Delinda Elizabeth Aritonang
Universitas Kristen Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Relasi Alam dengan Eksistensi Manusia Terhadap Krisis Ekologi Berdasarkan Perspektif Filsafat-Teologis Delinda Elizabeth Aritonang; Roberto Hamonangan Silitonga; Destri Ayu Natalia Hutauruk
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 6, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/diegesis.v6i2.489

Abstract

This study examines the relationship between nature and human existence regarding the current ecological crisis. God, humans and nature are inseparable links. Recently, society has been faced with an environmental crisis and a decline in the ecosystem system, ranging from global warming, drought, floods, climate change, reduction in natural resources, to the extinction of flora and fauna diversity. When technological developments become more advanced and penetrate development that does not pay attention to environmental welfare, an ecological crisis occurs. Humans are considered the main actor in the ecological crisis which occurs due to greed and negligence in exploiting natural resources. A crisis of human existence and disharmony in the relationship between God and nature occurred. The aim of this research is to provide an understanding of the relationship between nature and human existence in order to create awareness of the relationship between humans and their love of nature and minimize the ecological crisis. The research method uses descriptive qualitative methods. This research method is carried out by collecting data, describing, analyzing and evaluating through critical thinking from books, journal articles and the Bible related to the discussion. This method divides this research into three important points. First, Human Existence and the Ecological Crisis. Second, the meaningful relationship between humans, nature and God towards the ecological crisis. Third, Understanding the Spiritual-Ecological Relationship between Nature and Human Existence. The result of this research is to offer a reconstruction of the paradigm of human existence towards an awareness of the meaningful relationship between God and nature as an alternative in overcoming the ecological crisis and conserving natural resources. The conclusion is to convey the message that through awareness, humans as God's creation must be grateful and responsible for maintaining and preserving them in the form of positive-constructive actions.Keywords: relations; human existenc; ecological crisis; nature; ecological spiritualityAbstrakKajian ini menelisik relasi alam dengan eksistensi manusia terhadap krisis ekologi yang terjadi sekarang ini. Allah, manusia dan alam, merupakan mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Akhir-akhir ini masyarakat diperhadapkan pada krisis lingkungan dan penurunan dalam sistem ekosistem, mulai dari pemanasan global, kekeringan, banjir, perubahan iklim, berkurangnya sumber daya alam, hingga punahnya keanekaragaman flora dan fauna. Ketika perkembangan teknologi semakin maju dan merasuki pembangunan yang tidak memperhatikan kesejahteraan lingkungan, terjadilah krisis ekologis. Manusia dianggap sebagai aktor utama atas krisis ekologi yang terjadi karena keserakahan dan kelalaian dalam mengeksploitasi sumber daya alam. Krisis eksistensi manusia dan disharmoni relasi antara Allah dan alam pun terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi pemahaman relasi alam dengan eksistensi manusia demi mewujudukan kesadaran relasi manusia terhadap kecintaan kepada alam dan meminimalisir krisis ekologi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mendeskripsikan, menganalisis dan mengevaluasi melalui pemikiran kritis dari buku, artikel jurnal dan Alkitab yang berkaitan dengan pembahasan. Metode ini membagi penelitian ini menjadi tiga poin penting. Pertama, Eksistensi Manusia dan Krisis Ekologi. Kedua, Relasi Bermakna Manusia, Alam dan Tuhan terhadap Krisis Ekologi. Ketiga, Memaknai Relasi Alam dan Eksistensi Manusia yang Spiritualitas-Ekologis. Hasil dari penelitian ini adalah menawarkan rekonstruksi paradigma eksistensi manusia terhadap kesadaran relasi yang bermakna antara Allah dan alam sebagai suatu alternatif dalam menanggulangi krisis ekologis dan melestarikan sumber daya alam. Kesimpulannya adalah untuk menyampaikan pesan bahwa melalui kesadaran manusia sebagai ciptaan Allah harus bersyukur dan bertanggungjawab menjaga dan melestarikan dipertanggungjawabkan dalam bentuk perbuatan yang positif-konstruktif.Kata Kunci: relasi; eksistensi manusia; krisis ekologi; alam; spiritualitas ekologis
Relasi Alam dengan Eksistensi Manusia Terhadap Krisis Ekologi Berdasarkan Perspektif Filsafat-Teologis Delinda Elizabeth Aritonang; Roberto Hamonangan Silitonga; Destri Ayu Natalia Hutauruk
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol. 6 No. 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/diegesis.v6i2.489

Abstract

This study examines the relationship between nature and human existence regarding the current ecological crisis. God, humans and nature are inseparable links. Recently, society has been faced with an environmental crisis and a decline in the ecosystem system, ranging from global warming, drought, floods, climate change, reduction in natural resources, to the extinction of flora and fauna diversity. When technological developments become more advanced and penetrate development that does not pay attention to environmental welfare, an ecological crisis occurs. Humans are considered the main actor in the ecological crisis which occurs due to greed and negligence in exploiting natural resources. A crisis of human existence and disharmony in the relationship between God and nature occurred. The aim of this research is to provide an understanding of the relationship between nature and human existence in order to create awareness of the relationship between humans and their love of nature and minimize the ecological crisis. The research method uses descriptive qualitative methods. This research method is carried out by collecting data, describing, analyzing and evaluating through critical thinking from books, journal articles and the Bible related to the discussion. This method divides this research into three important points. First, Human Existence and the Ecological Crisis. Second, the meaningful relationship between humans, nature and God towards the ecological crisis. Third, Understanding the Spiritual-Ecological Relationship between Nature and Human Existence. The result of this research is to offer a reconstruction of the paradigm of human existence towards an awareness of the meaningful relationship between God and nature as an alternative in overcoming the ecological crisis and conserving natural resources. The conclusion is to convey the message that through awareness, humans as God's creation must be grateful and responsible for maintaining and preserving them in the form of positive-constructive actions.Keywords: relations; human existenc; ecological crisis; nature; ecological spiritualityAbstrakKajian ini menelisik relasi alam dengan eksistensi manusia terhadap krisis ekologi yang terjadi sekarang ini. Allah, manusia dan alam, merupakan mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Akhir-akhir ini masyarakat diperhadapkan pada krisis lingkungan dan penurunan dalam sistem ekosistem, mulai dari pemanasan global, kekeringan, banjir, perubahan iklim, berkurangnya sumber daya alam, hingga punahnya keanekaragaman flora dan fauna. Ketika perkembangan teknologi semakin maju dan merasuki pembangunan yang tidak memperhatikan kesejahteraan lingkungan, terjadilah krisis ekologis. Manusia dianggap sebagai aktor utama atas krisis ekologi yang terjadi karena keserakahan dan kelalaian dalam mengeksploitasi sumber daya alam. Krisis eksistensi manusia dan disharmoni relasi antara Allah dan alam pun terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi pemahaman relasi alam dengan eksistensi manusia demi mewujudukan kesadaran relasi manusia terhadap kecintaan kepada alam dan meminimalisir krisis ekologi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mendeskripsikan, menganalisis dan mengevaluasi melalui pemikiran kritis dari buku, artikel jurnal dan Alkitab yang berkaitan dengan pembahasan. Metode ini membagi penelitian ini menjadi tiga poin penting. Pertama, Eksistensi Manusia dan Krisis Ekologi. Kedua, Relasi Bermakna Manusia, Alam dan Tuhan terhadap Krisis Ekologi. Ketiga, Memaknai Relasi Alam dan Eksistensi Manusia yang Spiritualitas-Ekologis. Hasil dari penelitian ini adalah menawarkan rekonstruksi paradigma eksistensi manusia terhadap kesadaran relasi yang bermakna antara Allah dan alam sebagai suatu alternatif dalam menanggulangi krisis ekologis dan melestarikan sumber daya alam. Kesimpulannya adalah untuk menyampaikan pesan bahwa melalui kesadaran manusia sebagai ciptaan Allah harus bersyukur dan bertanggungjawab menjaga dan melestarikan dipertanggungjawabkan dalam bentuk perbuatan yang positif-konstruktif.Kata Kunci: relasi; eksistensi manusia; krisis ekologi; alam; spiritualitas ekologis
The Role of Eco-Theology as an Effort to Maintain Relationships between Nature and Man (Theological Review of Jeremiah 14:1-9) Delinda Elizabeth Aritonang; Rifka Lamro Basana Hutauruk
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini meneliti tentang peran Eco-Theology sebagai upaya menjaga relasi alam dan manusia berdasarkan tinjauan teologis Yeremia 14:1-9. Manusia dipanggil Allah untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Namun, realitanya, manusia malah merusak dan menghancurkan tatanan lingkungan hidup yang mengakibatkan krisis ekologi. Akibat dari perbuatan manusia tersebut, Allah menghukum dan memberi peringatan kepada manusia supaya memperhatikan dan menjaga kelestarian lingkungan alam sekitarnya. Yeremia memberikan pemahaman teologis dalam Kitab Yeremia 14:1-9 bahwa Allah memiliki kuasa memberikan pelajaran kepada bangsa Israel yang memiliki sikap tidak setia dan tidak taat kepada Allah sehingga mereka mengalami bencana kekeringan. Manusia dianggap sebagai aktor utama atas krisis ekologi yang menyebabkan bencana alam seperti kekeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi pemahaman peran Eco-Theology dengan meninjau kajian teologis berdasarkan kitab Yeremia 14:1-9 demi mewujudukan kesadaran relasi manusia terhadap keharmonisan kepada alam dan mengurangi krisis ekologi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data, deskripsi, melakukan analisis dan evaluasi data melalui pemikiran kritis dari buku, artikel jurnal dan Alkitab yang berkaitan dengan pembahasan. Metode ini membagi penelitian ini menjadi tiga poin penting. Pertama, Eco-Theology dan Peran Manusia dalam Menjaga Alam. Kedua, Tinjauan Teologis Yeremia 14:1-9. Ketiga, Implikasi Yeremia 14:1-9 dan Eco-Theology sebagai Upaya Menjaga Relasi Alam dan Manusia? Hasil dari penelitian ini adalah menawarkan kajian teologis Yeremia 14:1-9 dalam menerapkan pemahaman Eco-Theology dalam kehidupan manusia sebagai suatu alternatif dalam mengatasi krisis ekologis. Kesimpulannya adalah untuk menyampaikan pesan bahwa melalui kesadaran manusia sebagai ciptaan Allah bertanggungjawab menjaga lingkungan alam sebagai bentuk relasi yang bermakna dan harmonis antara Allah dan manusia serta ciptaan-Nya yang lain.   Kata kunci: Alam; eco-theology; krisis ekologi; manusia; relasi; Yeremia 14:1-9