Sylvia Meristika Rachman
Politeknik Kesehatan Bhakti Pertiwi Husada, Kota Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Terapi Teknik Pijatan Pada Bayi dengan Keluhan Kholik di Klinik Hanaya Mom and Baby Spa Kabupaten Sumedang Sylvia Meristika Rachman; Pradythara Helda Oktiani Putri
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol.3 No.1 2021)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kolik pada bayi tidak menimbulkan masalah kesehatan jangka pendek atau panjang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terapi teknik pijatan pada bayi dengan keluhan kholik di Klinik Hanaya Mom and Baby Spa Kabupaten Sumedang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel dari penelitian ini adalah bayi di Klinik Hanaya Mom and Baby Spa Kabupaten Sumedang pada bulan Oktober 2020 sebanyak 30 bayi. Dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan SOP teknik pijat bayi. Analisis datanya menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah (53,3%) bayi di Klinik Hanaya Mom and Baby Spa Kabupaten Sumedang dilakukan terapi pijat. Kurang dari setengah (43,3%) bayi di Klinik Hanaya Mom and Baby Spa Kabupaten Sumedang mengalami keluhan kholik. Terdapat hubungan terapi teknik pijatan pada bayi dengan keluhan kholik di Klinik Hanaya Mom and Baby Spa Kabupaten Sumedang yang terbukti dari nilai sig (r) = 0,013 atau < 0,05. Perlunya klinik membuat SOP mengenai penatalaksanaan pijat bayi untuk bayi kolik dan memberikan bimbingan kepada ibu bayi mengenai cara melakukan pijat kepada bayi untuk mengatasi keluhan kholik. Bagi ibu perlu aktif berkonsultasi dengan petugas kesehatan dan melakukan latihan pijat bayi dengan bimbingan dan pengawasan dari petugas kesehatan agar bayi ibu sehat dan terhindar darikholik.
Tingkat Pendidikan Ibu Post Partum Berhubungan dengan Kejadian Bendungan ASI di Praktek Mandiri Bidan Nuraenah Eviyanti Samadikun Sylvia Meristika Rachman
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol. 4 No. 2 - Desember 2022)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pendidikan merupakan kegiatan proses belajar mengajar yang sistem pendidikannya senantiasa berbeda dari satu masyarakat dengan masyarakat lain. Masa nifas (peurperium) adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Selama masa pemulihan tersebut berlangsung, baik secara fisik maupun psikologis sebenarnya sebagian besar bersifat fisiologis, namun jika tidak dilakukan pendampingan melalui asuhan kebidanan maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi kejadian patologis. Tujuan Penelitian: Dalam hal ini penelitian ingin memperoleh “hubungan tingkat pendidikan ibu post partum dengan kejadian bendungan ASI di Praktek Mandiri Bidan Nuarenah Eviyanti Kota Cirebon Tahun 2022”. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di wilayah Samadikun Kota Cirebon Tahun 2022 pada bulan April - Agustus yang berjumlah 57 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan teknik jenis accidental sampling. Hasil: Terhitung dari bulan September 2022 sampai dengan Oktober 2022, di Bidan Praktik Mandiri Nuraenah Eviyanti terjadi kasus bendungan ASI, di antaranya yaitu : 1.Tingkat pendidikan dari seluruh ibu post partum yaitu, untuk pendidikan Sekolah Dasar sebanyak 12 orang (21,1%), Sekolah Menengah Pertama sebanyak 12 orang (21,1%), Sekolah Menengah Atas sebanyak 25 orang (43,9%), dan Perguruan Tinggi sebanyak 8 orang (14,0%). 2.Ibu post partum yang mengalami kejadian bendungan ASI sebanyak 7 orang (12,3%), sedangkan yang tidak mengalami bendungan ASI sebanyak 50 orang (87,7%) dari 57 orang responden. 3.Dari 57 orang responden ibu post partum, sebanyak 7 orang dan yang tidak mengalami sebanyak 50 orang, dimana kejadian bendungan ASI paling banyak yaitu ada pada tingkat Pendidikan Sekolah Menengah Atas yaitu sebanyak 5 orang, dan masing masing 1 orang untuk tingkat Pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Sedangkan untuk perguruan tinggi tidak ada yang mengalami kejadian bendungan ASI.