunakan hanya di pakai untuk membakar makanan dan sampah.Tujuan kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah (1) memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Tamangalle mampu mengolah limbah serabut kelapa menjadi produk media tanam cocopeat dan cocofiber yang siap dipasarkan; (2) memilki dampak posotif dan menambah wawasan dalam meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai pengolahan limbah; dan (3) lingkungan menjadi bersih dan terbebas dari limbah (sumber penyakit).Kegiatan PKM ini juga akan menjadi wadah bagi kegiatan kampus merdeka yaitu Membangun Desa yang dapat diikuti oleh mahasiswa, dan diharapkan dapat meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi bagi mahasiswa untuk mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus dalam transfer keilmuan ke masyarakat, serta hasil kerja dosen dapat digunakan oleh masyarakat
Faktor Keberlanjutan Pengembangan Komoditi Bawang Merah di Kabupaten Polewali Mandar Ihsan Arham; Dirhana Purnama
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.720-730

Abstract

Produktifitas komoditi bawang merah di Kabupaten Polewali Mandar mengalami fluktuasi yang sangat intens. Berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan potensi komoditi bawang merah pun telah dilakukan, termasuk dengan upaya perluasan lahan panen bawang merah, bahkan menjadi wilayah dengan luas lahan bawang merah terluas di Provinsi Sulawesi Barat. Namun, terdapat ketidak selarasan antara pertambahan luas panen dengan tingkat produktifitas komoditi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel penentu keberlanjutan, menganalisis pengaruh antar variabel, dan menganalisis variabel kunci yang menentukan keberlanjutan pengembangan komoditi bawang merah di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan adalah analisis struktural Matrix of Cross Impact Multiplication Applied to a Classification (MICMAC). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi 22 variabel dari lima dimensi pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari 6 Variabel dari dimensi Ekologi, 3 variabel dari dimensi Ekonomi, 5 variabel dari dimensi Sosial, 6 Variabel dari dimensi Inovasi Teknologi, dan 2 variabel dari dimensi Kelembagaan. Variabel-variabel yang diidentifikasi tersebut dianggap sebagai variabel penting atau variabel penentu bagi keberlanjutan pengembangan komoditi bawang merah di Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menemukan bahwa variabel yang paling berpengaruh dan menjadi penggerak utama (Influence Variables/Key drivers) terdiri dari pengetahuan petani, Cuaca dan Iklim, Kesesuaian Lahan, dan Kualitas Bibit.
Pendampingan dan Pelatihan Pembuatan Sabuk Kelapa Menjadi Media Tanam (Cocopeat) di Desa Tammangalle Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar Dirhana Purnama; Muhammad Agusfartham Ramli; Riana Anggraeny Ridwan; Ahmad Ahmad; Dewi Rantika; Sri Astuti; Nurwaini Nurwaini; Hendra Hendra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7301

Abstract

Salah satu aset unggulan Kabupaten Polewali Mandar di areal perkebunan adalah kelapa atau kelapa hibrida. Namun masyarakat setempat belum secara optimal mengaplikasikan semua bagian kelapa, terutama sabut kelapa yang tidak didaur ulang atau dibuang atau hanya yang digunakan sebagai bahan bakar bahan makanan. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu mengatasi penumpukan limbah di Desa Tamangalle, yaitu pengolahan limbah serabut kelapa menjadi media tanam cocopeat. Yang sering kali tidak dipergunakan hanya di pakai untuk membakar makanan dan sampah.Tujuan kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah (1) memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Tamangalle mampu mengolah limbah serabut kelapa menjadi produk media tanam cocopeat dan cocofiber yang siap dipasarkan; (2) memilki dampak posotif dan menambah wawasan dalam meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai pengolahan limbah; dan (3) lingkungan menjadi bersih dan terbebas dari limbah (sumber penyakit).Kegiatan PKM ini juga akan menjadi wadah bagi kegiatan kampus merdeka yaitu Membangun Desa yang dapat diikuti oleh mahasiswa, dan diharapkan dapat meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi bagi mahasiswa untuk mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus dalam transfer keilmuan ke masyarakat, serta hasil kerja dosen dapat digunakan oleh masyarakat
Peningkatan kapasitas pengelola Unit Farming Club melalui pelatihan budidaya maggot black soldier fly: Enhancing the capactity of the Farming Club Unit through training on black soldier fly maggot farming Sri Sukmawati; Niken Nur Kasim; Nurul Wiridannissaa; Muh. Nasrul; Ilham Ilham; Dian Utami Zainuddin; Dirhana Purnama; Yusril Mahendra
Jurnal Tarreang: Tren Pengabdian Masyarakat Agrokompleks Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Tarreang
Publisher : Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jtarreang.v2i2.5638

Abstract

The Farming Club Unit (UFC) is a student organization that focuses on sustainable agriculture through hydroponic cultivation. However, limited business diversification has hindered its economic potential, necessitating innovations to strengthen the institution and increase revenue. One promising solution is the farming of Black Soldier Fly (BSF) maggots as an alternative for organic waste management and sustainable animal feed production. This community service program was implemented using a participatory-educational approach, which included lectures, interactive discussions, BSF farming demonstrations, and independent maintenance practices conducted by participants under the guidance of the service team. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments, analyzed descriptively, and supported by gain score calculation to measure program effectiveness. The results revealed a significant improvement in participants' knowledge, from an average pre-test score of 31.0% to a post-test score of 95.3%, with an average gain score of 0.92 (in the high category). These findings indicate that the training effectively enhanced the capacity of UFC managers in mastering BSF maggot farming skills. The implication of this program is the creation of opportunities for UFC to diversify its business, generate additional income, and contribute to reducing organic waste generation through sustainable agricultural practices.