Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANGTUA MENGENALI TANDA KEGAWATAN PNEUMONIA DAN PENANGANANNYA PADA ANAK BALITA SETELAH DILAKUKAN PENYULUHAN KESEHATAN Nuraini Hakim Hakim; Febriana Febriana
SIGDIMAS Vol. 1 No. 01 (2023): Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat
Publisher : SIGDIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak balita rentan terjangkit suatu penyakit yang dapat mengancam keselamatannya, salah satunya adalah pneumonia. Penyakit pneumonia dapat menimbulkan kegawatan pada saluran pernapasan anak. Keluarga merupakan support system terdekat bagi anak dan perlu mengenali tanda bahaya suatu penyakit beserta penanganan kegawatan yang tepat pada anak, sehingga dapat mencegah  terjadinya keparahan yang menyebabkan kematian.   Studi pendahuluan yang dilakukan terhadap keluarga di wilayah mitra di Ciledug, didapatkan bahwa masyarakat di lingkungan tersebut belum mengetahui secara jelas tanda kegawatan pada anak balita dengan pneumonia, dan belum mengetahui cara penanganan awal ketika terjadi kegawatan di rumah.   Penyuluhan kesehatan dilakukan kepada peserta yang memenuhi kriteria yaitu memiliki anggota keluarga dengan usia di bawah lima tahun. Metode penyuluhan dengan ceramah menggunakan media audio visual dan demonstrasi. Hasil penyuluhan kesehatan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi kesehatan terkait tanda bahaya atau kegawatan pada pneumonia beserta cara penanganannya. Rekomendasi untuk keluarga yaitu melakukan pencegahan penyakit seperti memberikan gizi seimbang, perilaku hidup bersih sehat, dan deteksi dini tumbuh kembang, serta mampu menerapkan penanganan kegawatan di rumah sebelum membawa anak ke fasilitas kesehatan.  
Edukasi Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Terhadap Deteksi Dini Gagal Ginjal pada Anak Nuraini Hakim; Febriana Febriana
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i3.119

Abstract

Anak dengan gagal ginjal akut dapat berkembang menjadi gagal ginjal kronik yang membutuhkan tindakan lebih intensif. Deteksi dan intervensi dini merupakan hal yang penting untuk mencegah perburukan fungsi tubuh dan menjaga kualitas hidup. Pengetahuan yang memadai mengenai pencegahan dan pengenalan tanda kegawatan anak dengan gagal ginjal perlu dimiliki oleh para orang tua agar dapat meningkatkan derajat kesehatan anak. Studi pendahuluan yang dilakukan oleh penulis di daerah Tangerang, sebagian besar masyarakat belum mengetahui penyebab dan gejala gagal ginjal pada anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah Memberikan pengetahuan kepada orang tua tentang mengenali faktor risiko dan tanda gejala gagal ginjal akut pada anak. Peserta yang mengikuti penyuluhan sebanyak 15 ibu yang memiliki anak usia sekolah. Hasil terjadi peningkatan skor pengetahuan dan tidak ada yang memiliki pengetahuan kurang. Rekomendasi untuk orang tua agar mempertahankan sikap keingintahuan terhadap perkembangan kesehatan dan melakukan upaya pencegahan gagal ginjal akut pada anak dalam kehidupan sehari-hari
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI Febriana Febriana; Desmon Wirawati; Lena Adha
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension remains a major public health problem in Indonesia, with a high prevalence (approximately 34% in 2018 and 34.11% in 2023), placing Indonesia fifth worldwide. This increase is influenced by unhealthy lifestyles, lack of awareness of early detection, and hypertension being a major risk factor for other life-threatening diseases such as stroke, heart disease, and kidney failure, particularly among the productive-age population. Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. A total of 352 respondents were selected using purposive sampling. Research instruments included questionnaires on knowledge, family support, and adherence to antihypertensive medication, which had undergone validity and reliability testing. Data analysis was conducted using the Chi-Square test. Results and Discussion: The majority of respondents had good knowledge but were not adherent to antihypertensive medication. Most respondents with low family support were also classified as non-adherent. Statistical analysis showed a significant relationship between family support and medication adherence among patients with hypertension (p < 0.05). However, no significant relationship was found between knowledge and medication adherence (p > 0.05). Suggestion: The results indicate that although respondents generally had good knowledge, adherence to antihypertensive medication was still predominantly low. Family support showed a significant association with medication adherence among patients with hypertension. These findings suggest that enhancing instrumental support—such as reminding patients of medication schedules, facilitating access to healthcare services, and accompanying patients during treatment—contributes substantially to improving medication adherence.
Evaluating the Effectiveness of Benson Relaxation on Dysmenorrhea Pain Intensity: A Pre-Experimental Study Among Indonesian Female University Students Febriana Febriana; Indah Lestari
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v12i2.968

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a prevalent menstrual disorder among young women that can impair daily functioning and quality of life. Although pharmacological treatments are commonly used, they may cause side effects, leading to increased interest in non-pharmacological approaches such as Benson relaxation. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of Benson relaxation in reducing dysmenorrhea pain intensity among female university students. Methods: A quantitative pre-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted involving 35 female students selected through purposive sampling. Participants received a 15-minute Benson relaxation session in a quiet and comfortable environment. Pain intensity was measured before and after the intervention using the Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: The findings showed a statistically significant reduction in dysmenorrhea pain intensity following the intervention (Z = -5.257; p < 0.001). The median pain score decreased from 6 to 3. Before the intervention, most participants experienced moderate and severe pain, whereas after the intervention, pain levels shifted to mild and moderate categories. Conclusion: Benson relaxation is an effective, simple, and low-cost non-pharmacological intervention for reducing dysmenorrhea pain intensity. It can be applied in nursing practice and self-care, although further research using controlled designs is recommended